Inta

Official Writer
1096


Pernah nggak sih memperhatikan kapan waktu terakhir kita merekomendasikan sesuatu pada teman? Rekomendasi yang berisikan sebuah informasi tentang betapa bagusnya suatu produk, atau nikmatnya belanja di suatu tempat karena sangat praktis.

Ingatkah kapan terakhir kali kita bercerita tentang enaknya suatu makanan yang ada di sekitar kantor? Atau pujian yang dilayangkan pada satu instansi tertentu karena pelayanannya yang luar biasa? Tidak banyak di antara kita yang punya kebiasaan untuk menyebarkan hal positif tentang sesuatu.

Tetapi, sekalinya kita menerima masalah atau complain akan sesuatu, rasanya mudah sekali hal tersebut terlontar oleh mulut kita. Sebagai pribadi, seringkali ribuan kebaikan akan tertutupi oleh satu kesalahan saja. Kita menikmati pelayanan atau produk tertentu dan ketika menyukainya, kita memilih untuk diam dan tidak bercerita. Tetapi sekalinya mengalami satu pengalaman buruk, kita langsung gembor-gembor di media sosial.

Kalau hal ini sampai terjadi, kayaknya tinggal tunggu waktu saja tentang kapan sebuah brand atau merek bisa bertahan di pasaran. Bagi sebuah bisnis, sebuah cerita pengalaman akan sangat mendongkrak penjualan mereka.

Sebagian dari kita juga pasti sering bertanya soal kapan waktu terbaik untuk mengakhiri atau memulai sesuatu. Baik itu belajar, bekerja, atau memutuskan untuk berwirausaha. Salah satu motivator terkenal sering berkata kalau tidak ada bisnis yang jauh lebih baik dibandingkan dengan sebuah bisnis yang dijalankan sekarang juga.

Waktu adalah sebuah penentu sekaligus sesuatu hal paling berharga yang kita miliki sekarang ini. Kita sering meminta pada Tuhan soal waktu terbaik. Padahal, waktu sendiri terkadang bersifat sangat relatif. Kita kebanyakan menunggu waktu yang tepat, tanpa tahu sebenarnya kalau waktunya kita adalah sekarang ini.

Begitu pula dalam pelayanan. Ada yang memutuskan untuk melayani Tuhan saat menikah nanti, tetapi kenyataannya, saat sudah menikah pun, orang tersebut tidak kunjung bersedia untuk melayani Tuhan. Sekalinya ia bersedia, umurnya sudah tidak lagi seproduktif dulu.

Pengkhotbah 11:4, “Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.”

Karena kita selalu mencari-cari waktu yang terbaik, satu kebiasaan pun timbul dalam diri kita: menunda. Seperti Pengkhotbah katakan di atas tadi, bahwa waktu yang terbaik adalah saat ini. Lakukanlah yang terbaik yang kita bisa sekarang juga. Bukan besok atau lusa.

Setiap hal pasti punya resikonya tersendiri, bahkan sekali pun hal tersebut adalah sesuatu yang baik. Tetapi, resiko yang ada tersebut tidak berarti harus menahan kita untuk melakukan sesuatu hal. Justru, masalah dan resiko akan menjadi jauh lebih besar ketika kita memutuskan untuk tidak melakukannya segera. Ingat deh, makin kita menunggu, maka karya kita akan semakin berhenti sekarang juga.

Nggak perlu menunggu siap untuk melakukan hal yang baik, kok. Cukup berserah dan melakukan yang terbaik. Dengan begitu, Tuhan sendiri yang akan memperlengkapi kita untuk menjadi seorang pemenang!  

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Kateryna 10 August 2020 - 18:36:52

Kalo pdt. Danny Krishna Soepangat (GBI TENDEAN Jak.. more..

0 Answer

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Kanan Agustus


7233

advertise with us