GBI: Perbedaan Teologi Pendeta Erastus Sabdono, Tidak Perlu Dipertentangkan

Nasional / 19 September 2018

GBI: Perbedaan Teologi Pendeta Erastus Sabdono, Tidak Perlu Dipertentangkan
Sumber: Istimewa
daniel.tanamal Official Writer
15043

Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) mengakui ada perbedaan teologi yang mendasar dengan pemahaman Pendeta Erastus Sabdono. Fakta inilah yang menjadi alasan utama Pendeta Erastus Sabdono memilih mundur dari GBI dan mendirikan sinode baru.

“Intinya, (Pendeta Erastus Sabdono) sudah berbeda secara teologi, makanya beliau mendirikan sinode baru. Kalau GBI, yaa tetap di GBI dengan pemahamannya. Perbedaan ini tidak usah dipertentangkan. Seperti Abraham dan Lot, kau ke kanan, dan aku ke kiri, atau aku yang ke kiri, dan kau ke kanan. Begitu saja kan? Artinya sama-sama mengerjakan pekerjaan Tuhan, sesuai dengan panggilan masing-masing,” ujar Ketua Umum Sinode GBI Pendeta Japarlin Marbun, di Graha Bethel Jakarta, Selasa (19/9/2018).

Selebihnya, Japarlin menghimbau agar kondisi dan perbedaan ini tidak perlu dibesar-besarkan, karena semua telah diselesaikan secara baik-baik. “Karena bagi kita baik di GBI, maupun di organisasi yang lain sama-sama bekerja untuk Tuhan. Jadi tidak ada yang perlu diperdebatkan. Sehingga kita bekerja dan melayani secara bersama-sama, sehingga Kerajaan Allah makin diperluas ditengah-tengah dunia ini,” tambah Japarlin.

Menjawab beberapa pertanyaan dari wartawan, salahsatunya adalah apakah mundurnya  Pendeta Erastus Sabdono, ada kaitannya dengan akan digelarnya sidang sinode GBI yang akan berlangsung, Japarlin yang didampingi Sekretaris Umum Pendeta Paul Rudyanto Widjaja, dan Bendahara Umum Pendeta Suyapto Tandyawasesa, menyatakan hal itu tidak ada kaitannya sama sekali, dan merupakan dua hal yang berbeda.

Japarlin menegaskan, mundurnya Pendeta Erastus memang murni atas pilihan sendiri dan tidak terkait dengan hal apapun. “Konklusinya, kita anggap sudah selesai, beliau sudah menjalankan pilihannya. Kita harapkan setelah ini, masing-masing melayani dibidang panggilannya masing-masing,” tutupnya.

 


Sumber : Daniel Tanamal - Jawaban.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?