Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

vjay

Official Writer
633


Baru-baru ini Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuat pernyataan kontroversial yang diarahkan kepada Tuhan. Ia meminta satu orang saja membuktikan Tuhan ada kepadanya dengan melakukan swafoto atau selifie bersama Tuhan, maka ia akan mundur dari jabatannya.

“Jika ada satu orang saja di antara kamu… yang berkata telah ke surge, bicara dengan Tuhan, melihat dia secara langsung, dan bahwa Dia nyata, Tuhanmu, dan jika ada, benar, Aku akan melepaskan jabatan presiden,” demikian ungkap Duterte, Jumat (6/7/2018) lalu.

Hal ini tentu saja menimbulkan kemarahan di masyarakat Filipina yang mayoritas pemeluk agama Katolik Roma. Namun hal ini bukanlah pertama kalinya Duterte menyerang Tuhan melalui komentarnya. Dua minggu sebelumnya dia menyebut Tuhan “bodoh” dan “anak perempuan jalang” serta mempertanyakan beberapa kepercayaan Kristen seperti kisah penciptaan, konsep surga dan neraka, dan perjamuan terakhir.

Baca juga : 

Tak Suka Ucapannya, Duterte Suruh Pembencinya Komplain ke Tuhan

Lagi-lagi, Presiden Duterte Semprot Gereja Katolik Filipina Soal Masalah Ini…


Konflik antara Presiden Duterte dengan Gereja Katolik Roma sudah berlangsung lama. Dia pernah mempertanyakan sumbangan yang dikumpulkan oleh Gereja Katolik Roma dari jemaat. Duterte menuduh bahwa sumbangan itu digunakan untuk menyokong keberadaan istana (Vatikan-red) dan berbagai kemewahan yang tidak bisa dinikmati oleh masyarakat biasa.

“Jika kamu benar-benar membantu orang, mengapa kamu minta sumbangan dari mereka,” demikian ungkapnya.

Kelompok Kristen menuntut Duterte untuk meminta maaf atas pernyataannya yang menghina Tuhan, namun hal itu ditolaknya, “Tidak dalam jutaan tahun.”

Presiden berusia 73 tahun tersebut lahir dan dibesarkan dalam keluarga Kristen Katolik, namun ia sendiri mempertanyakan berbagai pengajaran Katolik seperti dosa keturunan yang bahkan dialami oleh bayi dan hanya bisa ditebus dengan babtisan yang harus membayar ke gereja.

Ada pandangan bahwa sikap Duterte tentang Tuhan dan gereja dilatar belakangi oleh pelecehan seksual yang alami sewaktu remaja. Pada tahun 2015, dalam sebuah wawancara ia mengungkapkan pernah mengalami pelecehan seksual dari seorang  pendeta gereja Katolik sewaktu mengalami pengakuan dosa. Hal itu membuatnya mempercayai Tuhan versinya sendiri.

“Aku memiliki iman dan kepercayaan yang dalam pada Tuhan tetapi Tuhanku, konsepku tentang Tuhan adalah (berdasarkan) pada pelajaran yang kuterima dari kehidupan dengan cara yang keras,” ungkapnya waktu itu.

“Aku tidak berpikir bahwa Tuhanku adalah Tuhan yang aplikatif.. jika tidak demikian maka tidak akan tersebar ketidakadilan: kelaparan, pembunuhan dan lain sebagainya,” demikian tambahnya.

Duterte banyak dikecam dunia karena kebijakannya yang membunuh langsung para pelaku dan pengguna narkoba, dan juga para pemberontak. Ia mengabaikan tudingan pelanggaran hak asasi manusia. Mungkinkah semua itu dilatarbelakangi karena kekecewaannya pada Tuhan dan gereja? 

Sumber : Asiaone.com | Independent.co.uk

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Nita 19 July 2018 - 23:17:38

Cara melunasi hutang

0 Answer

Lamris Silaban 19 July 2018 - 18:38:58

Suami saya seorang penatua gereja. Sebagai istri s.. more..

0 Answer

Fred D Hunter Nainggolan 18 July 2018 - 09:43:25

Mengapa perbuatan yang salah itu tidak selalu bena.. more..

2 Answer


Junedi fajri 18 July 2018 - 00:35:51
Saya minta didoakan agar bisa terlepas dari pengar... more..

Christa Tita 6 July 2018 - 00:22:37
Mohon dukungan doanya, saya sedang bergumul dalam ... more..

Dina Mariani 30 June 2018 - 10:27:48
Syalom... Saya mohon dukungan doa dari saudara/i y... more..

MyAryaputra 12 June 2018 - 16:39:42
Mohon dukungan doa untuk pendanaan pembelian tanah... more..

Banner Mitra Week  3


7187

advertise with us