Kian Marak Dan Tak Terkendali, Polda Jatim Minta Gereja Ikut Perangi Hoax

Kian Marak Dan Tak Terkendali, Polda Jatim Minta Gereja Ikut Perangi Hoax

Inta Official Writer
1149

Bersama dengan Dewan Gereja pengurus PGPI (Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia), Kepolisian Daerah Jawa Timur memerangi informasi hoax yang merugikan.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari pihak Dewan Gereja PGPI yang mengatakan bahwa dampak berita hoax sangat meresahkan masyarakat, khususnya di Jawa Timur.

"Berita hoax sangat merugikan kami bersama umat dan masyarakat untuk menanggulangi informasi Hoaks," terang Pdt. Rudolf.

Dewan Gereja PGPI yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Drs. Rudolf F. Polimpung, M. Div berkunjung ke markas Kepolisian Daerah Jawa Timur yang terletak di Jl. A. Yani Surabaya. Kedatangan pihak gereja ini disambut langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan yang didampingi Wakapolda Brigjen M. Iqbal di ruang lobi Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, pada Kamis, 3 Oktober 2018 kemarin.

Dilansir dari Tribun News, Kapolda Jatim menjelaskan kalau kegiatan ini merupakan rangkaian giat Cangkrukan Kamtibmas bersama komunitas.

Mengingat pentingnya tokoh agama dalam masyarakat, Kapolda Jatim meminta gereja dan umat aktif dalam menjaga kondusifitas keamanan.

"Kita butuh tokoh agama untuk bisa berperan serta termasuk Dewan Gereja juga punya umatnya untuk berperan aktif menjaga kondusifitas keamanan," ungkapnya.

Luki, sapaan bagi Kapolda Jatim ini meminta Dewan Gereja untuk bisa menyampaikan ke umat untuk bisa mengantisipasi peredaran informasi hoax dan ujaran kebencian yang sering mengaitkan unsur sara berpotensi membuat banyak pihak resah. Terlebih pada waktu menjelang pemilu Pilpres dan Pileg 2019 yang akan datang.

"Paling baik saling turut menjaga dan jangan mudah percaya informasi hoax," ucapnya.

Dari pihak PGPI, Pdt. Pdt Rudolf F Polimpung menyatakan dukungannya untuk prgram Kamtibmas yang dijabarkan oleh Kapolda. Pihak gereja telah memulainya di gerejanya masing-masing agar umat jadi lebih bijak dan tidak mudah larut dalam berita hoax.

"Kami membentuk tim khusus untuk menghindari hal bersifat radikalisme, Intoleransi dan sara," terangnya.

Mungkin kita sendiri sering juga menerima berita yang belum terbukti kebenarannya baik melalui media sosial atau pesan aplikasi. Sebelum kita mengetahui kebenarannya, pastikan untuk tidak menanggapi apalagi ikut menyebarkan berita tersebut.

"Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." (1 Tesalonika 5:21)

 

 

Sumber : tribunnews
Halaman :
1

Ikuti Kami