Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Budhi Marpaung

Official Writer
530


Dukungan terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual agar segera dibahas oleh DPR RI terus berdatangan. Kali ini, yang menyampaikan secara terbuka adalah PERUATI, salah satu organisasi Kristen di Indonesia yang terdiri dari para perempuan berpendidikan teologi.

Ditemui oleh Jawaban.Com seusai acara Diskusi Publik dengan tema “Konsolidasi dan Pendalaman Substantif Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual”, Ketua PERUATI Pendeta (pdt.) Ruth Ketsia Wangkai, M.Th mengungkapkan bahwa dukungan pihaknya berikan karena salah satu fokus dari PERUATI memang terkait kepada permasalahan-permasalahan seksual.

“Kami juga terdorong untuk membangun kekuatan dan jaringan dengan demikian ketika kita membangun jaringan lebih kuat dan mendukung perjuangan dari KOMNAS PEREMPUAN, Forum Pengada Layanan, dan elemen lain, gaungnya dan desakan kepada DPR RI untuk bahas dan sahkan itu kan jadi lebih kuat,” ujar Ruth Ketsia di Grha Oikoumene PGI, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018).


(Pdt. Ruth Ketsia Wangkai, M.Th sedang membacakan pernyataan sikap PERUATI dalam rangka Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Tahun 2018 / Sumber: Harian Nasional / Winanti)

Lebih jauh diungkapkan oleh Ruth Ketsia, visi dan misi PERUATI adalah menjadi rumah dan gerakan bersama transformasi untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan. Oleh karena itu, pihaknya termasuk yang mengkritik keras kejadian-kejadian kekerasan seksual terutama yang terjadi di dalam institusi gereja.   

“Bagi kami itu (kasus kekerasan seksual) bukan hanya urusan aparat hukum, tapi gereja juga harus melihat hal itu sebagai masalah teologis seperti kami rumuskan dalam pernyataan sikap tadi,” imbuh perempuan penyandang gelar S2 teologi ini.

Baca Juga: Kekerasan Seksual di Indonesia Sudah Gawat Darurat, PERUATI Nyatakan Sikap Resmi!

Terkait RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Pdt Ruth Ketsia mengatakan bahwa pihaknya berharap DPR RI segera membahas dan mengesahkannya.

“karena setelah RUU itu dibahas dan disahkan sebagai undang-undang, itu akan sangat menolong kepada korban dan hak-haknya, selama itu tidak ada, KUHP tidak bisa mengcover, KUHP hanya bisa memuat satu-dua pasal saja, tidak spesifik karena itu dalam pemaparan materi kan dibilang bahwa selama ini ada kasus kekerasan seksual terabaikan dan malah banyak kali korban disalahkan lagi, jadi terjadi reviktimisasi karena rumusan-rumusan dalam KUHP belum dapat sepenuhnya melindungi hak-hak korban tetapi kalau RUU Penghapusan Kekerasan seksual ini diundang-undangkan ada banyak (mengenai) korban dan pemulihan korban dan juga sanksi bagi pelaku,” pungkasnya. 

Sumber : Jawaban.Com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Appolo 23 October 2019 - 08:14:30

Siapakah appolo?

0 Answer

Bambang Wijaya 22 October 2019 - 18:49:03

Hidup lama adalah hidup yang penuh dengan

0 Answer

Tegar Ihsan 22 October 2019 - 18:31:58

Pengaruh perbedaan waktu pada kehidupan sehari har.. more..

0 Answer


Berkat Melimpah 8 October 2019 - 05:08:21
Tolong doakan supaya Tuhan beri jalan / pekerjaan ... more..

Cristian Sipahutar 1 October 2019 - 12:41:13
Perkenalkan nama saya Cristian Sipahutar, saya sdh... more..

nafty louise 21 September 2019 - 21:18:28
Selamat malam, nama saya nafty saat ini saya mohon... more..

Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

Banner Mitra Oktober Week 4


7270

Banner Mitra Oktober Week 4