Menikahi Penyandang Disabilitas, Ini Harapan Sang Wanita Batak di Hari Pemberkatannya!

Menikahi Penyandang Disabilitas, Ini Harapan Sang Wanita Batak di Hari Pemberkatannya!

Budhi Marpaung Official Writer
1783

Menjalin hubungan pacaran selama satu tahun tiga bulan, akhirnya Fandi Sitanggang (26 tahun) dan Dame Siringo-ringo (22 tahun) memutuskan menikah pada Kamis, 12 Juli 2018. Acara pemberkatan keduanya digelar di Gereja Protestan Kristen Simalungun (GKPS) Kongsi Laita, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Pernikahan keduanya menjadi perbincangan hangat di dunia maya beberapa waktu lalu. Pasalnya, sang mempelai pria merupakan penyandang disabilitas. Sementara, mempelai wanita sehat secara jasmani.

Dalam wawancaranya dengan media daring lokal, Dame mengungkapkan harapannya akan rumah tangganya dengan sang suami.


“Semoga kami bahagia dan segera memiliki anak. Semoga keluarga kami tetap menjadi keluarga bahagia hingga tua dan hanya maut yang memisahkan,” ujar Dame seperti dilansir medan.tribunnews.com.

Dame mengakui yang membuatnya bisa jatuh hati kepada Fandi adalah karena kebaikan dan mental pantang menyerahnya.

Selama masa berpacaran, Dame tidak menampik bahwa ia sering menerima omongan yang tidak menyenangkan tentang suaminya yang difabel. Namun, semua itu tidak dihiraukan wanita yang diketahui lulusan dari Universitas Efarina, Simalungun tersebut.

Sementara itu, meski tidak memiliki tangan dan kaki, Fandi bekerja sebagai penjaga warung internet (warnet) dan sesekali membantu ibunya berjualan. Bahkan di hari pemberkatan, ia membawa mempelai wanita ke lokasi pemberkatan pernikahan dengan menggunakan becak motor.

Baca Juga: Botsmar Situmorang, Kehilangan Tangan Karena Tersetrum Listrik Tegangan Tinggi

Fandi tidak dapat menutup kegembiraannya di hari pernikahan. Kepada jurnalis setempat, ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menyangka Tuhan memberikan seorang perempuan normal untuknya hingga hari tua.

“Saya sangat senang sekali. Semoga kami berlanjut hingga tua dan berpisah karena maut. Pokoknya saya sangat senang sekali. Puji Tuhan,” ungkap Fandi.

Pernikahan adalah hal yang sangat penting di mata Tuhan. Oleh karena itu, Ia memastikan bahwa siapapun yang ingin masuk ke dalamnya haruslah seorang yang dewasa terkhusus secara rohani. Sekali dipersatukan maka tidak ada jalan untuk mengakhirinya selain daripada maut.   

Sumber : tribun-medan.com

Ikuti Kami