Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
473


Didasarkan oleh keprihatinan terhadap kondisi politik nasional yang menjurus pada aksi saling serang lewat media sosial, lembaga-lembaga agama di Indonesia akhirnya bersepakat untuk menyuarakan perdamaian kepada semua umat beragama menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Beberapa lembaga agama ini akhirnya menggelar sebuah diskusi publik yang mengangkat tema' Pemuka Agama Untuk Demokrasi Berkualitas' di Kantor CDCC, Jalan Brawijaya VIII Nomor 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2018).

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pun turut ikut dalam diskusi ini dengan diwakilkan oleh Henrek Lokra. Sementara lainnya hadir juga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Noor Achmad, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Agus Wahayanan, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wisnu Bawa Tenayu. Hadir pula Perhimpunan Majelis Agama Budha Indonesia (Permabudhi), Arif Harsono; dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Uung Sendana.

Baca Juga : Seruan FUKRI untuk Umat dalam Rangka Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

Sementara itu diskusi juga dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP DKAAP), Din Syamsuddin.

Lewat diskusi ini, Din selaku perwakilan pemerintah ditunjuk untuk membacakan lima pesan damai menjelang Pilpres 2019.

1. Keprihatinan mendalam atas suasana demikian dan mengkhawatirkannya dapat menimbulkan benih permusuhan yang membawa perpecahan bangsa.

2. Menyerukan kepada segenap keluarga besar bangsa untuk mengubah hubungan antar sesama yang bersifat dialektik (mengandung pertentangan) tersebut menjadi hubungan yang bersifat ideologis, yakni cenderung memusyawarahkan perbedaan pandangan politik dengan penuh rasa persaudaraan demi keutuhan dan kemajuan bangsa.

3. Memesankan kepada segenap keluarga besar bangsa agar perbedaan pandangan politik tidak memutuskan silaturahmi kebangsaan, dan menyadari bahwa demokrasi adalah cara beradab dalam memilih pemimpin maka bangsa perlu membudayakan demokrasi berkeadaban.

4. Memesankan kepada seluruh keluarga besar bangsa yang majemuk bahwa penonjolan identitas kelompok dalam berpolitik adalah absah selama hal tersebut tidak menghina kelompok lain, dan tidak menimbulkan sektarianisme politik ekstrim yang menegasi kelompok lain, tapi meletakkan perjuangan politik demi kepentingan bangsa secara bersama-sama.

5. Memesankan kepada seluruh keluarga besar bangsa agar dalam mengamalkan demokrasi tetap dapat menampilkan aspirasi dalam semangat berlomba dalam kebaikan dan keadaban.

Yuk, mari sebagai warga negara yang baik kita menjaga hubungan dengan orang lain. Jangan sampai perbedaan politik merusak hubungan persaudaraan kita. Dukunglah pilihanmu dengan cara yang benar dan tidak dengan menjatuhkan apalagi menyebar kebencian lewat berbagai media.

Sumber : Tribunnews.com/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Nurayanti Simatupang 12 November 2018 - 19:28:13

Hasil dari tahapan kompilasi dalam menjalankan pro.. more..

0 Answer

Cristiandoko Cgenx 10 November 2018 - 06:19:44

Apakah saya bisa berkonsultasi,saya mohon bantuann.. more..

0 Answer

Marina Putri 9 November 2018 - 16:46:08

Ayat inti dari mandat budaya termbil dalam?

0 Answer


Febby Regina Rista 3 November 2018 - 08:32:28
Saya mohon dukungan doa dari tementemen, saya saat... more..

Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Banner Mitra Week 2


7221

advertise with us