Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
674


Sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa segala hal yang terjadi di dunia adalah sepengetahuan Tuhan. Kemenangan, kegagalan, dan bahkan musibah yang terjadi di dunia kita yakini berkaitan dengan kehendak Tuhan atas manusia. Pandangan inilah yang kemudian mendasari kaum religius percaya bahwa gempa Palu berkekuatan 7.4 SR yang terjadi pada 28 September lalu adalah ajab dari Tuhan.

Kaum religius meyakini gempa Palu berkaitan dengan maraknya praktek LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di sana. Dikutip dari Cnn Indonesia, Ahmad Zahid Hamidi, yang merupakan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia sendiri menyebutkan bahwa kegiatan LGBT ini sudah melibatkan lebih dari 1000 orang. Senada dengan itu, seorang warga Palu sekaligus korban gempa yang selamat, Erni Cahya Arti meyakini jika bencana gempa dan tsunami yang melanda tanah kelahirannya itu berkaitan dengan praktek penyimpangan seksual tersebut. Dia membenarkan bahwa LGBT bukan hal yang tabu lagi bagi sebagian masyarakat Palu. Mereka bahkan tak segan memamerkan kemesraan di tempat-tempat umum.

Baca Juga :

Kisah Kapten Mafella yang Selamat dari Gempa Palu Karena Dengar Suara Roh Kudus

Turut Berduka! 34 Pelajar Kristen Ditemukan Meninggal di Reruntuhan Bangunan Gempa Palu

Tentu saja pandangan yang mengaitkan bencana alam dengan praktek LGBT di Palu banyak mengundang pro dan kontra. Sebagian besar kaum religius percaya hal ini adalah ajab dari Tuhan, apalagi jika merujuk pada isi Kitab Suci masing-masing agama yang menentang keras praktek hubungan sesama jenis.

Berbeda halnya dengan kaum intelektual, yang lebih mengacu pada ilmu pengetahuan sebagai dasar dari terjadinya berbagai hal di dunia, menolak keras jika bencana alam dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan yang dinilai melanggar keyakinan agama. Mereka justru meyakini jika bencana yang terjadi adalah proses alamiah yang tak bisa terelakkan oleh manusia.

Sebagian dari kita pasti punya pemikiran dari salah satu pandangan di atas. Tapi sebelum meyakini pandangan tersebut, mari benar-benar merenungkan satu hal bahwa jika gempa Palu adalah ajab dari Tuhan akibat maraknya LGBT. Kenapa Tuhan tak melakukan hal yang sama kepada negara-negara yang sudah melegalkan LGBT dan menerima keberadaan kelompok ini dengan normal, seperti di negara-negara Amerika, Eropa dan sebagian negara Asia? Bukankah praktik LGBT di negara-negara tersebut jauh lebih mengerikan?

Mengaitkan bencana gempa Palu dengan LGBT mungkin bukan hal yang bijak. Karena tanpa sadar kita melayangkan penghakiman kepada sesama kita dan penghakiman itu sendiri bukanlah hak kita. Tentu saja Tuhan tak tinggal diam ketika gempa Palu terjadi, tapi kita juga tak tahu pasti isi hati dan kehendak-Nya atas wilayah itu. Karena Tuhan sendiri punya otoritasnya sendiri atas ciptaan-Nya. Bagian kita adalah berdoa dan mendukung korban bencana alam dengan apa yang kita bisa lakukan.

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

RY 14 January 2019 - 21:25:16

Sex

0 Answer

Aditya Putra 14 January 2019 - 16:43:50

Untuk belajar sekar alit atau macapat pertama kali.. more..

0 Answer

delsinsarlin hotan 13 January 2019 - 19:24:39

LDR

0 Answer


ROTH GERENEMUS K A U 5 January 2019 - 15:20:01
Saya mohon bantuan doa ny, krna sy mengalami pergo... more..

chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Banner Mitra Week 2


7225

advertise with us