Kisah Laura Lazarus, Mantan Pramugari Lion Air yang Dua Kali Alami Kecelakaan Pesawat

Nasional / 31 October 2018

Kisah Laura Lazarus, Mantan Pramugari Lion Air yang Dua Kali Alami Kecelakaan Pesawat
Sumber: Instagram.com
Lori Official Writer
14943

Di usianya yang masih muda, 19 tahun, mantan pramugari Lion Air Laura Lazarus menuturkan pengalamannya pernah dua kali mengalami kecelakaan pesawat.

Dua kecelakaan pesawat itu terjadi pada tahun 2004.  Kecelakaan pertama di Solo terjadi saat pesawat keluar dari landasan pacu dan roda depan terbenam di lumpur. Untungnya kecelakaan ini tak menyebabkan luka atau cidera apa-apa. Namun kecelakaan kedua yang terjadi di Palembang pada November 2004 yang terbilang parah karena saat itu Laura menuturkan bahwa saat hendak mendarat, terjadi goncangan hebat di udara. Dan saat mencoba untuk mendarat, pesawat tiba-tiba keluar landasan, menabrak pagar dan berhenti di atas kuburan.

Akibat dari kecelakaan ini, pilot dan sejumlah rekan pramugari meninggal dunia. Sementara Laura mengalami luka yang cukup parah di bagian wajah, kehilangan jari dan patah tulang kaki. Setelah kecelakaan, Laura harus intens menjalani operasi lebih dari 19 kali selama 1.5 tahun. Dan bahkan sampai tahun 2017 lalu dirinya masih terus menjalani operasi untuk memulihkan dampak dari luka kecelakaan yang dia alami itu.

“Sebagian muka saya hancur dan tulang pipi saya remuk. Saat itu tangan saya copot, pinggang patah, kaki patah, betis hilang setengah bagian,” tutur Laura saat diundang dalam acara Talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC).

Meski pernah kecelakaan pesawat, tapi Laura mengaku tak ingin trauma naik pesawat. “Banyak orang bertanya kepadaku “kok bisa dan berani naik pesawat lagi setelah mengalami kecelakaan pesawat?” Memang apa yang aku lalui tidaklah mudah, bayangkan…2 kali ngalamin kecelakaan pesawat saat bertugas. Ngebayangin aja harus naik pesawat lagi, perut aku rasanya mua,” tulisnya dalam blog pribadinya lauralazarus.net.

Baca Juga : Laura Lazarus: Wanita Pemuja Kecantikan yang Menjadi Korban Kecelakaan

Meski di awal-awal pasca kecelakaan dia mengaku masih trauma dan harus kembali naik pesawat lagi setahun setelah kecelakaan, dia benar-benar ketakutan. Tapi Laura berhasil mengatasi trauma tersebut dengan mengubah pola pikirnya yaitu dengan menghadapi trauma itu sendiri, berdoa dan smenyadari kalau peristiwa kecelakaan yang dia alami sudah berlalu. Dan langkah inilah yang membuatnya berhasil melalui masa-masa trauma saat hendak naik pesawat.

Seperti diketahui, setelah kecelakaan itu Laura memutuskan untuk tak lagi kembali sebagai pramugari. Perlahan-lahan dia kembali bangkit dari pengalaman mengerikan itu dan memulai hidup baru menjadi penulis dan telah meluncurkan buku hasil pengalamannya sendiri berjudul Unbroken Wings.

Saat ini Laura juga aktif menjadi pembicara dan konsultan penulisan di salah satu penerbitan di Indonesia.

Semoga kisah ini menginspirasi kita semua dan membuat setiap kita yang tengah dihantui rasa takut pasca kecelakaan pesawat Lion Air JT 160 mampu mengatasi ketakutan dan trauma kita. 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?