Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
917


Seorang ibu bernama Aiden Molina mengeluhkan kebiasaan anaknya yang masih berusia 8 tahun yang mulai kecanduan dengan game online Fortnite.

“Anakku bermain Fortnite hampir sepanjang hari. Menurutku game online Fortnite itu telah mengubah perilakunya, sikapnya. (Dia) menjadi pembangkang (sekarang),” katanya.

Putra ibu Aiden hanyalah satu dari sekian banyak anak yang kena virus kecanduan Fortnite. Ada banyak diantaranya yang bahkan kedapatan tak bisa lepas dari game tersebut dan dipaksa harus menjalani rehabilitasi oleh orangtuanya.

Fortnite ini sendiri merupakan game online yang menampilkan area pertempuran yang bisa dimainkan oleh kurang lebih 100 orang di dalamnya. Dengan dilengkapi senjata api dan benda tajam, para pemain akan diajak untuk berlagak seperti prajurit perang yang harus berhasil mengalahkan musuhnya.

Siapa sangka, kecanduan Fortnite ini sendiri malah dihubungkan dengan kejadian penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru yang disiarkan oleh pelaku secara online di media sosialnya. Banyak pihak yang kemudian menilai kalau siaran langsung penembakan itu persis seperti memainkan video game Fortnite.

Secara terang, pelaku bernama Brenton Tarrant itu menyampaikan kalau dirinya terlatih menjadi pembunuh lewat game online tersebut. Mengerikan bukan?

Jangan sampai anak-anak kita mengalami itu. Kalau pun sudah menunjukkan tanda-tanda kecanduan, akan lebih baik mengetahuinya sebelum terlambat. Salah satu hal yang harus diketahui orangtua adalah bahwa game online ini, menurut para ahli, bisa menyebabkan perubahan sikap dan tindakan anak. Yang artinya, Fortnite bisa mempengaruhi otak anak dan berakibat pada gangguan mental.

Dalam sebuah artikel yang ditulis di Telegraph.co.uk, disebutkan bahwa Fortnite dan video game lain yang menyebabkan kecanduan bisa menimbulkan efek buruk kepada otak sama buruknya dengan gangguan mental pada penggunaan obat-obatan terlarang dan juga minuman keras.

Para ahli medis menyampaikan kalau game online bisa menyebabkan perubahan fungsi dan struktur otak seperti yang dialami oleh pecandu narkoba dan alkohol. Hal ini terjadi karena bagian impulsive otak, yang dikenal dengan sistem amygdala-striatal di dalam otak tak lagi sensitif terhadap informasi. Selain itu, konten game online di Fortnite juga bisa mempengaruhi sikap dan tindakan anak. Seperti contoh yang dialami oleh anak perempuan yang intens bermain Fortnite selama 10 jam setiap hari mengalami perubahan perilaku. Dia bahkan tak segan menyerang ayahnya saat video gamenya disita. Sementara seorang anak remaja asal Amerika yang menghabiskan waktunya sepanjang hari dengan video gamenya dikabarkan tega menembak ayahnya dengan pistol yang dibelinya sendiri.

Baca Juga :

Pecandu Game Online Terkurung Enam Tahun

Pelaku Penembakan Masal di Munich: Remaja Yang Terobsesi Game Online Kekerasan

Kasus-kasus tak lazim seperti ini pada akhirnya mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kondisi darurat kecanduan game online dan menyatakan jika kecanduan permainan online semacam Fortnite sebagai gangguan mental.

Untuk mencegah supaya anak tidak kecanduan game online atau bahkan tak ingin terlibat dengan permainan ini, orangtua bisa melakukan beberapa hal di bawah ini.

1. Libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan luar ruang yang menantang. Kalau anak nggak menunjukkan ketertarikan, mulai buat kesepakatan untuk memberlakukan batasan untuk bermain. Misalnya, boleh main game tapi setelah mengerjakan PR atau menyelesaikan tugas-tugas rumah.

2. Simpan game di tempat yang nggak bisa dijangkau anak sembarangan. Kalau ternyata anak punya video game di rumah, pastikan untuk menyimpannya di ruang tersembunyi atau yang terkunci. Hal ini membantu orangtua untuk tetap bisa membatasi anak bermain game online. Tapi kalau ternyata anak bermain lewat ponselnya, buatlah peraturan soal kapan dan berapa lama anak bisa memakai ponselnya.

3. Jika anak ternyata sudah menunjukkan tanda-tanda pemberontakan atau kecanduan, segera bawa anak memeriksakan diri. Kebanyakan dari kasus anak yang kecanduan parah terhadap game online terpaksa harus mendapatkan rehabilitasi. Dan ini tentu saja alternatif pengobatan yang terakhir, jika metode pertolongan pertama pada anak tak lagi mempan.

Dengan mengetahui fakta penting dibalik game online ini, diharapkan kepada orangtua untuk benar-benar melakukan pengawasan kepada anak. Selain itu, sampaikan dengan baik dampak buruk yang disebabkan oleh kecanduan game ini supaya anak bisa lebih mengontrol diri saat bermain.

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Inovi Isdiyantoro 18 November 2019 - 21:01:35

Di phk

0 Answer

Aris Anto 18 November 2019 - 17:31:20

Is that...................(you)house?

0 Answer

Roi Tarihoran 18 November 2019 - 03:09:04

Apakah yang saya lakukan. Dengan situasi saya ini,.. more..

1 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 2


7267

Banner Mitra November Week 2