Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
562


Salah seorang teman saya adalah perokok. Buat beberapa orang yang tidak merokok, asap rokok bisa menjadi sesuatu yang mengganggu. Karena saya adalah salah satu orang yang tidak menyukai rokok, dan cukup anti pada asap rokok, pernah suatu hari saya berkata pada teman, “Ih kok nggak sayang uangnya, sih? Hobinya kok setiap hari bakar uang.”

Menanggapi komentar tersebut, teman saya langsung nyeletuk, “Lha ya kamu kan makan to? Berarti kamu juga sedang makan uang.” Saya terdiam. Tidak bisa menjawab apa-apa. Padahal, dampak merokok kan sudah cukup jelas. Saya yakin kalau perokok juga pasti tahu dampaknya tersebut. Bahkan berujung pada kematian.

Meski demikian, toh tetap saja banyak dari mereka yang memutuskan untuk tetap merokok. Buat mereka, kegiatan merokok ini menimbulkan kepuasan dan bukanlah tindakan yang hanya sekedar ‘bakar uang’. Ada orang yang lebih kuat menahan diri untuk tidak makan dibandingkan harus menahan diri untuk tidak merokok.

Dari teman saya tersebut, saya belajar kenapa kita punya kebiasaan menunda. Semua orang itu pasti tahu kalau menunda itu bukanlah hal yang baik. Tetapi tetap saja masih banyak dari kita melakukannya. Menunda sering membuat kita bisa melakukan hal yang kita sukai. Kebiasaan ini membuat kita bisa punya waktu untuk bersantai.

Setiap orang pasti pengin sukses. Tapi tidak banyak orang yang mau bayar harga untuk mencapai kesuksesan. Kita lebih memilih untuk menunda kesuksesan dengan bersantai-santai dan melakukan hal yang kurang produktif seperti menonton TV dan lainnya.

Sama seperti sebuah kebiasaan buruk lainnya, kita harus ingat kalau semua ‘kenikmatan’ itu pasti akan menuntut imbalan yang lebih besar dari kenikmatan tersebut. Kita bisa menunda sebuah kewajiban selama satu hari, tetapi nantinya, kita akan lebih repot saat mengerjakan kewajiban tersebut.

Sekarang ini, mungkin kita bisa bersantai selama beberapa jam, tetapi beberapa waktu berikutnya, kita harus mengejar ketertinggalan dan pastinya akan menjadi lebih lelah. ‘Sebentar lagi’  adalah sebuah kalimat yang sering kita pakai untuk menunda.

Amsal 18:9, “Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.” Ayat dalam Amsal di atas mengatakan kalau menunda dapat menjadikan kita untuk bermalas-malasan, dimana ini menunjukkan bahwa kita adalah saudara dari si perusak.

Jadi, setiap kita tergoda untuk menunda sesuatu, ingat kalau nikmatnya menunda tidak akan sebanding dengan kerusakan yang dihasilkannya. Dengan menunda, kita sama saja menunggu kesuksesan untuk datang lebih lama daripada seharusnya.

Ada sebuah pepatah kalau kesuksesan akan didapat bagi mereka yang mau bayar harga untuk tidak menundanya. Waktu kita tidak banyak, untuk itu, yuk gunakan waktu kita sebaik mungkin dengan melakukan yang terbaik bagi Tuhan dan apa pun yang sedang kita kerjakan sekarang ini.

 

Sumber : jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erlan Atandima 14 December 2019 - 10:58:36

Ciri ciri lahir kemabali

0 Answer

Shanty Nurvita 13 December 2019 - 22:07:07

Tiga kali umur Airin di kurangi umur Amel lebih da.. more..

0 Answer

Anang Dwi 12 December 2019 - 16:02:35

Cara bertobat

0 Answer


JustinDI 22 November 2019 - 16:40:34
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

JustinDI 22 November 2019 - 16:40:25
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Banner Mitra Desember week 2


7265

Banner Mitra Desember week 2