Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

believers24

Official Writer
789


Dari sejak semula, Allah sudah mendesain bahwa yang menjadi kepala keluarga adalah suami. Ini tidak bisa ditawar-tawar oleh apapun maupun siapapun juga.

Berbagai alasan mungkin disampaikan tetapi semua itu tidak bisa mengubah apa yang sudah Tuhan tetapkan. Kita adalah pemimpin di dalam rumah tangga.

Gagal menunjukkan kepemimpinan maka dapat dipastikan rumah tangga kita tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Mungkin kita tidak bercerai dengan pasangan kita, tetapi kita akan menemukan kenyataan bahwa rumah tangga kita tidak berjalan dengan harmonis.

Berikut ini adalah 3 (tiga) cara agar kita tidak dianggap sebagai orang (suami) yang plin-plan:

1. Ambil Keputusan Tanpa Ragu


Dalam banyak momen, kita akan diperhadapkan dengan persoalan atau isu yang perlu pengambilan keputusan yang cepat. Kita tidak bisa mengelaknya dan juga tidak memberikan tanggung jawab itu kepada pasangan kita.

Sebagai seorang kepala keluarga, keputusan yang berkaitan dengan keluarga ada di tangan kita. Hal terbaik saat mengambil keputusan adalah jangan terburu-buru ketika melakukannya.

Pikirkan segala sesuatunya dengan matang. Mintalah bantuan Roh Kudus agar menuntun kita dan memberikan damai sejahtera-Nya saat kita akan mengambil keputusan.

Mungkin keputusan yang diambil akan mendapat pertentangan dari pasangan dan anak kita, tetapi jangan goyah. Percayalah bahwa itu adalah keputusan yang terbaik.

2. Sampaikan Keputusan dengan Penuh Percaya Diri.

Kepercayaan diri bukanlah arogansi, tetapi sebuah keyakinan. Istri akan merasa mantap dengan keputusan yang kita ambil dan mendukungnya apabila ketika kita menyampaikan keputusan itu dengan percaya diri.

3. Tunjukkan Kesiapan atas Konsekuensi-konsekuensi yang akan diterima dari Keputusan yang Diambil.

Setiap keputusan selalu ada konsekuensinya. Kita tidak bisa menghindari hal itu. Sikap terbaik dalam menyikapi setiap konsekensi adalah dengan menerimanya.

Menyesal boleh saja, tetapi jangan berlarut-larut. Semakin kita menampilkan penyesalan dalam setiap keputusan yang kurang tepat maka itu akan membuat pasangan dan anak kita tidak menjadi nyaman. Saat mereka tidak nyaman maka efek buruknya mereka akan memarahi dan pada satu titik akan menentang apa yang kita putuskan di kemudian hari.

Baca Juga: Wajib Baca, Inilah 3 Alasan Kenapa Kamu Jangan Jadikan Suamimu Sebagai Sumber Kebahagiaan!

Tuhan tidak pernah salah memilih suami sebagai kepala keluarga. Ketika peranan itu dialamatkan kepadamu maka ambillah. Jangan takut karena Tuhan telah memberikan otoritas itu kepadamu dan perkenanan-Nya ada padamu.  

Sumber : Jawaban.Com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Usui_ Takumi 17 January 2019 - 10:23:18

Di bayar utang pada pelanggan rp.200000 pengaruh t.. more..

0 Answer

Kezia 16 January 2019 - 21:02:14

Cara mengatasi kemerosotan kekristenan

0 Answer

helena lo 16 January 2019 - 15:37:56

tujuan hidup

0 Answer


ROTH GERENEMUS K A U 5 January 2019 - 15:20:01
Saya mohon bantuan doa ny, krna sy mengalami pergo... more..

chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Banner Mitra Week 2


7223

advertise with us