Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
4677


Gereja The Bible Reformed Church yang berlokasi di Provinsi Guangdong Cina kembali menjadi target pemerintah pada minggu lalu.

Seorang pejabat Food and Drug Administration dari rezim komunis serta beberapa orang anggota polisi memaksa masuk ke dalam gereja yang sedang melakukan ibadah, dan kemudian mereka menangkap dan mempertanyakan orang-orang yang datang ke gereja.

Para petugas negara tersebut juga mengecek identitas setiap orang yang hadir dalam gereja tersebut. Mereka juga menutup lemari es dan membatasi akses ke lemari penyimpanan yang berisi peralatan makan.

Pendeta Huang Ciaoning berada diantara para jemaat yang sedang diinterogasi oleh para petugas pemerintah Tiongkok selama menggrebekan tersebut. Kemudian mereka menjelaskan mengenai hal yang terjadi selama wawancaranya bersama China Aid.

Huang berkata kalau kebaktian pada 15 Juli lalu itu sudah dimulai ketika para petugas datang memasuki gereja. Kedatangan para petugas kepolisian dan Food and Drug Administration menghentikannya saat ibadah sedang berlangsung.

Huang terpaksa harus menghentikan pembicaraannya di tengah-tengah wawancara bersama pejabat dari pemerintah urusan agama datang menginterogasinya. Interogasinya berlangsung selama satu jam, saat Huang akhirnya dibebaskan, ia mengatakan kalau masih ada lima atau enam orang yang sedang di tahan di gereja saat dirinya diputuskan untuk dibebaskan.

Seiring dengan penggrebekan gereja, para petugas dari pemerintah Cina memberi Huang sebuah ultimatum yang berjudul 'Pemberitahuan Menuntut Pembenaran," yang pada dasarnya meminta gereja untuk menghentikan segala kegiatan keagamaannya.

Ini juga bukan kali pertama Gereja Bible Reformed Church dikunjungi oleh petugas pemerintah Cina.  

Baca juga: Disalahgunakan, Organisasi Garapan Bunda Teresa Ini Justru Melakukan Jual-Beli Anak

Penggrebekan pertama dilakukan pada 10 Juni lalu di hari Minggu. Para petugas mengganggu kebaktian minggu dan menangkap beberapa orang yang hadir. Dua minggu setelahnya, petugas hadir kembali untuk memberi peringatan hukuman pada Huang.

ChinaAid menuliskan kalau pemberitahuan tersebut menjelaskan kalau gereja telah dijatuhi hukuman denda sebanyak 50.000 Yuan atau sekitar 100 juta rupiah karena telah melakukan kegiatan keagamaan.

Huang berjuang atas denda tersebut dan menuntut untuk bisa didengar dalam sidang pengadilan. Dirinya juga mengatakan kalau dia tidak akan takut jika harus melawan pemerintah.

Pada penutupnya, Huang berkata, "Aku tidak pernah takut untuk dipenjara, aku bahkan tidak takut untuk mati."

 

Sumber : christianpost

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Fir Daus 11 December 2018 - 09:14:14

sebutkan ukuran kertas yang bisa digunakan dalam m.. more..

0 Answer

Nita 10 December 2018 - 01:44:48

Kenapa susah tidur

1 Answer

Marcelina Mega 6 December 2018 - 22:53:44

Pacaran dengan sepupu

0 Answer


chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Lina 2 December 2018 - 15:32:08
Bantu saya Dan doakan saya selalu kuat di dalam Tu... more..

Febe Widyawati 29 November 2018 - 22:08:03
Saya mohon bantuan doanya supaya pergumulan saya t... more..

Banner Mitra Week 2


7228

advertise with us