Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

1717387258563145

Official Writer
325


Mungkin itu adalah pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh semua orang yang sedang menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, baik itu pria maupun wanita.

Pertanyaan ini mengingatkan saya mengenai pengalaman seorang penulis bernama Aesha Adams Roberts.

Aesha adalah seroang gadis yang sangat rajin gereja dan begitu mengasihi Tuhan. Setiap minggu dia pasti aktif pergi ke gereja dengan mengikuti kode etik berpakaian di gerejanya, dia juga begitu lembut dalam berbicara serta taat kepada otoritas.

Di usianya yang ke 20 tahun, beberapa minggu setelah dia dilamar oleh kekasihnya, dia belajar giat menjadi jauh lebih baik, karena dia pikir kualitas-kualitas demikian perlu sehingga dia menjadi seorang istri yang baik dan patuh nantinya.

Suatu waktu, mantan tunangannya menjemput dia ke gereja dan dia terlambat beberapa menit. Ketika dia berlari menuruni tangga apartemennya, dia lalu masuk ke dalam mobil dan melihat wajah tunangannya mengeras karena marah.

Dia pikir, mantannya marah karena Anesha membuatnya telat ke gereja. Namun syukurnya tidak karena itu, tetapi justru karena tunangannya nggak setuju dengan pakaian yang dipakai Aesha. Tunangannya memintanya untuk mengganti pakaiannya, dan dia diancam nggak akan membawanya ke gereja jika tidak menggantinya.

Aesha bingung karena menurutnya pakaiannya baik-baik saja. Roh-Nya setinggi pergelangan kaki, bajunya dimasukkan, dan dia rapi serta sopan. Dan dia merasa nyaman saja.

Tetapi tunangannya bertanya kepadanya dengan dingin, mengapa dia tidak tunduk kepadanya dan melakukan apa yang diperintahkannya. Nggak cuma itu, tunangannya juga mengingatkannya bahwa tunduk adalah peran sebagai istri, sehingga ia harusnya belajar.

Tapi Aesha merasa dalam dirinya bahwa apa yang dilakukan tunangannya salah hanya dia tidak tahu bagaimana menjawabnya. Tunangannya membuatnya merasa harus bertanya kepada Tuhan soal ini.

Aesha waktu itu berdiri keluar dari mobil dan menolak mengganti pakaiannya. Tunangannya sangat marah sehingga dia tidak datang ke gereja bersama.

Mungkin beberapa diantara kita pernah merasakan apa yang Aesha rasakan atau sedang mengalami kondisi itu sekarang.

Merasa nggak kuat ketika melihat pacar kita marah, dan memanipulasi kita hanya karena kita nggak tunduk padanya. Kita mulai takut kehilangannya, sehingga pada akhirnya kita meminta maaf dan berkata "saya akan melakukan apa saja yang kamu inginkan."

Kita menjadi seseorang yang kehilangan diri sendiri. Dan hal itu terjadi hanya karena kita nggak mengerti 3 nilai-nilai yang benar  mengenaipenyerahan dan kencan di bawah ini:

1. Penundukan atau patuh hanya untuk pernikahan

Seks bukanlah satu-satunya hal yang harus kamu selamatkan demi pernikahan kamu. Alkitab menginstruksikan bahwa seorang istri  harus tunduk kepada suaminya sendiri, tetapi perintah ini bukan untuk seorang wanita harus tunduk pada seorang pria. Jadi selama dia belum jadi suamimu, dia tidak berhak menuntutmu untuk tunduk padanya.

2. Penundukan atau patuh bukan mengenai kontrol

Bukan tugas suami untuk membuat istrinya tunduk atau menyerah. Tanggung jawab suami adalah untuk memilih apa yang perlu dipatuhi istri. Bukan malah menyalahgunakan hal itu untuk mengendalikan istri

Adalah tugas suami untuk mengasihi istrinya sebagaimana Kristus mengasihi gereja dan seperti dia juga mencintai tubuhnya sendiri.

Dan itu adalah cinta yang saling menerima, memahami dan membawa yang terbaik dalam hidup pasangan kita bukan malah mengkontrol dia menjadi seperti apa yang kita kehendaki.

Kita perlu bertanya kepadanya bukan hanya fokus kepada diri kita sendiri dan apa yang kita inginkan.

3. Penundukan atau patuh bukanlah alasan untuk pelecehan secara spiritual

Ya, sebagai pacar seharusnya kita tidak memanipulasi pasangan kita dengan firman Allah hanya karena dia tidak taat kepada kita seperti yang dilakukan oleh tunangan Aesha. Intinya adalah ketika kita harus mengubah siapapun seperti pasangan kita untuk menyenangkan orang-orang disekitar kita, kita harus ingat bahwa yang harus diubah bukanlah pasangan kamu tetapi orang-orang disekitar kamu. Jika itu masih wajar, sopan dan tak menyakiti hati Tuhan, kenapa tidak?

Nah itulah 3 hal yang kamu harus tahu ketika diperhadapkan dalam keadaan dimana kamu merasa harus tunduk kepada pacar kamu meskipun kamu terluka. Sebaiknya jangan lakukan itu lagi! Pastikan bahwa kamu memiliki prinsip dan patuhlah jika memang itu kebenaran.  Dan buat kamu para pria, semoga 3 hal  di atas  bisa mempersiapkan kamu dan mengerti menggunakan otoritas dalam hubungan berpacaran ya!

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Meilie 19 October 2018 - 15:39:12

Hutang

0 Answer

Barrydonald 19 October 2018 - 09:07:23

Tritunggal

0 Answer

Hanny Najoan 19 October 2018 - 08:31:06

Bisa dapat wanya terima kasih

0 Answer


Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Banner Mitra Week 2


7272

Konselor