Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
1362


Ada satu orang pribadi yang paling berkesan selama saya berada di gereja Jogja dulu. Sebut saja pribadi ini adalah Ibu Indah. Saya masih ingat saat-saat dimana ia bercerita mengenai pelayanan yang dilakukannya sejak ia masih remaja. Pada saat usianya menginjak usia 30an, Ibu Indah, mengalami sakit di bagian tubuhnya. Karena sakit tersebut tidak bisa tertahankan, ia memutuskan untuk pergi berkunjung ke rumah sakit.

Betapa hancur hati Ibu Indah setelah ia menerima vonis dari dokter tentang penyakitnya yang cukup parah. Kanker payudara, sudah masuk tahap yang cukup serius sehingga operasi pun belum tentu memastikan dirinya bisa selamat. Ia menyadari kalau penyakitnya ini dapat merenggut nyawanya sewaktu-waktu.

Pergumulan ini sangat berat buat Ibu Indah. Ia merupakan seorang pendoa dalam pelayanan. Ia terus bertekun dalam berdoa untuk meminta kesembuhan dari Tuhan. Sebulan, dua bulan, kian lama penyakit Bu Indah ini makin parah, bahkan terakhir ia mengalami komplikasi.

Di saat hatinya mulai berkecamuk, ia berkata, "Kenapa harus aku yang menderita sakit ini, Tuhan?" Bu Indah mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan dan keadilan Tuhan dalam hidupnya. Ibu Indah, serajin apapun ia beribadah, tetap merasakan kecewa dan marah kepada Tuhan saat menderita dalam kesakitannya ini.

Di suatu malam saat ia sedang berdoa, Tuhan membawanya pada satu ayat, “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.” (Mazmur 73:26).Bu Indah mulai mengingat setiap kebaikan Tuhan atas hidupnya. Pada malam itu juga, ia mulai berkomitmen untuk tetap setia kepada Tuhan.

“Mau Tuhan sembuhkan atau tidak, saya akan tetap bersyukur dan tetap melayani Tuhan sampai akhir.” Ucapan ini yang membuat saya dan teman-teman lainnya merinding saat mendengar cerita kesaksian Ibu Indah.

Baca juga: Jaga Gambar Diri Dengan Stop Kebiasaan Body Shaming

Kini, meski Ibu Indah sedang bergumul dengan rasa sakitnya, tidak pernah sekalipun ia mengeluh dan memaksa Tuhan untuk memberikannya kesembuhan. Justru dalam kesakitannya inilah, ada banyak orang yang menerima berkat dari Ibu Indah, termasuk saya, dan mungkin juga saudara yang membaca cerita ini.

Seberapa besar sih sebenarnya persoalan kita? Apakah kita mengalami penyakit yang cukup parah? Kalau kita menempatkan fokus pada rasa sakit dan penderitaan tersebut, maka kita tidak akan pernah bisa melihat rencana indah dari Tuhan dalam kehidupan kita.

Rasul Paulus mengingatkan kita dalam 1 Korintus 15:58, "Karena itu, saudara-saudaraku yang terkasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."

Tuhan selalu memperhitungkan kesetiaan dan pengorbanan kita sepanjang perjalanan kehidupan kita menjadi anak-anakNya. Karena itu, meski dalam kesusahan, janganlah sekalipun kecewa kepada Tuhan, putus asa, atau malah berpaling dariNya. Jadikanlah Tuhan sebagai gunung batu. Mintalah kehendakNya terjadi dalam kehidupan kita dan berjalanlah senantiasa dalam pimpinan Roh Kudus. 

Sumber : jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Rolansius Lantur 22 September 2018 - 21:44:57

bagaimana kita menemukan ketegangan dalam diri Pau.. more..

0 Answer

Rinanda Damanik 20 September 2018 - 23:46:41

Syalom saat ini saya sangar butuh dukungan doa, Tu.. more..

0 Answer

Farrel Riandsa 20 September 2018 - 19:10:16

dampak jika bertanggung jawab?

0 Answer


Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Goldha Mofu 30 August 2018 - 06:51:51
Kiranya Tuhan Yesus memberikan jawaban dan jalan k... more..

Ridoe Perdana 14 August 2018 - 11:19:06
Saya mohon dukungan doa dalam masa pacaran agar di... more..

Fenfen 13 August 2018 - 18:10:19
Syalom sahabat2 semua, saat ini saya sedang ada pe... more..

Banner Mitra Week 4


7196

advertise with us