Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
400


Ketika berjalan-jalan ke sebuah mall di Jakarta, saya melihat ada banyak sekali restoran-restoran yang memiliki konsep dapur terbuka alias open kitchen. Di sini, para tamu bisa melihat sendiri bagaimana proses makanan mereka dibuat sebelum akhirnya tersaji di depan meja.

Hal ini membuat saya tertegun. Sepertinya, beberapa tahun ke belakang, wilayah dapur dipandang sebagai hal tabu untuk di lihat oleh tamu. Nggak heran kalau jaman dulu, dapur terletak di di belakang rumah. Belum lagi ada ada istilah ‘urusan dapur’ yang menandakan kalau urusan atau permasalahan ini merupakan hal yang bersifat pribadi dan tabu untuk diketahui oleh banyak orang.

Seiring dengan berkembangnya zaman yang semakin modern, konsep dapur terbuka ini sangat bertentangan dengan istilah yang ada di masa lampau. Dapur terbuka membuat kita sebagai pelanggan bisa mengetahui semua prosesdari menyiapkan bahan sampai pengelolaan makanan.

Tentu saja konsep ini ada nilai tambah dan minusnya. Menurut saya, konsep ini justru sangatlah beresiko. Iya dong, dengan konsep yang terbuka, kita harus menjaga dapur untuk tetap bersih, rapi, higienis agar pengunjung lebih percaya pada kita. Reputasi dari restoran dipertaruhkan, sebab semuanya terlihat dengan jelas.

Sementara kalau kita bisa mengelolanya dengan baik, maka reputasi restoran pun akan meroket. Prinsip sederhananya adalah, semakin kita terbuka, maka responnya akan jadi lebih dipercaya. Sebaliknya, kalau ditutupi, kita akan jadi lebih bertanya-tanya tentang makanan yang tersaji itu, kan?

Konsep ini mengingatkan kita dalam pola hubungan. Dimana semakin kita terbuka dengan orang lain, maka orang tersebut juga akan jadi lebih percaya kepada kita. Bukankah konsep ini akan jadi cara yang paling efektif untuk menjalin sebuah kedekatan?

Kalau kita ingin jadi pribadi yang dipercaya, cobalah untuk menjadi apa adanya dan bersikap jujur. Nggak perlu menutup-nutupi keburukan kita. Sikap transparan akan membuat orang yakin terhadap kita. Sebaliknya, semakin kita tertutup, maka rasa curiga dari orang lain pun akan semakin banyak.

Selain dari hubungan, kisah keterbukaan juga membuat kita ingat dengan Alkitab. Dimana Alkitab selalu menyatakan semuanya sesuai dengan kebenaran, tanpa ada yang ditutup-tutupi. Sebut saja Daud yang merupakan seorang raja, ia sangat tahu cara menyenangkan hati Tuhan.

Tetapi Alkitab tidak menutupi kenyataan bahwa Daud pernah mengambil Batsyeba dari Uria dengan cara yang sangat licik (2 Samuel 11). Bahkan, kalau kita lihat kembali dalam silsilah Kristus, Alkitab tidak menutup-nutupi kalau Yesus lahir dari garis keturunan Rahab, yang merupakan seorang pelacur (Yosua 2:1).

Matius 1:5, “Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai.”

Mulai sekarang, kalau kita ingin menjadi pribadi yang dipercaya, mulailah untuk bersikap transparan, terbuka, dan apa adanya.

 

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Irat Irat 16 June 2019 - 14:09:41

Tuliskan kesimpulan bagaimana anda mendengar,serta.. more..

0 Answer

#v 07 virma purba 15 June 2019 - 09:28:34

apakah arti firman Tuhan menurut kitab ulangan

0 Answer

Osee 516 14 June 2019 - 12:18:08

Apakah boleh Kristen merokok

1 Answer


Yu55 Ch4nnel 28 May 2019 - 16:51:25
Bertahun2 saya meninggalkan Tuhan Yesus,hanyut dng... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:05
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:04
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Banner Mitra Juni Week 3


7263

Fun Run