Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
589


Ada pasangan yang telah menikah selama 3 tahun. Sejak awal, kehidupan pernikahan mereka baik-baik saja, bahkan sangat sempurna dengan seorang anak perempuan yang baru berusia 6 bulan.

Suatu malam, ketika sang suami pulang kantor, ia mendapati istrinya sedang duduk di depan TV. Bukan menyambut suaminya, sang istri tersebut asyik saja selonjor kaki di sofa sambil menikmati acara TV tersebut. Tidak lama kemudian suami mendekat dan mulai menceritakan setiap masalah yang dihadapinya di kantor.

Tanpa mengucapkan satu patah kata pun, sang istri langsung menangis. Suami tersebut terkejut atas respon dari istrinya ini. "Kenapa kok semuanya tentang kamu?" Tanya sang istri. Saat membuka mulutnya, sang istri langsung berkata tentang betapa lelahnya ia mengasuh anak yang rewel semalaman, menyiapkan makanan, maupun mengurusi pekerjaan rumah.

Selama ini sang istri tidak pernah mengeluh sekalipun. Akhirnya semuanya pecah dalam satu malam tersebut. Ditutup oleh sebuah pertanyaan dari istri, "Kenapa kamu tidak pernah bertanya tentang keseharianku? Atau apa yang aku pikirkan?" Sang suami merasa bersalah pada istrinya.

Sebuah pernikahan dibutuhkan kerjasama yang baik. Kerjasama tidak harus berarti kedua belah pihak harus ikut mengerjakan satu pekerjaan yang sama. Baik kita maupun pasangan punya masing-masing peran yang perlu dijalani.

Untuk menjalin sebuah kerjasama yang baik, yuk ikut 3 cara ini.

1.  Cari akar permasalahannya

Ada banyak faktor yang bisa membuat kita dan pasangan mengalami sebuah konflik. Mulai dari tekanan pekerjaan, kondisi keuangan, masalah kesehatan, anak-anak atau hal lainnya terasa seperti pasanganlah pihak yang harus disalahkan. Mengambil beberapa waktu untuk merenungkan akar masalah bisa membuat komunikasi kita menjadi jauh lebih baik.

Seringkali, saat pasangan bercerita sesuatu, kita seakan-akan menjadi pihak yang disalahkan. Pahamilah kalau dirinya tidak menyalahkan pihak manapun, sebab sebenarnya pasangan hanya butuh teman yang mau mendengarkan.

2.  Buat tujuan yang pasti

Dalam sebuah hubungan, kita juga perlu menemukan sebuah tujuan yang jelas untuk dijalani bersama-sama. Pernahkah kita punya suatu keinginan untuk dicapai bersama? Bisa saja tujuannya adalah untuk bisa melunasi hutang-hutang bersama, membuka sebuah usaha baru, atau ikut pelayanan di gereja. Tujuan yang jelas akan membuat kita menjadi jauh lebih bersemangat dalam menjalaninya.

3.  Menciptakan rutinitas bersama

Rutinitas yang dikerjakan dalam sebuah pernikahan bisa memberikan kesan yang mendalam buat kita dan pasangan. Misalnya kegiatan doa pagi, atau mengambil beberapa menit sebelum tidur untuk menceritakan kegiatan yang dilakukan selama seharian ini.

Menjalani sebuah hubungan pernikahan yang kompak dapat membuat kita mencapai tujuan dengan cara yang luar biasa. Bukankah semua hal yang kita jalani ini sebenarnya hanyalah sebuah proses? Menjalin sebuah hubungan pernikahan yang baik bisa membawa kita menjalani sebuah kehidupan pernikahan yang jauh lebih seru dan menyenangkan.  

Sumber : focusonfamily

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

iqbal rahmat 19 November 2018 - 21:26:59

The underlined word refers to

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:51:28

siapakah diri kita

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:48:05

kebaikan Tuhan

0 Answer


Febby Regina Rista 3 November 2018 - 08:32:28
Saya mohon dukungan doa dari tementemen, saya saat... more..

Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Banner Mitra Week 3


7220

advertise with us