Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
621


Didasarkan oleh keprihatinan terhadap kondisi politik nasional yang menjurus pada aksi saling serang lewat media sosial, lembaga-lembaga agama di Indonesia akhirnya bersepakat untuk menyuarakan perdamaian kepada semua umat beragama menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Beberapa lembaga agama ini akhirnya menggelar sebuah diskusi publik yang mengangkat tema' Pemuka Agama Untuk Demokrasi Berkualitas' di Kantor CDCC, Jalan Brawijaya VIII Nomor 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2018).

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pun turut ikut dalam diskusi ini dengan diwakilkan oleh Henrek Lokra. Sementara lainnya hadir juga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Noor Achmad, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Agus Wahayanan, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wisnu Bawa Tenayu. Hadir pula Perhimpunan Majelis Agama Budha Indonesia (Permabudhi), Arif Harsono; dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Uung Sendana.

Baca Juga : Seruan FUKRI untuk Umat dalam Rangka Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

Sementara itu diskusi juga dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP DKAAP), Din Syamsuddin.

Lewat diskusi ini, Din selaku perwakilan pemerintah ditunjuk untuk membacakan lima pesan damai menjelang Pilpres 2019.

1. Keprihatinan mendalam atas suasana demikian dan mengkhawatirkannya dapat menimbulkan benih permusuhan yang membawa perpecahan bangsa.

2. Menyerukan kepada segenap keluarga besar bangsa untuk mengubah hubungan antar sesama yang bersifat dialektik (mengandung pertentangan) tersebut menjadi hubungan yang bersifat ideologis, yakni cenderung memusyawarahkan perbedaan pandangan politik dengan penuh rasa persaudaraan demi keutuhan dan kemajuan bangsa.

3. Memesankan kepada segenap keluarga besar bangsa agar perbedaan pandangan politik tidak memutuskan silaturahmi kebangsaan, dan menyadari bahwa demokrasi adalah cara beradab dalam memilih pemimpin maka bangsa perlu membudayakan demokrasi berkeadaban.

4. Memesankan kepada seluruh keluarga besar bangsa yang majemuk bahwa penonjolan identitas kelompok dalam berpolitik adalah absah selama hal tersebut tidak menghina kelompok lain, dan tidak menimbulkan sektarianisme politik ekstrim yang menegasi kelompok lain, tapi meletakkan perjuangan politik demi kepentingan bangsa secara bersama-sama.

5. Memesankan kepada seluruh keluarga besar bangsa agar dalam mengamalkan demokrasi tetap dapat menampilkan aspirasi dalam semangat berlomba dalam kebaikan dan keadaban.

Yuk, mari sebagai warga negara yang baik kita menjaga hubungan dengan orang lain. Jangan sampai perbedaan politik merusak hubungan persaudaraan kita. Dukunglah pilihanmu dengan cara yang benar dan tidak dengan menjatuhkan apalagi menyebar kebencian lewat berbagai media.

Sumber : Tribunnews.com/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

rina ashari 15 February 2019 - 04:48:52

makanan yang baik untuk ibu hamil usis di atas 40 .. more..

0 Answer

Ria Lukita 14 February 2019 - 20:53:48

Pelecehan

0 Answer

Margareth 12 February 2019 - 20:29:50

Sudah bertahun tahun saya tidak pernah berdoa, say.. more..

0 Answer


Abigail Eleanor 11 February 2019 - 18:23:08
Tolong doakan saya lg mencari kerja..usia saya 35t... more..

A 8 February 2019 - 17:48:57
Tes

Viona 7 February 2019 - 10:54:05
Saya mohon dukungan dalam doa untuk pasangan hidup... more..

Rio Hascaryo 7 February 2019 - 08:48:26
Thanks buat kemarin, saya dapat melalui hari denga... more..

Banner Mitra Week 3


7233

advertise with us