Lori

Official Writer
719


Di jaman serba teknologi ini, masyarakat tak lagi sulit untuk mencari informasi apapun. Hanya bermodalnya berselancar di internet lewat ponsel genggam, semua pertanyaanmu soal apapun bisa kamu temukan. Meski sangat memudahkan masyarakat tapi hal ini belum tentu dianggap baik loh.

Pasalnya beragam informasi yang bisa kita dapatkan di internet belum tentu semuanya akurat atau terpercaya. Hal inilah yang jadi alasan kenapa kita harus hati-hati mempercayai saran kesehatan dari internet.

Kita bisa lihatkan bagaimana media sosial bisa jadi media monumental untuk penyebaran informasi, baik Youtube, Facebook, Instagram maupun Twitter. Tapi faktanya, kita justru bisa diserang oleh ancaman penyebaran hoaks atau informasi yang tidak akurat.

Kamu mungkin pernah mendengar tentang blogger kebugaran asal Australia, Belle Gibson yang mengaku bisa menyembuhkan kankernya dengan makan sehat dan menolak kemoterapi. Di tahun 2015, sekitar dua tahun setelah dia menjadi terkenal, Gibson mengakui kalau dia berboghong soal diagnosa kankernya.

Tentu saja kita akan kecewa kalau tahu kita dibohongi. Tapia da banyak oknum di luar sana yang sengaja memanfaatkan kondisi orang lain untuk mencapai tujuannya. Apalagi hal itu jauh lebih mudah dilakukan dengan internet.

Mengingat semakin luas dan rumitnya bidang kedokteran yang terus berubah, kita pun semakin sulit untuk menerjemahkan informasi dalam bahasa awam. Sementara kita juga harus tetap mempertahankan keakuratan informasi. Bahkan ilustrasi soal kanker prostat yang diunggah di Youtube sendiri harus menjalani pemeriksaan lebih dulu dalam penelitian baru oleh Fakultas Koedokteran New York University. Jadi nggak sembarangan loh!

Di sisi lain, sekitar 75% video kesehatan hanya menjabarkan soal manfaat kesehatan tertentu. Dan 53 % lainnya menjelaskan bahaya dan efek sampingnya. Sementara seperlima dari semua video yang merekomendasikan pengobatan alternatif di dalam internet sama sekali tidak memiliki dasar secara ilmiah.

“Studi kamu menunjukkan kalau setiap orang benar-benar perlu mewaspadai video-video Youtube tentang kanker prostat,” kata ahli urologi Stacy Loeb.

Loeb menganjurkan supaya mereka yang mencoba untuk mencari tahu soal kondisi kesehatannya lewat ciri-ciri dan gejala yang dialami di internet lebih berhati-hati lagi. Seperti halnya dimana sejumlah artikel kesehatan telah mengklaim kalau gejala sakit kepala bisa jadi tanda kanker otak. Padahal belum tentu begitu.

“Dr. Google sudah masuk dalam ruang ujicoba entah kita suka maupun gak. Informasi itu kuat tapi hanya sebaik sumbernya. Pastikan informasinya berasal dari sumber terpercaya. Teliti. Tanyakan kepada doktermu rekomendasi situs kesehatan terpercaya,” tandas Loeb.

Aku pikir kita sangat setuju ya dengan artikel ini. Di internet kita memang bisa mendapatkan beragam jawaban dari pertanyaan kita. Tapi belum tentu semuanya akurat dan ilmiah. Karena, mulailah berhati-hati terhadap informasi kesehatan yang kamu dapatkan dari sebuah website atau media sosial manapun.

Sumber : Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7239

advertise with us