Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
414


Di jaman serba teknologi ini, masyarakat tak lagi sulit untuk mencari informasi apapun. Hanya bermodalnya berselancar di internet lewat ponsel genggam, semua pertanyaanmu soal apapun bisa kamu temukan. Meski sangat memudahkan masyarakat tapi hal ini belum tentu dianggap baik loh.

Pasalnya beragam informasi yang bisa kita dapatkan di internet belum tentu semuanya akurat atau terpercaya. Hal inilah yang jadi alasan kenapa kita harus hati-hati mempercayai saran kesehatan dari internet.

Kita bisa lihatkan bagaimana media sosial bisa jadi media monumental untuk penyebaran informasi, baik Youtube, Facebook, Instagram maupun Twitter. Tapi faktanya, kita justru bisa diserang oleh ancaman penyebaran hoaks atau informasi yang tidak akurat.

Kamu mungkin pernah mendengar tentang blogger kebugaran asal Australia, Belle Gibson yang mengaku bisa menyembuhkan kankernya dengan makan sehat dan menolak kemoterapi. Di tahun 2015, sekitar dua tahun setelah dia menjadi terkenal, Gibson mengakui kalau dia berboghong soal diagnosa kankernya.

Tentu saja kita akan kecewa kalau tahu kita dibohongi. Tapia da banyak oknum di luar sana yang sengaja memanfaatkan kondisi orang lain untuk mencapai tujuannya. Apalagi hal itu jauh lebih mudah dilakukan dengan internet.

Mengingat semakin luas dan rumitnya bidang kedokteran yang terus berubah, kita pun semakin sulit untuk menerjemahkan informasi dalam bahasa awam. Sementara kita juga harus tetap mempertahankan keakuratan informasi. Bahkan ilustrasi soal kanker prostat yang diunggah di Youtube sendiri harus menjalani pemeriksaan lebih dulu dalam penelitian baru oleh Fakultas Koedokteran New York University. Jadi nggak sembarangan loh!

Di sisi lain, sekitar 75% video kesehatan hanya menjabarkan soal manfaat kesehatan tertentu. Dan 53 % lainnya menjelaskan bahaya dan efek sampingnya. Sementara seperlima dari semua video yang merekomendasikan pengobatan alternatif di dalam internet sama sekali tidak memiliki dasar secara ilmiah.

“Studi kamu menunjukkan kalau setiap orang benar-benar perlu mewaspadai video-video Youtube tentang kanker prostat,” kata ahli urologi Stacy Loeb.

Loeb menganjurkan supaya mereka yang mencoba untuk mencari tahu soal kondisi kesehatannya lewat ciri-ciri dan gejala yang dialami di internet lebih berhati-hati lagi. Seperti halnya dimana sejumlah artikel kesehatan telah mengklaim kalau gejala sakit kepala bisa jadi tanda kanker otak. Padahal belum tentu begitu.

“Dr. Google sudah masuk dalam ruang ujicoba entah kita suka maupun gak. Informasi itu kuat tapi hanya sebaik sumbernya. Pastikan informasinya berasal dari sumber terpercaya. Teliti. Tanyakan kepada doktermu rekomendasi situs kesehatan terpercaya,” tandas Loeb.

Aku pikir kita sangat setuju ya dengan artikel ini. Di internet kita memang bisa mendapatkan beragam jawaban dari pertanyaan kita. Tapi belum tentu semuanya akurat dan ilmiah. Karena, mulailah berhati-hati terhadap informasi kesehatan yang kamu dapatkan dari sebuah website atau media sosial manapun.

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Riama Manik 22 July 2019 - 18:53:22

Negara apa yang terletak paling utara

0 Answer

Buster street Wear 22 July 2019 - 12:34:35

Biseksual

0 Answer

Fadhila Eka 21 July 2019 - 20:08:48

nilai dari 5 pangkat negatif 4 dikali 5 pangkat ne.. more..

0 Answer


Marlina - 21 July 2019 - 15:09:28
Saya Marlina saat ini saya sedang terlilit hutang ... more..

Yu55 Ch4nnel 28 May 2019 - 16:51:25
Bertahun2 saya meninggalkan Tuhan Yesus,hanyut dng... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:05
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Banner Fun Run Juli week 3


7272

Banner Testify Juli week 3