Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
445


Buat kamu pecinta lagu-lagu Bethel Music pasti akrab dengan nama Brian Johnson. Ya, dia adalah salah satu pemimpin pujian senior di Bethel Church, gereja yang digembalai oleh ayahnya Bill Johnson.

Tak ada yang mengira bahwa menjadi seorang pemimpin pujian dan juga anak pendeta rupanya tak menghindarikan Brian dari risiko depresi, stress dan kepanikan. Tapi dengan terbuka dia membagikan pengalaman tersebut kepada semua orang lewat buku barunya berjudul ‘When God Being Real’. Di sana, Brian mengisahkan tentang gangguan saraf yang dialaminya selama enam bulan dan proses panjang yang harus dia lalui untuk kembali bangkit dan sembuh dari penyakit tersebut.

“Tim dan istriku Jan benar-benar mendorongku untuk menulis cerita ini. Itu bukan keajaiban yang tiba-tiba saja terjadi. Aku merasa (pengalaman) itu membawa banyak harapan. Waktu aku membagikan (kisah ini) di gereja, hal itu jadi pesan nomor satu yang disaksikan di tahun itu. Hal itu menunjukkan kepada kita bahwa orang benar-benar menginginkan dan membutuhkan (hal) ini, karena banyak orang bergumul dengan depresi, kecemasan, keputusasaan,” ucap Brian.

Dia menjelaskan musik adalah salah satu media yang dia gunakan untuk sembuh dari penyakit serangan kepanikan tersebut. Dan hal itu pula yang dia lakukan untuk menolong seseorang yang mengalami penyakit yang sama.

Menurutnya, gangguan saraf adalah masalah kesehatan yang begitu serius. Karena saat fungsi saraf mulai terganggu maka semua hal dalam diri seseorang akan benar-benar rusak.

“Melewati enam bulan (dengan gangguan saraf) bekerja dengan orang-orang dan obat-obatan dan hal-hal yang berbeda dan kemudian berakhir dengan keajaiban, saat Tuhan melakukan terobosan…itulah kisah yang aku ingin bagikan,” katanya.

Baca Juga :

The Pilgrim’s Progress, Film Animasi Kristen Ajarkan Kebenaran Sejati. Tayang di Paskah Ini Loh!

Atlet Kristen AS dan Tunangannya Ini Sepakat Jaga Kekudusan Sampai Menikah

Setelah melewati masa-masa itu, Brian mengaku dirinya tak lagi sama. Dia percaya bahwa Tuhan mengijinkan hal itu terjadi supaya dia mengalami pertumbuhan.

“Aku pikir ada campur tangan Tuhan di tengah musim yang aku lalui itu. Aku tahu beberapa hal terjadi sejak saat itu, tak mungkin aku bisa melewatinya kalau tidak melalui musim (gangguan saraf) itu. Kita melewati hal-hal yang mustahil dan kemudian Tuhan membuktikan kalau Dia adalah Tuhan. Dia setia dan meyakinkan kuasa-Nya di dalam kita,” ungkapnya.

Menyadari penyakit gangguan saraf ini bisa menyerang siapapun, tak terkecuali pelayan dan pemimpin gereja, Brian pun memberikan saran terbaik. Pertama, penderita gangguan saraf tidak sendirian dan akan tetap baik-baik saja.

“Kamu tidak sendirian dan Tuhan bukan pendusta. Alkitab mengatakan percaya pada Tuhan dengan sepenuh hati dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri. Dan aku pikir berbagi dengan orang yang tepat itu sangat penting. Temukan itu dari oran-orang di sekitarmu yang bisa mendoakanmu. Komunitas (gereja) kami mendoakanku selama musim itu dan aku pikir hal itu sangat membantu,” terangnya.

Kedua, Brian menyarankan penderita gangguan mental untuk mendapatkan pertolongan medis, baik dalam hal pemeriksaan kesehatan maupun melalui obat-obatan.

“Aku mendorong orang-orang yang mengalami (penyakit) ini, kalau mereka membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkannya. Aku akan mengatakan kalau obat penenang benar-benar membantuku di masa-masa tertentu dimana aku berpikir kalau aku tak mendapatkannya aku akan kembali ke rumah sakit. Untuk mengilangkan stigma itu dan pengobatan, aku membutuhkan obat penenang untuk sementara waktu,” ucapnya.

Dia juga menuturkan kalau lagu pujian juga jadi salah satu obat yang mendorongnya sembuh. “Lagu Jason Ingram ‘Greater Than All Other Names. Aku mendengarkan demo kecil lagu ini selama delapan jam sehari selama enam bulan (itu). Hanya lagu itu saja berulang-ulang. Ada kekuatan di dalamnya, semacam pengingat. Hal ini menyoroti pentingnya lagu pujian,” tandasnya.

Mengingat banyaknya kasus bunuh diri para pemimpin gereja, membuat sejumlah gereja bergerak untuk memperingatkan jemaat tentang risiko penyakit ini. Brian Johnson dalam hal ini telah melakukan langkah yang tepat untuk menolong orang-orang yang mengalami gangguan saraf.


Apakah kamu sedang mengalami masalah kesehatan dan rindu dipulihkan? Bagikan kondisimu kepada konselor Sahabat24 kami yang setia mendengarkan curhatanmu selama 24 jam. Hubungi di SMS/WA 081703005566 atau telp di 1-500-224 dan 0811 9914 240 bisa juga email ke [email protected] atau lewat  Live Chat dengan KLIK DI SINI.

Sumber : Relevantmagazine.com/Jawaban.Com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Gilang Angga 19 August 2019 - 19:48:37

Organisasi Yang di bentuk uni soviet untuk membend.. more..

0 Answer

Fatma Wati 18 August 2019 - 21:07:41

apa jawapan yang di berikan situs kami

0 Answer

Sofely Charolina Sinaga 18 August 2019 - 12:44:15

Syalom saya sofely charolina sinaga mau sharing se.. more..

1 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7273

Banner Mitra Agustus Week 3