Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
638


Kontroversi terkait postingannya yang tersebar di sosial media beberapa waktu lalu membuat Arseto Suryoadji harus mendekam di penjara. Pria yang merupakan anak gembala Gereja Tiberias Indonesia (GTI) Pendeta Yesaya Pariadji, ini masih terus menjalani proses hukum lantaran dianggap yang telah meresahkan berbagai pihak.

Kemarin, Selasa (3/7), Arseto dikabarkan telah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta. Saat itulah pula dakwaan dijatuhkan oleh tim jaksa penuntut umum terhadapnya. Seperti dibacakan, Arseto didakwa menyebarkan informasi yang dianggap menimbulkan kebencian melalui Twitter dan Facebook miliknya pada 24 Maret 2018 silam.

Secara lengkapnya, Jaksa Penuntut Umum Marimbon Hatigoran Panggabean menyampaikan, “Bahwa postingan-postingan tersebut memuat informasi dan dapat dibaca oleh semua pengguna jejaring media sosial Facebook, baik yang berteman maupun tidak berteman dengan akun Facebook atas nama Arseto Suryoadji.”

“Tulisan tersebut menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan terhadap golongan atau kelompok masyarakat tertentu dalam hal ini PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) dan Jokowi sebagai representasi institusi kepresidenan. Sebagaimana ungkapan kata-kata yang berkonotasi tidak baik,” ucap Marimbun.

Baca Juga :

Gereja Pdt. Gilbert Lumoindong Gelar Paskah di Monas, Netizen Layangkan Pro dan Kontra

Ramai di Grup Whatsapp, Ini Surat Pernyataan Pdt. Yesaya Pariadji Terkait Arseto Suryoadji

Selain itu, Arseto juga didakwa telah menyebarkan informasi yang rentan menyebabkan kebencian terhadap Presiden Jokowi. Tak hanya itu, dia juga dinilai telah menyinggung soal ideologi marxisme dan komunis yang dikait-kaitkan dengan aturan soal digelarnya ibadah Paskah di Monas oleh GBI Glow yang digembalai oleh Pendeta Gilbert Lumoindong.

Atas semua bukti-bukti yang terkumpul, Arseto didakwa melanggar Pasal 28 Ayat 2 Jo Pasal 45 A Ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 yang mengatur soal etika penggunaan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tak terima dengan hasil dakwaan jaksa, kuasa hukum Arseto menyampaikan akan mengajukan nota keberatan. Dia menilai ada beberapa hal yang kurang tepat. “Kita mengajukan keberatan atau eksepsi karena ada beberapa hal yang harus dijelaskan juga di dalam esepsi,” ucap Kurnia Girsang selaku kuasa hukum Arseto.

Sumber : Kompas.com/Detik.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

iqbal rahmat 19 November 2018 - 21:26:59

The underlined word refers to

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:51:28

siapakah diri kita

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:48:05

kebaikan Tuhan

0 Answer


Febby Regina Rista 3 November 2018 - 08:32:28
Saya mohon dukungan doa dari tementemen, saya saat... more..

Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Banner Mitra Week 3


7220

advertise with us