Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
245


Nafas Tuhan yang ada dalam kita merupakan sebuah sukacita yang luar biasa. Ketika kita merasakan sukacita tersebut, kita jadi selaras dengan Tuhan. Sebagai manusia, kita pasti pernah mengalami kesedihan, kehilangan, atau hal lain yang rasanya membuat kita sangat menderita. Begitu pula orang lain.

Ketika kita bertemu dengan orang yang sedang mengalami kesukaran, sementara roh sukacita selalu tinggal dalam kita, apa yang akan kita lakukan? Haruskah kita merasakan sukacita tersebut, sementara orang lain sedang menangis?

Menanggapi hal ini, Rasul Paulus menuliskan dalam Roma 12:15, "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis." Kita semua diciptakan untuk mengalami sukacita yang kekal dari Tuhan. Namun, ada kalanya kita harus berhadapan dengan sesama yang sedang mengalami kesukaran.

Kebahagiaan bisa melukai orang-orang yang tidak merasakannya

Ketika ada teman kita yang baru saja putus dengan pacarnya, sementara kita sudah nggak sabar untuk mengabarinya bahwa kita baru saja jadian dengan orang lain, bisa saja hal ini membuat orang lain jadi lebih buruk.

Di sisi lain, kita pengin berbagi kebahagiaan, tetapi kita sadar kalau teman sedang mengalami kesulitan. Teman kita pasti akan merasa kita egois kalau kita tidak mau mendengarkan. Inilah mengapa kebahagiaan bisa menyakiti orang lain meskipun kita melakukannya secara tidak sengaja.

Seperti sukacita, sedih pun bisa melukai

Dalam Filipi 4:5, Rasul Paulus menuliskan kita untuk selalu bersukacita. Kalau sukacita atau kebahagiaan bisa melukai orang lain, ada juga bentuk kesedihan yang menyakitkan. Contohnya. Ketika bersedih dan tertekan, kita pasti memilih agar teman-teman tidak membebani dengan cerita kesedihan mereka pula.

Lalu, apa yang harus kita lakukan saat mendapati teman yang sedang bersedih?

Filipi 4:5, "Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!"

Sukacita yang dikatakan oleh Rasul Paulus merupakan sukacita yang membuat orang lain merasakan kebaikan dan kelembutan. Inilah sifat alamiah sebuah sukacita yang berasal dari Tuhan. Kita sendiri tidak pernah bisa merasakannya, tetapi ketika sukacita itu ada dalam kita, orang lain sendiri yang akan merasakannya.

Sukacita dari Tuhan yang ada dalam kita itu menular. Sekarang, kita tahu rahasia untuk membuat orang lain jadi lebih baik dalam kesukarannya, yaitu dengan berada bersama dengannya dan berdoa agar Tuhan sendiri yang memberikan penghiburan untuknya.

Tugas kita kini adalah dengan mencari sukacita itu sendiri dalam Tuhan. Kita tidak bisa memberi segala sesuatu yang tidak kita punya. Jadi, ingatlah untuk mencari terlebih dahulu Tuhan dan kebenarannya, maka tanpa waktu yang pasti dan kita sadari, kehadiran kita dapat menghangatkan setiap hati yang dingin dan bersedih. 

Sumber : taize

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

rina ashari 15 February 2019 - 04:48:52

makanan yang baik untuk ibu hamil usis di atas 40 .. more..

0 Answer

Ria Lukita 14 February 2019 - 20:53:48

Pelecehan

0 Answer

Margareth 12 February 2019 - 20:29:50

Sudah bertahun tahun saya tidak pernah berdoa, say.. more..

0 Answer


Abigail Eleanor 11 February 2019 - 18:23:08
Tolong doakan saya lg mencari kerja..usia saya 35t... more..

A 8 February 2019 - 17:48:57
Tes

Viona 7 February 2019 - 10:54:05
Saya mohon dukungan dalam doa untuk pasangan hidup... more..

Rio Hascaryo 7 February 2019 - 08:48:26
Thanks buat kemarin, saya dapat melalui hari denga... more..

Banner Mitra Week 3


7233

advertise with us