Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
185


Nafas Tuhan yang ada dalam kita merupakan sebuah sukacita yang luar biasa. Ketika kita merasakan sukacita tersebut, kita jadi selaras dengan Tuhan. Sebagai manusia, kita pasti pernah mengalami kesedihan, kehilangan, atau hal lain yang rasanya membuat kita sangat menderita. Begitu pula orang lain.

Ketika kita bertemu dengan orang yang sedang mengalami kesukaran, sementara roh sukacita selalu tinggal dalam kita, apa yang akan kita lakukan? Haruskah kita merasakan sukacita tersebut, sementara orang lain sedang menangis?

Menanggapi hal ini, Rasul Paulus menuliskan dalam Roma 12:15, "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis." Kita semua diciptakan untuk mengalami sukacita yang kekal dari Tuhan. Namun, ada kalanya kita harus berhadapan dengan sesama yang sedang mengalami kesukaran.

Kebahagiaan bisa melukai orang-orang yang tidak merasakannya

Ketika ada teman kita yang baru saja putus dengan pacarnya, sementara kita sudah nggak sabar untuk mengabarinya bahwa kita baru saja jadian dengan orang lain, bisa saja hal ini membuat orang lain jadi lebih buruk.

Di sisi lain, kita pengin berbagi kebahagiaan, tetapi kita sadar kalau teman sedang mengalami kesulitan. Teman kita pasti akan merasa kita egois kalau kita tidak mau mendengarkan. Inilah mengapa kebahagiaan bisa menyakiti orang lain meskipun kita melakukannya secara tidak sengaja.

Seperti sukacita, sedih pun bisa melukai

Dalam Filipi 4:5, Rasul Paulus menuliskan kita untuk selalu bersukacita. Kalau sukacita atau kebahagiaan bisa melukai orang lain, ada juga bentuk kesedihan yang menyakitkan. Contohnya. Ketika bersedih dan tertekan, kita pasti memilih agar teman-teman tidak membebani dengan cerita kesedihan mereka pula.

Lalu, apa yang harus kita lakukan saat mendapati teman yang sedang bersedih?

Filipi 4:5, "Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!"

Sukacita yang dikatakan oleh Rasul Paulus merupakan sukacita yang membuat orang lain merasakan kebaikan dan kelembutan. Inilah sifat alamiah sebuah sukacita yang berasal dari Tuhan. Kita sendiri tidak pernah bisa merasakannya, tetapi ketika sukacita itu ada dalam kita, orang lain sendiri yang akan merasakannya.

Sukacita dari Tuhan yang ada dalam kita itu menular. Sekarang, kita tahu rahasia untuk membuat orang lain jadi lebih baik dalam kesukarannya, yaitu dengan berada bersama dengannya dan berdoa agar Tuhan sendiri yang memberikan penghiburan untuknya.

Tugas kita kini adalah dengan mencari sukacita itu sendiri dalam Tuhan. Kita tidak bisa memberi segala sesuatu yang tidak kita punya. Jadi, ingatlah untuk mencari terlebih dahulu Tuhan dan kebenarannya, maka tanpa waktu yang pasti dan kita sadari, kehadiran kita dapat menghangatkan setiap hati yang dingin dan bersedih. 

Sumber : taize

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Hendri Sianturi 19 December 2018 - 03:13:24

Kenapa kita sebagai agama kristen memakan babi..Bu.. more..

0 Answer

traveller cantik 19 December 2018 - 00:01:26

Kalau kita tidak menyukai hobby pasangan bagaimana.. more..

0 Answer

Rizam Lede 17 December 2018 - 13:25:45

Mencari pacar yang Takut akan Tuhan

0 Answer


chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Lina 2 December 2018 - 15:32:08
Bantu saya Dan doakan saya selalu kuat di dalam Tu... more..

Banner Mitra Week  3


7227

Superyouth