Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

1717387258563145

Official Writer
927


Siapa sih yang tak ingin hidup bahagia?

Tentu saja semua orang ingin bahagia. Lantas, apakah kebahagiaan kita benar-benar faktor penentu untuk segalanya? Apakah kebahagiaan benar-benar sebuah kebaikan terbesar yang harus kita capai dalam hidup ini?

Misalnya, pernikahan yang bahagia, hidup yang bahagia, suami yang bahagia, dan istri yang bahagia dan menjadikan tujuan akhir hidup adalah mengejar kebahagiaan.

Yap, semua itu adalah kebutuhan pokok manusia, tetapi apakah itu yang menjadi prioritas utama Tuhan bagi kehidupan kita? Yaitu untuk menjadi bahagia?

Mari simak ini!

Satu hal yang harus kita ingat bahwa Tuhan itu bukan jin.

Rata-rata orang menjadikan Tuhan sebagai jin pribadi, menunggu Tuhan memberikan semua yang mereka inginkan, atau memvalidasikan perasaan mereka. Sampai akhirnya banyak dari kita manusia yang memakai diri kita sampai lelah sekali, bahkan menghancurkan dunia demi mengejar kebahagiaan yang sulit dipahami.

Tidak begitu seharusnya.

Tetapi apa yang harus kita pahami bahwa apa yang kita lakukan adalah defenisi kebahagiaan duniawi.

Tuhan justru ingin kita hidup melebihi dari pada kebahagiaan yang kita inginkan itu!

Tuhan ingin agar kita mengalami sukacita, keadaan puas yang dipenuhi oleh rasa percaya diri dan juga harapan yang berasal dari iman kamu atas Yesus.

Sayangnya kita sering sekali melewatkan itu hanya karena kita sibuk mengejar kebahagiaan yang kita inginkan itu dari dunia ini.

Pahamilah, inilah kebenaran alkitabiah yang menjelaskan mengapa sukacita lebih besar dari kebahagiaan yang kita cari selama ini!

1. Sukacita adalah buah Roh Kudus

Sukacita adalah buah kedua dari Roh Kudus yang tercantum dalam Galatia 5:22: "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,"

Dalam Alkitab, buah adalah simbol dari karakter. Daftar buah Roh Kudus dalam Galatia 5 adalah daftar karakteristik yang seharusnya mengalir keluar dari kehidupan orang Kristen ketika mereka memiliki Tuhan di dalamnya.

Salah satu tanda yang paling berbeda bahwa Roh Kudus berdiam di dalam kamu adalah kehadiran sukacita dalam hidup kamu.

Jika kamu memiliki Roh, kamu akan memiliki sukacita!

Ini adalah salah satu perbedaan mendasar antara sukacita alkitabiah dan kebahagiaan duniawi. Kita berusaha menemukan kebahagiaan dari keadaan yang menguntungkan, tetapi kita menerima sukacita hanya sebagai hadiah dari Allah yang baik hati. Kebahagiaan datang dan pergi saat keadaan dan perasaan berubah, tetapi sukacita tetap tinggal.

2. Sukacita bukan datang berdasarkan keadaan, tetapi berdasarkan pada Yesus

Sukacita akan selalu ada di mana pun Yesus dan Roh-Nya berada. Janji-janji yang luar biasa Allah berikan kepada anak-anak Allah, misalnya di Matius 28:20: "... Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." dan Ibarni 13:5: "...Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Jadi, kebenarannya adalah indikasi sukacita benar-benar lebih besar dari pada kebahagiaan.

Sukacita tidak dibangun pada keadaan lahiriah tetapi dibangun pada Kristus yang tinggal di dalam orang percaya.

Jika Roh Kristus selalu ada di dalam kita dan kita tak pernah meninggalkannya, maka sukacita tak akan pernah meninggalkan kita.

Nggak peduli apa pun yang kita lalui, kita bisa tetap bersukacita karena Yesus adalah di dalam diri kita.

Selain kedua hal itu, kita harus ingat bahwa sukacita tidak selalu soal tertawa, tersenyum atau menjadi lucu alias konyol. Jadi, jangan mengacaukan sukacita yang dijanjikan dalam Alkitab dengan perasaan optimis. Ingat, perasaan bisa datang dan pergi, tetapi sukacita Kristen yang sejati justru tetap tinggal dan tak pergi.

Sukacita juga bukan soal kekuatan dalam berpikir positif atau memiliki kepribadian yang optimis dan ceria, karena penderitaan atau kesulitan adalah skenario yang sangat nyata dan harus dihadapi oleh semua orang. Namun ingat bahwa Tuhan tetap mengetahui penderitaan dengan baik. Dia membuat orang buta melihat, orang tuli mendengar, dan orang lumpu berjalan.

Meskipun Dia di hina dan akan dibunuh oleh ketidakadilan, tetapi tetap saja di tengah penderitaan-Nya, Dia memiliki sukacita!

Lalu, apakah kamu hidup dalam karakteristik Allah hari ini? Kejarlah sukacita itu di dalam Yesus, bukan kebahagiaan dunia yang fana dan sebentar pasti berlalu.

Bersukacitalah, sebab di dalam sukacita kamu menjadi berkat dan berolah kekuatan sampai akhir hidupmu dalam menyelesaikan panggilan-Nya!

Sumber : crosswalk | jawaban

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

syafania regansha 14 May 2019 - 18:43:54

Bagaimana caranya bebas dr hutang

1 Answer

Rusli Widjaja 7 May 2019 - 20:22:36

kenapa marga yang sama tidak boleh menikah

1 Answer

acit weku 7 May 2019 - 12:21:14

Apa yang kamu lakukan untuk memenuhi semua hukum y.. more..

0 Answer


Dendank 15 May 2019 - 19:54:05
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:04
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Mugi Tyas Iryanto 8 May 2019 - 23:27:14
Syallom, saya Mugi Tyas Iryanto, karyawan kontrak ... more..

Banner Kopdar Superyouth


7247

Testify20