Inta

Official Writer
1329


Efesus 4:25, "Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota."

Sebagai orang percaya, kita sudah dibiasakan untuk tidak berbohong. Sebagai seorang dokter, Lia juga punya waktu dimana dirinya harus berkata jujur pada pasiennya yang menderita kanker. Tahukah kita kalau kabar buruk sangatlah sulit untuk disampaikan?

Buat banyak orang, bekerja sebagai dokter pasti akan terbiasa untuk menyampaikan kabar buruk tentang penyakit seorang pasien. Karena terbiasa, tidak berarti kabar tersebut jadi mudah untuk disampaikan. Seorang dokter harus menuturkan dengan baik soal penyakit yang diderita oleh pasien dengan baik dan benar.

Setelah menyampaikan berita tersebut, biasanya dokter akan memberikan rentetan perawatan yang bisa dilalui oleh pasien untuk segera pulih dan sehat kembali. Sebagai seorang dokter, mereka harus menyatakan kebenaran sekaligus solusi dan jalan keluar atas sakit pasien tersebut.

Dengan cara yang sama pula, kita tidak menyukai berbicara tentang kabar yang buruk pada kebanyakan orang. Tidak terkecuali soal neraka. Kita memberitahu banyak orang soal kasih Yesus dan bahwa Dia selalu punya rencana yang indah bagi setiap orang. Kabar Baik lainnya adalah bahwa kasih Yesus ini juga yang membebaskan kita dari dosa dan memberikan sukacita dan damai sejahtera.

Namun, bagaimana jadinya kalau ada orang yang menyatakan kalau dirinya tidak mau percaya pada Kristus? Mereka sudah cukup puas dengan kehidupannya dan tidak peduli akan kematian.

Maka, sampai disitu pula usaha kita untuk memberitakan Kabar Baik bagi banyak orang. Rasanya kita nggak mau memberitahukan mereka kalau ada hal yang disebut sebagai neraka. Kalau sampai kita behenti memberitakan Kabar Baik sampai disini, maka sama saja kita tidak memberitahu mereka kebenaran.

Soal mereka yang tidak memberitakan kebenaran, begini komentar Yeremia 6:14, "Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera."

Ketika kita memilih untuk tidak memberitahukan kebenaran soal neraka, sama saja seperti ada seseorang yang datang ke dokter dengan penuh luka, kemudian mereka memberikan antibiotik dan berkata, "Kamu bisa pulang. Kamu tidak apa-apa." Padahal jelas-jelas kalau pasien tersebut membutuhkan pertolongan.

 

Seharusnya, kalau memang mengasihi mereka, kita akan memberitahukan seluruh kebenarannya. Tanpa terkecuali. Bahwa ada hal yang dinamakan dengan neraka dan kehidupan yang kekal. Jadi, jangan biarkan Kabar Baik yang kita bagikan berhenti di surga dan segala kenikmatannya.

Menjanjikan surga tetapi tidak memberitahukan neraka, mengajarkan soal Kristus yang penuh kasih tanpa menjelaskan pertobatan, juga menyebarkan Injil tanpa Kristus sama saja kita sedang menyebarkan harapan palsu.

Memang tidak mudah, tetapi ingatlah kalau semua hal yang kita lakukan ini adalah pekerjaan Tuhan. Biarlah Tuhan sendiri yang akan berkarya melalui setiap usaha yang dilakukan untuk menyebarkan Kabar Baik.

Sumber : harvest/jawaban


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Kanan Agustus


7234

advertise with us