Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
386


Setiap orang pasti pernah merasakan stres. Orang banyak berpikir bahwa stres itu buruk karena stres dapat memicu depresi, dimana sebenarnya depresi ini tidak berbahaya, hanya saja seseorang yang depresi cenderung mengambil keputusan yang bisa membahayakan dirinya.

Stres sendiri merupakan sebuah cara tubuh meresponi situasi tertentu, baik secara fisik maupun psikologis seseorang. Jadi, stres sendiri belum bisa dikategorikan sebagai salah satu penyakit mental. Tapi tahu nggak sih, ternyata nggak semua stres itu buruk, lho.

Ada juga stres yang berfungsi membuat kita jadi lebih awas dan kuat dalam menghadapi hal-hal yang tidak terduga. Yuk kenali beberapa macam stres di bawah ini.

Distres dan eustress

Agar lebih mudah dalam memahaminya, ada sebuah contoh kasus berikut. Di sebuah perusahaan swasta, ada dua orang pegawai bernama Nina dan Lisa. Satu hari, mereka berdua dipromosikan yang secara otomatis akan menambah penghasilannya, tapi sekaligus menambah beban pekerjaannya.

Pada minggu-minggu pertama, Nina belum terbiasa akan pekerjaannya yang baru sehingga ia kewalahan dan jatuh sakit. Di lain sisi, Lisa justru bekerja makin giat dan menikmati pekerjaan dan tanggung jawabnya yang baru tersebut.

Dalam cerita di atas, baik Nina maupun Lisa mengalami promosi dalam pekerjaannya. Promosi ini disebut sebagai stresor, yaitu penyebab stres. Terhadap promosi ini, Nina dan Lisa mau tidak mau harus bisa mengondisikan dirinya dalam keadaan tersebut.

Hanya saja, keduanya berbeda dalam menyikapi situasi ini. Nina jatuh sakit karena stresnya, sementara Lisa justru jadi makin giat. Hal ini berarti, Nina dan Lisa mengalami eustres dan distres yang merupakan hasil dari kondisi stres yang mereka alami. Eustres sendiri merupakan kondisi yang dialami oleh Lisa yang sifatnya positif, sementara buat Nina, dirinya mengalami distres.

Eustres memberikan efek yang menyenangkan, seperti membuat kita jadi makin termotivasi, menikmati tantangan yang ada. Sementara distres memberikan efek tekanan, sehingga pribadi yang mengalaminya merasa terbebani, tidak nyaman dan sikap negatif lainnya.

Baca juga: Sering Dikangenin Bule, 6 Macam Buah Khas Indonesia Ini Baik Untuk Kesehatan!

Hyperstress dan hipostress

Hyperstress terjadi ketika kita tidak bisa mengatasi pemicu stres, baik itu akut maupun kronis. Hyperstress sendiri merupakan hasil umum dari pemicu stres jangka panjang. Beda hyperstress dengan distress adalah sikap yang kita ambil. Ketika kita mengalami hyperstress, hal kecil sekalipun tidak akan bisa kita atasi.

Hipostres terjadi saat kita tidak punya sesuatu yang menantang dalam kehidupan kita. Jadi, hidup yang biasa-biasa atau datar saja pun bisa menjadi pemicu stres. Kalau kita mengalami kebosanan dalam jangka waktu yang panjang, hipostres bisa memicu hadirnya depresi. Umumnya, hipostres akan membuat seseorang jadi minder, tidak berguna, atau kesepian.

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

john barnes 19 November 2018 - 09:51:28

siapakah diri kita

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:48:05

kebaikan Tuhan

0 Answer

Sony Wuisang 19 November 2018 - 06:59:46

Pelayanan anak

0 Answer


Febby Regina Rista 3 November 2018 - 08:32:28
Saya mohon dukungan doa dari tementemen, saya saat... more..

Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Banner Mitra Week 3


7221

advertise with us