Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

vjay

Official Writer
556


Perwakilan dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) mengunjungi kediaman pribadi calon presiden Prabowo Subianto pada Senin (17/9/2018) didampingi oleh juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman untuk menyatakan dukungannya dan melakukan penandatangan pakta integritas.

"Kemarin hari Ahad telah berlangsung Ijtima Ulama II pada saat itu ada tanda tangan pakta integritas oleh Prabowo namun pendampingnya, Sandiaga, tidak hadir karena ada acara di Medan," demikian ungkap Abdul Rosyid Abdullah Syafi’I, ketua pengarah panitia Ijtima Ulama II seperti yang dirilis Kompas.com.

"Oleh karena itu kami perlu ke sini dan sudah ada pemberitahuan sebelumnya Pak Sandi akan datang. Alhamdulillah beliau tadi sudah tanda tangan pakta integritas didampingi Prabowo dan saya ikut menyaksikan,” demikian tambahnya.

Baca juga :

Kalau Jadi Presiden, Prabowo Janji Lakukan Ini Untuk Jaga Kerukunan Beragama

Ada Pendeta yang Masuk Daftar Calon Sementara Anggota DPR Pemilu 2019, Ini Lho Namanya!

Menurut Ketua GNPF Yusuf Muhammad Martak, pakta integritas itu memuat 17 poin. Pihaknya membantah bahwa keberadaan pakta integritas tersebut untuk meminta jabatan tertentu. Dia menegaskan bahwa pakta integritas tersebut murni asprasi ulama yang tergabung dalam GNPF dan untuk kepentingan umat Islam dan agama lainnya yang ada di Indonesia.

“Tidak ada usulan minta maupun memohon jabatan apa pun, kita berbuat tanpa pamrih, tanpa ada conditioning tanpa ada bergaining. Kita berbuat untuk kepentingan bangsa dan negara dan demi keselamatan umat islam di Indonesia. Jangan sampai menerima dan merasakan ketidakadilan. Kita butuh keadilan yang sama, baik kepada umat islam maupun kepada agama lain yang juga menjadi warga negara Republik Indonesia,” demikian penjelasan Yusuf.

Seperti diketahui kelompok GNPF Ulama sendiri merupakan salah satu kelompok dibalik aksi yang menjebloskan mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke penjara dan merupakan pendukung Anies – Sandi pada Pilkada DKI 2017 lalu. Keberadaan kelompok ini di gerbong Prabowo – Sandi tentu sudah bisa diprediksi.

Tentu dengan sejarah sepak terjang demikian cukup mengkuatirkan karena mereka cenderung menggunakan isu SARA dan provokasi yang seringkali menimbulkan perpecahan di masyarakat. Untuk itu penting agar masyarakat lebih bijak dalam menanggapi setiap isu yang muncul menjelang PEMILU 2019 ini. Mari terus berdoa untuk PEMILU 2019 dan proses kampanye agar bisa berjalan dengan aman dan damai.

Sumber : Kompas.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Antonius Adi 21 May 2019 - 18:03:50

Halo selamt mlm, sy ada permasalahan, apakah bs di.. more..

0 Answer

Nicholas Mattheus 21 May 2019 - 14:37:53

Tunduk

0 Answer

Niketut Blegur 19 May 2019 - 22:01:49

menurut perjanjian lama kurban dibagi menjadi 2 ya.. more..

0 Answer


Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:05
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:04
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Kopdar Superyouth


7248

Testify20