Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
10361


Seorang pendeta asal Republik Nikaragua dan seluruh keluarganya tewas dibunuh setelah menolak permintaan untuk menjadikan rumahnya sebagai markas anggota sniper yang bertugas untuk menembak para demonstran anti pemerintah.

Menurut laporan dari media setempat, sekelompok pasukan paramiliter Sandinist ini melemparkan bom molotov ke rumah pendeta tersebut. Akibatnya, pendeta, istrinya Maritza, seorang putranya dan menantu serta dua cucunya dinyatakan tewas. Sementara dua anggota keluarga lain berhasil menyelamatkan diri.

Sebelumnya pasukan sniper ini berencana untuk memasang peralatan untuk pasukan penembak di lantai tiga di gedung rumahnya.

Belakangan ini kondisi Nicaragua memang cukup panas. Bentrokan antara demonstran anti-pemerintah dan pasukan bersenjata menyebabkan hampir 200 orang tewas. Kondisi ini sudah terjadi sejak pertengahan bulan April 2018 lalu. Kondisi ini mulai terjadi sejak Presiden Nicagarua, Daniel Ortego menyetujui undang-undang (UU) berisi pengurangan jaminan sosial dan pensiun pekerjanya.

Meski UU tersebut sudah dicabut kembali. Namun demonstrasi terus meningkat setelah pasukan bersenjata menjatuhkan korban lebih dari 40 orang dari kalangan demonstran.

Untuk meredam kekacauan tersebut, Uskup Katolik Nicaragua segera melakukan pertemuan damai antara pihak oposisi dan pemerintah. Tapi dialog itu gagal. Kardinal Leopoldo Brenes dari Managua mengklaim kalau pemerintah menolak untuk membahas masalah tersebut di tengah situasi genting tersebut, termasuk menolak reformasi pemilihan presiden.

Seperti diketahui, Ortega sudah menjabat selama tiga periode berturut-turut. Di periode ketiganya, dia menang dalam pemilihan umum tahun 2016 silam. Berdasarkan peraturan amandemen konstitusi, dia dipastikan masih bisa ikut dalam pemilihan presiden mendatang.

Akibat situasi genting ini, sejumlah lembaga Kristen pun terpaksa membatalkan perjalanan misinya untuk sementara waktu. Acara tahunan seperti Corner of Love, salah satu misi pelayanan yang menjadikan Nikagarua sebagai tuan rumah bagi 30 tim sukarelawan dalam upaya menyediakan akses air bersih, pelayanan medis dan pendidikan harus ditunda tahun ini.

Yuk, berdoa buat keamanan di Nikaragua supaya negara ini kembali kondusif. Doa juga supaya terjalin hubungan yang baik antara pemerintah dan masyarakatnya. 

Sumber : Christiantoday.com/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

iqbal rahmat 19 November 2018 - 21:26:59

The underlined word refers to

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:51:28

siapakah diri kita

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:48:05

kebaikan Tuhan

0 Answer


Febby Regina Rista 3 November 2018 - 08:32:28
Saya mohon dukungan doa dari tementemen, saya saat... more..

Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Banner Mitra Week 3


7220

advertise with us