Tanggapi Perkembangan Wisata Danau Toba, Masyarakat Diminta Ikut Ambil Bagian

Tanggapi Perkembangan Wisata Danau Toba, Masyarakat Diminta Ikut Ambil Bagian

Inta Official Writer
1340

Dalam sebuah seminar nasional dengan tema 'Meningkatkan Ketahanan budaya Batak yang Kristiani', Pendeta Agusinus P Purba selaku seorang moderamen dari gereja Batak karo Protestan GBKP menjelaskan bahwa gereja tidak terlepas dari lingkungannya.

Hal ini membawa kelompok gereja, berikut pula para pendetanya harus bersiap menghadapi kemajuan pariwisata di sekitar Kawasan Danau Toba. Umat Kristen Batak, sebagai kelompok masyarakat yang mendominasi harus ikut andil dalam pengembangannya. Salah satu caranya adalah dengan mempersatukan nilai-nilai budaya dengan agama.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen, Jalan Sutomo Ujung, Medan pada Sabtu, 8 September 2018 lalu ini juga turut dihadiri oleh sejumlah petinggi gereja serta budayawan batak dan praktisi wisata.

Dalam pengembangannya, seringkali terdapat pertentangan dari berbagai kelompok masyarakat. Sehingga penting buat pendeta untuk ikut menyuarakan soal kesinergian antara nilai budaya dan agama. Apalagi, peran pendeta sangatlah penting dalam pengambilan keputusan di tengah-tengah masyarakat.

"Kalau mau mengambil keputusan di masyarakat, jangan dengan cara terlalu formal. Tapi dengan pendekatan kebudayaan. Yang pasti pemerintah, gereja dan masyarakat Batak harus bersatu padu," ujar Pendeta Agusinus.

Mengenai pariwisata di Kawasan Danau Toba, Menteri Kemaritiman, Luhut Panjaitan berharap besar kalau gereja juga ikut andil dalam pengembangannya. Hal ini ia sampaikan pada sebuah dialog terbuka Februari 2018 lalu, dengan tema 'Sinergi Pemerintah, Gereja, dan Komunitas Dalam Pengembangan Pariwisata dan Pertanian di Kawasan Danau Toba'.

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami