Kepolisian Rangkul Anak Muda Tangkal Hoaks Selama Pilkada, Begini Caranya…

Nasional / 18 June 2018

Kepolisian Rangkul Anak Muda Tangkal Hoaks Selama Pilkada, Begini Caranya…

Lori Official Writer
1944

Sebentar lagi kita akan menggelar pesta rakyat Pilkada, tepatnya 27 Juni 2018 mendatang. Itu artinya semua warga negara yang tercatat di daerah pemilihan tertentu diwajibkan memberikan suara.

Tapi sebagaimana pengalaman Pilkada DKI Jakarta sebelumnya, suasana politik terus memanas. Banyak masyarakat yang kemudian melakukan kecurangan demi memperjuangkan kemenangan kelompok tertentu. Gak segan-segan, para pelaku sosial media dikerahkan untuk menyebar fitnah dan kebencian terhadap calon tertentu.

Nah, berkaca dari kondisi itu pula pihak kepolisian berupaya mewujudkan keamanan, ketentraman dan kondusivitas selama Pilkada 2018 mendatang. Mereka pun merangkul anak muda yang melek sosial media untuk menangkal berita-berita hoaks.

Pihak kepolisian pun telah menerapkan langkah ini di kota Jember. Seperti dengan dibentuknya cyber patrol yang bertugas untuk menyelami dan mengamati dunia maya. Kapolres Jember memang sudah menerapkan hal ini sejak tahun 2016 silam. Salah satu langkah nyatanya dengan membentuk Whatsapp Group, Cyber Patrol Polres Jember yang berisi anak-anak muda yang melek sosial media.

Bukan hanya mengajak, Kapolres juga memberdayakan anak muda ini sebagai admin dari grup sosial media ini. “Kami merangkul netizen yang menjadi admin grup di media sosial. Kami ajak untuk menjaga Jember dari berita hoaks,” ucap Kombes Sabilul Alif, yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Tanggerang dimana sebelumnya pernah menjabat sebagai Wadirlantas Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Sabilul menegaskan mereka bertugas untuk menyaring informasi yang terbesar di sosial media. Mereka akan lebih dulu mencari tahu kebenaran dari berita tersebut, sebelum memberitahukannya kepada Kasat dan Kapolsek. Apabila informasi tersebut terbukti hoaks, mereka tak akan mempostingnya dan akan menegur si pembuat informasi.

Tindakan ini diharap bisa mengedukasi masyarakat soal cara bijak ber sosial media. Sehingga terciptalah kondusivitas dan keamanan selama proses Pilkada mendatang.

Semoga langkah serupa juga bisa ditiru oleh kota-kota lain ya. 

Sumber : Tribunnews.com
Halaman :
1

Ikuti Kami