Bagi Indri Gautama, Atasi Kemiskinan di Indonesia Bukan dengan Sumbangan, Tetapi Ini!

Bagi Indri Gautama, Atasi Kemiskinan di Indonesia Bukan dengan Sumbangan, Tetapi Ini!

Budhi Marpaung Official Writer
3326

Bagi Indri Gautama, masalah kemiskinan yang ada di Indonesia tidak dapat diatasi dengan menyumbang uang kepada yang membutuhkan. Namun, menurut Pendiri Yayasan Tunas Mulia Adi Perkasa ini, cara terbaik untuk mengentaskan persoalan bangsa ini adalah dengan mengubah cara pandang mereka lewat menjadikan mereka wirausaha.

Mereka miskin itu bukan karena miskin kekayaan alam, jujur sumber daya manusianya tidak ada yang memberdayakan. Jadi kita para pengusaha mesti invest di pemberdayaan si sumber daya tersebut. Indonesia kurang pemimpin, orang-orang berpengaruh. Di bagian mana? Bagian pendidikan, kesehatan, ekonomi, entertainment, budaya. Sistem ini mesti masuk ke tiap pelosok di Indonesia. Kenapa? Orang miskin adalah orang yang tidak dapat kesempatan untuk mengembangkan potensi dalam diri mereka,” ujar Indri Gautama yang ditemui Jawaban.Com di sela-sela acara Transformational Business Network (TBN) Asia Conference 2018 di Hotel Mercure, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018).

Oleh karena itulah, sambung Indri, ia dan rekan-rekan yang ada di dalam komunitas Jakarta RumahKU mau memberikan kesempatan kepada orang-orang yang dari keluarga pra-sejahtera untuk maju secara ekonomi.

“Karena visi dari Jakarta Rumahku adalah mau mensejahterakan kota melalui pendidikan, menciptakan kekayaan dengan cara mengajar menciptakan kekayaan itu gimana,” sambung Indri yang saat wawancara ditemani oleh Evelyn Nadeak.


Sementara itu pada 2016, cerita Pdt. Indri, dirinya menghadiri acara pertemuan para wirausaha sosial yang diselenggarakan oleh TBN di Singapura. Saat mengetahui visi dari TBN sejalan dengan visi dari Jakarta RumahKU maka sejak saat itu Jakarta RumahKU turut mengambil bagian di dalam TBN Asia Conference, sebuah konferensi yang mempertemukan para wirausaha sosial yang ada Asia.

“Kita juga suka sekali bertemu dengan TBN ini karena mereka mau mengentas kemiskinan ini dengan cara meningkatkan kelas UKM, dari UMKM naikkin sampe ke perusahaan besar bahkan bisa sampai kelas mancanegara. Kalau para pengusaha tahu bagaimana bernegoisasi, mengolah ide, mengatur ide, itu bisa ditaruh di orang-orang yang menangkap visi ini diantara orang-orang yang pra-sejahtera, yang marginal, mereka akan bisa mempengaruhi masyarakat mereka bahkan tempat tinggal lingkungan mereka akan berubah juga,” jelas Indri.

Baca Juga: Shanti Yohana, Sejak Kecil Dihina Karena Miskin

TBN Asia Conference 2018 dihelat di Jakarta selama dua hari yakni 1-2 Agustus 2018. Acara ini terbuka bagi setiap wirausaha sosial atau yang ingin terjun di usaha-usaha sosial tanpa melihat suku, agama, ras, maupun golongan. 

Sumber : Jawaban.Com

Ikuti Kami