Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
6253


Di usianya yang masih muda, 19 tahun, mantan pramugari Lion Air Laura Lazarus menuturkan pengalamannya pernah dua kali mengalami kecelakaan pesawat.

Dua kecelakaan pesawat itu terjadi pada tahun 2004.  Kecelakaan pertama di Solo terjadi saat pesawat keluar dari landasan pacu dan roda depan terbenam di lumpur. Untungnya kecelakaan ini tak menyebabkan luka atau cidera apa-apa. Namun kecelakaan kedua yang terjadi di Palembang pada November 2004 yang terbilang parah karena saat itu Laura menuturkan bahwa saat hendak mendarat, terjadi goncangan hebat di udara. Dan saat mencoba untuk mendarat, pesawat tiba-tiba keluar landasan, menabrak pagar dan berhenti di atas kuburan.

Akibat dari kecelakaan ini, pilot dan sejumlah rekan pramugari meninggal dunia. Sementara Laura mengalami luka yang cukup parah di bagian wajah, kehilangan jari dan patah tulang kaki. Setelah kecelakaan, Laura harus intens menjalani operasi lebih dari 19 kali selama 1.5 tahun. Dan bahkan sampai tahun 2017 lalu dirinya masih terus menjalani operasi untuk memulihkan dampak dari luka kecelakaan yang dia alami itu.

“Sebagian muka saya hancur dan tulang pipi saya remuk. Saat itu tangan saya copot, pinggang patah, kaki patah, betis hilang setengah bagian,” tutur Laura saat diundang dalam acara Talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC).

Meski pernah kecelakaan pesawat, tapi Laura mengaku tak ingin trauma naik pesawat. “Banyak orang bertanya kepadaku “kok bisa dan berani naik pesawat lagi setelah mengalami kecelakaan pesawat?” Memang apa yang aku lalui tidaklah mudah, bayangkan…2 kali ngalamin kecelakaan pesawat saat bertugas. Ngebayangin aja harus naik pesawat lagi, perut aku rasanya mua,” tulisnya dalam blog pribadinya lauralazarus.net.

Baca Juga : Laura Lazarus: Wanita Pemuja Kecantikan yang Menjadi Korban Kecelakaan

Meski di awal-awal pasca kecelakaan dia mengaku masih trauma dan harus kembali naik pesawat lagi setahun setelah kecelakaan, dia benar-benar ketakutan. Tapi Laura berhasil mengatasi trauma tersebut dengan mengubah pola pikirnya yaitu dengan menghadapi trauma itu sendiri, berdoa dan smenyadari kalau peristiwa kecelakaan yang dia alami sudah berlalu. Dan langkah inilah yang membuatnya berhasil melalui masa-masa trauma saat hendak naik pesawat.

Seperti diketahui, setelah kecelakaan itu Laura memutuskan untuk tak lagi kembali sebagai pramugari. Perlahan-lahan dia kembali bangkit dari pengalaman mengerikan itu dan memulai hidup baru menjadi penulis dan telah meluncurkan buku hasil pengalamannya sendiri berjudul Unbroken Wings.

Saat ini Laura juga aktif menjadi pembicara dan konsultan penulisan di salah satu penerbitan di Indonesia.

Semoga kisah ini menginspirasi kita semua dan membuat setiap kita yang tengah dihantui rasa takut pasca kecelakaan pesawat Lion Air JT 160 mampu mengatasi ketakutan dan trauma kita. 

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Bang Joker4 19 March 2019 - 07:48:09

Apa itu melayu

0 Answer

Rasya 18 March 2019 - 19:13:38

ASEAN

0 Answer

Rasya 18 March 2019 - 19:12:53

kepala pemerintah negara singapur adalah

0 Answer


Leonardo Leo 15 March 2019 - 09:48:08
Mohon bantuan doanya agar setiap usaha untuk melun... more..

Dian Parluhutan 9 March 2019 - 11:10:41
shalom Semua, mohon doa untuk terobosan Tuhan su... more..

2 March 2019 - 16:26:58
Mohon doanya agar Tuhan memberikan hati yang lebih... more..

Richard 18 February 2019 - 20:46:28
Tolong Doakan agar hutang saya dapat berkurang.

Banner Mitra Maret Week 2


7245

advertise with us