Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

1717387258563145

Official Writer
333


Ayah memiliki peran yang sangat penting untuk mental anak-anaknya. Sayangnya, saat anak memasuki usia remaja orangtua sering sekali sulit untuk terhubung kembali dengan sang anak, sulit sekali membangun hubungan emosi dan komunikasi yang baik dengan anaknya.

Ketika masih kecil, anak-anak biasanya mengikuti tingkah laku orangtuanya. Contohnya anak laki-laki yang rentan mengikuti sang ayah dan bertanya banyak pada ayahnya serta berusaha menjadi seperti ayah.

Namun ketika beranjak masa remaja, biasanya anak-anak akan memilih bungkam terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan masalah dan tantangan dalam kehidupan mereka.

Nggak cuma itu, sering sekali dalam hal ini orangtua juga tidak begitu peka dan sibuk dengan urusan sendiri.

Sibuk bekerja dan selalu beranggapan bahwa anak-anak remajanya baik-baik saja.

Padahal keintiman anak dan orangtua nggak cuma dibangun ketika mereka kecil, bahkan ketika mereka remajapun, perlu sekali bagi orangtua tetap mempertahankan keintiman hubungan.

Karena dengan demikian, orangtua bisa tetap memastikan anak berada dalam pertumbuhan yang baik dan benar.

Berapa banyak orangtua zaman sekarang yang cuek dengan anak remajanya karena beranggapan bahwa mereka sudah cukup dewasa memikirkan dan menyelesaikan permasalahannya sendiri?

No, bahkan masa remaja ini adalah masa krusial dimana orangtua tetap harus ambil andil dan menjadi sahabat dalam hidup mereka.

Pertumbuhan anak yang nakal sering sekali dikaitkan karena lingkungan pertemanannya yang mempengaruhi, hal ini bisa kita bentengi dari rumah. Orangtua bisa memberi dasar kebenaran pada mereka dan menjadi teman bagi mereka supaya mereka memiliki standard yang benar ketika mereka diperhadapkan dengan lingkungan luar yang menyeramkan.

Nah, jika hari ini kamu merasa hubungan kamu dengan anak remaja kamu mulai renggang karena segan, karena sibuk dan lain sebagainya, saatnya merendahkan hatimu berikan waktu untuk bersama orangtuanya:

1. Rencanakan waktu yang teratur untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan dan penuh petualangan dengan anak

Beberapa waktu lalu, saya bermain ke rumah salah satu teman saya. Rumahnya cukup besar dan rasanya tinggal di rumah itu, seperti tinggal di istana. Pembantunya cukup banyak, namun sayangnya kedua orangtuanya sangat jarang di rumah karena harus ke luar kota, dan jikapun pulang, maka selalu nongkrong di ruang kerja.

Saya tidak ingin membahas lebih dalam soal kehidupan teman saya, namun dari gambaran cerita ini, kamu bisa merasa bagaimana orangtua zaman now, sudah kehilangan waktu bersama anak-anaknya.

Jika memang kamu adalah orangtua yang sibuk seperti orangtua temanku, minimal sempatkan waktu sekali dua minggu untuk bertemu anak dan liburan bersama.

Atur waktu dengan anak remajamu untuk makan es krim bareng, sekalipun hanya 10 menit, atau mungkin nonton bioskop bersama. Kalau bisa, sisihkan waktu 1 hari atau 2 hari, dan pergilah berpetualangan bersama dengan anak-anakmu, entah itu main ke pantai yang belum pernah kalian kunjungi bersama, mendaki dan lain sebagainya.

2. Tuliskan pesan singkat kepada mereka dengan catatan tempel

Memang sih, terdengar sangat drama. Tapi sesekali hal ini tidak masalah bagi anak remaja.

Dengan melakukan hal ini, mereka merasa diperhatikan oleh kamu sebagai orangtua.

Cobalah untuk menyisihkan waktu 1 menit untuk menulis note "selamat belajar sayang" atau "papa/mama sayang kamu, semangat ya untuk hari ini" lalu tempelkan tulisan itu di meja belajarnya ketika kamu hendak ke luar kota, atau sisipkan di bukunya, atau dimana saja yang biasanya dia lalui dan pasti melihatnya.

Jangan jadikan rumah sebagai tempat tidur saja, sadarilah bahwa ada anak yang kamu lahirkan yang butuh kehadiran kamu untuknya.

Yuk, terhubung kembali dengan mereka disela kesibukanmu.

3. Main game dengan mereka

Ini adalah salah satu cara praktis yang orangtua bisa lakukan untuk membangun kembali hubungan dengan anak remajanya.

Zaman now, game sangat digemari oleh banyak orang, dan tentu anakmu juga menyukainya.

Nah, bangun kembali kedekatan dan keintiman kalian dengan bermain game bersama.

Lakukan itu sesering mungkin, entah itu sekali seminggu, namun yang jelas, cara ini akan bikin kamu dan anak melewati permainan yang seru dan penuh tawa, dan saling terhubung kembali.

Nah, itu dia 3 cara praktis yang orangtua bisa lakukan untuk membangun kembali hubungan dengan anak remaja mereka. Sebenarnya ada cara lain yang paling ampuh yang bisa orangtua lakukan, yaitu saat teduh, sharing dan baca Alkitab bersama. Dengan melakukan hal ini, orangtua dengan mudah membangun kembali dan mengenal kembali perkembangan anak kita di masa remajanya. 

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

iqbal rahmat 19 November 2018 - 21:26:59

The underlined word refers to

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:51:28

siapakah diri kita

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:48:05

kebaikan Tuhan

0 Answer


Febby Regina Rista 3 November 2018 - 08:32:28
Saya mohon dukungan doa dari tementemen, saya saat... more..

Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Banner Mitra Week 3


7220

advertise with us