Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
515


Seorang anak lelaki berusia 8 tahun bernama Hayden Ellis bertugas untuk mempresentasikan sesuatu di depan kelasnya. Ia telah mempersiapkan materi yang berisikan tentang kisah yang diambilnya dari Alkitab. Namun, ketika gilirannya tiba, Hayden justru diminta berhenti oleh gurunya.

"Guru minta saya untuk berhenti berbicara," ungkap Hayden pada ayahnya, John Ellis, yang menceritakan kronologi cerita anaknya tersebut di sebuah kolom PJ Media.

Hayden berkata kalau gurunya langsung memanggil murid selanjutnya dan tidak memperbolehkannya untuk meneruskan ceritanya.

"Anak saya telah membaca kisah Daniel dan ingin menceritakan kisah yang telah dibacanya tersebut kepada teman-temannya. Apa yang tidak disadarinya adalah bahwa Alkitab, tidak peduli seberapa pentingnya itu, belum tentu diterima oleh orang banyak," tulis John dalam kolom tersebut.

Hayden bersekolah di sebuah sekolah publik di Arlington County, Virginia, Amerika Serikat, salah satu kota yang progresif di negaranya tersebut.

Pengalaman yang terjadi atas Hayden ini sekaligus menyoroti keacuhan dan sikap intoleran secara keseluruhan.

Sebagai orang tua, John mengaku kalau dirinya kecewa terhadap lingkungan yang membangun tembok antagonis pada Kristen, yang mana hal ini tidak membuatnya heran.

"Sebelum Yesus naik ke surga, Ia mengatakan kalau dunia membenci kita sebab kita adalah muridNya. Jadi, ketika kita merasa sedih dengan lingkungan yang secara eksplisit cenderung menjahi kebenaran untuk takut akan Tuhan, hal ini bukanlah sesuatu yang mengherankan," terangnya.

Tindakan guru Hayden ini diresponi dengan santai oleh ayahnya, namun John mendesak umat Kristen untuk mengambil pendekatan lain untuk memberitakan Injil.

"Sebagai orang Kristen, kita harus berhati-hati untuk tidak menjelekkan atau marah terhadap mereka yang tidak percaya, sebab kita dipanggil untuk menyebarkan Injil kepada mereka, dan mengharapkan pertobatan dari mereka," lanjutnya.

Ia bahkan menyebutkan Rasul Paulus sebagai salah satu contoh atas sikapnya yang radikal dalam mengabarkan Kabar Baik.

Ayah Hayden juga mengatakan kalau tindakan diksriminatif bisa jadi merupakan dorongan bagi orang percaya untuk berteriak soal Kabar Baik bagi orang banyak.

Sumber : cbn

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Mery Purangga 18 January 2019 - 04:04:20

Gembala yang baik

0 Answer

Mery Purangga 18 January 2019 - 04:02:13

Perceraian

0 Answer

Usui_ Takumi 17 January 2019 - 10:23:18

Di bayar utang pada pelanggan rp.200000 pengaruh t.. more..

0 Answer


ROTH GERENEMUS K A U 5 January 2019 - 15:20:01
Saya mohon bantuan doa ny, krna sy mengalami pergo... more..

chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Banner Mitra Week 2


7223

advertise with us