Menikah dan Memutuskan Kerja Dari Rumah? Lakukan Hal Ini Biar Nggak Menyesal

Menikah dan Memutuskan Kerja Dari Rumah? Lakukan Hal Ini Biar Nggak Menyesal

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: read/index.php

Line Number: 56

1717387258563145 Official Writer
1031

"Enak banget sih kamu, kerjanya dari rumah dan bisa bangun kapan saja."


"Halo Naomi, apakah kamu punya waktu untuk bicara? Saya butuh doa nih."

Terbebas dari jam kerja formal mulai dari jam 8 pagi hingga 5 sore, tampaknya kerja di rumah adalah impian bagi banyak orang. Kamu bisa bekerja santai dengan pakaian yang seadanya, dan nggak bakal terjebak macet, polisi, berdesak-desakan di kendaraan umum, bahkan kamu juga bisa mengatur kerjamu sendiri.

Nyatanya bekerja di rumah nggak se-enak yang kita pikirkan, bisa menjadi repot dan bisa menjadi seru karena karena begitu sulit menyeimbangkan kerja dan situasi di dalam rumah.

Meski pun begitu, kita tetap harus ingat di Kolose  3:23-24 dikatakan: "Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia . Kamu tahu, bahwa  dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah Tuan dan kamu hambaNya."

Jadi buat kamu yang bekerja di rumah, mungkin ini bisa kamu lakukan agar apa yang kamu kerjakan tetap terkendali bersamaan dengan urusan rumah ataupun anak-anak :

1. Rangkul dan pertahankan batasan kamu dalam bekerja

Salah satu perjuangan orang bekerja dari rumah adalah merasa bahwa semuanya harus dikerjakan setiap saat dengan sempurna. Berjuang menjadi istri yang baik, karyawan yang terbaik, bahkan mungkin menjadi ibu yang baik.

Kita berjuang untuk memakai topi itu secara bersamaan dengan perasaan yang nggak mungkin. Mencoba untuk mengerjakan pekerjaan, sambil membantu anak untuk mengerjakan PR, lalu angkat telepon dari suami dan lain sebagainya. Rasanya kita tak ada waktu untuk diri sendiri, kita mulai ceroboh dan membuat banyak kesalahan mengenai urusan rumah dan pekerjaan.

Sebaiknya, bikin batasan untuk semua yang kamu kerjakan. Kamu harus hati-hati dan tahu kapan harus bekerja, beresin rumah, urusin anak hingga suami.


2. Kamu harus bikin ruang kerja sendiri

Nah, dengan bikin ruang kerja sendiri akan membuat kamu lebih nyaman. Jadi ketika keluarga kamu melihat kamu sedang bekerja di ruang kerjamu, itu berarti mereka nggak bisa diganggu kecuali sesuatu yang sangat darurat.

Latih dan beritahulah keluarga kamu dengan hal itu. Mungkin pada awalnya, keluarga kamu akan menyalakan TV dan mengajak kamu ngobrol ketika kamu sedang sibuk bekerja. Tetapi ketika mereka sudah tahu, maka mereka akan mulai mengerti akan pekerjaan kamu.

3. Atur jam kerja kamu

Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu sampai semuanya kamu abaikan ya.

Sebaiknya atur jam kerjamu, pastikan semua urusan rumah dan anak-anak sudah beres baru bekerja.

Manfaatkan semua slot waktu yang ada untuk bekerja.

dan yang paling penting, kamu harus tetap memiliki waktu berkumpul dan liburan bersama keluargamu. Jangan senin sampai sabtu kamu habiskan untuk bekerja selama bertahun-tahun tanpa liburan atau sekedar nonton bersama anggota keluarga.

Memiliki jam kerja yang fleksibel bukan berarti kamu bisa seenaknya menelantarkan pekerjaan rumah demi itu. Ingat, kamu adalah orang Kristen yang dewasa yang seharusnya mengerti tanggung jawab dan prioritas.

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami