Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
388


Salah seorang teman saya adalah perokok. Buat beberapa orang yang tidak merokok, asap rokok bisa menjadi sesuatu yang mengganggu. Karena saya adalah salah satu orang yang tidak menyukai rokok, dan cukup anti pada asap rokok, pernah suatu hari saya berkata pada teman, “Ih kok nggak sayang uangnya, sih? Hobinya kok setiap hari bakar uang.”

Menanggapi komentar tersebut, teman saya langsung nyeletuk, “Lha ya kamu kan makan to? Berarti kamu juga sedang makan uang.” Saya terdiam. Tidak bisa menjawab apa-apa. Padahal, dampak merokok kan sudah cukup jelas. Saya yakin kalau perokok juga pasti tahu dampaknya tersebut. Bahkan berujung pada kematian.

Meski demikian, toh tetap saja banyak dari mereka yang memutuskan untuk tetap merokok. Buat mereka, kegiatan merokok ini menimbulkan kepuasan dan bukanlah tindakan yang hanya sekedar ‘bakar uang’. Ada orang yang lebih kuat menahan diri untuk tidak makan dibandingkan harus menahan diri untuk tidak merokok.

Dari teman saya tersebut, saya belajar kenapa kita punya kebiasaan menunda. Semua orang itu pasti tahu kalau menunda itu bukanlah hal yang baik. Tetapi tetap saja masih banyak dari kita melakukannya. Menunda sering membuat kita bisa melakukan hal yang kita sukai. Kebiasaan ini membuat kita bisa punya waktu untuk bersantai.

Setiap orang pasti pengin sukses. Tapi tidak banyak orang yang mau bayar harga untuk mencapai kesuksesan. Kita lebih memilih untuk menunda kesuksesan dengan bersantai-santai dan melakukan hal yang kurang produktif seperti menonton TV dan lainnya.

Sama seperti sebuah kebiasaan buruk lainnya, kita harus ingat kalau semua ‘kenikmatan’ itu pasti akan menuntut imbalan yang lebih besar dari kenikmatan tersebut. Kita bisa menunda sebuah kewajiban selama satu hari, tetapi nantinya, kita akan lebih repot saat mengerjakan kewajiban tersebut.

Sekarang ini, mungkin kita bisa bersantai selama beberapa jam, tetapi beberapa waktu berikutnya, kita harus mengejar ketertinggalan dan pastinya akan menjadi lebih lelah. ‘Sebentar lagi’  adalah sebuah kalimat yang sering kita pakai untuk menunda.

Amsal 18:9, “Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.” Ayat dalam Amsal di atas mengatakan kalau menunda dapat menjadikan kita untuk bermalas-malasan, dimana ini menunjukkan bahwa kita adalah saudara dari si perusak.

Jadi, setiap kita tergoda untuk menunda sesuatu, ingat kalau nikmatnya menunda tidak akan sebanding dengan kerusakan yang dihasilkannya. Dengan menunda, kita sama saja menunggu kesuksesan untuk datang lebih lama daripada seharusnya.

Ada sebuah pepatah kalau kesuksesan akan didapat bagi mereka yang mau bayar harga untuk tidak menundanya. Waktu kita tidak banyak, untuk itu, yuk gunakan waktu kita sebaik mungkin dengan melakukan yang terbaik bagi Tuhan dan apa pun yang sedang kita kerjakan sekarang ini.

 

Sumber : jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Carmel Lita 19 April 2019 - 14:19:30

Mohon doanya untuk ayah kami Ignatius Budi agar bi.. more..

0 Answer

fuamu 18 April 2019 - 14:26:35

bila pohon tumbang ke selatan atau ke utara

0 Answer

luh purnami 17 April 2019 - 18:30:26

Ketut sweda

0 Answer


Kalvin Kristianto 24 March 2019 - 06:35:58
Shaloom, Minta doa-doanya saudara sekalian, terunt... more..

Leonardo Leo 15 March 2019 - 09:48:08
Mohon bantuan doanya agar setiap usaha untuk melun... more..

Dian Parluhutan 9 March 2019 - 11:10:41
shalom Semua, mohon doa untuk terobosan Tuhan su... more..

2 March 2019 - 16:26:58
Mohon doanya agar Tuhan memberikan hati yang lebih... more..

Banner Mitra Maret Week 3


7244

Mision Trip