Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
2248


Penginjil Franklin Graham memiliki sejarah menarik yang berkaitan dengan Korea Utara. Ibunya, Ruth Graham pernah mencicipi kursi pendidikan di Pyongyang pada tahun 1930 silam. Sementara ayahnya, Billy Graham mengunjungi negara komunis ini pada tahun 1992 dan tahun 1994.

Franklin Graham juga pernah berkunjung ke Korea Utara ketika menjalani sebuah kampanye untuk membantu orang-orang di Korea Utara.

Berdasarkan nilai sejarah yang kuat tersebut, ia menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Trump soal Korea Utara yang perlu diperhatikan.

"Konflik ini perlu diselesaikan," ungkap Graham pada wawancara bersama CBN News pada Selasa kemarin. "Saya berusia 65 tahun jadi pada dasarnya saya telah ikut berperang bersama Korea Utara sepanjang hidup saya.”

Ketika ditanyai soal pertemuan Presiden Korea Utara dan Amerika di Singapura, Graham mengaku sangat optimis.

"Saya rasa Korea Utara selalu ingin bicara dengan Amerika sejak dulu dan ini adalah kesempatan pertama bagi kedua belah pihak bisa bertemu secara langsung seperti ini," terang penginjil ini.

Graham percaya kalau Korea Utara terlalu bermegah diri dan hal ini sangat berkaitan dengan sistem pemerintahan Trump.

"Korea Utara hanya ingin menunjukkan rasa hormat dan pemerintah menganggapnya seperti bukan apa-apa," jelasnya.

Graham juga percaya bahwa pertemuan ini bisa menjadi sebuah awal bagi kebebasan orang-orang Kristen yang teraniaya di Korea Utara.

David Curry, sebagai seorang yang mendukung kebebasan untuk beragama sekaligus pemimpin bagi Organisasi Open Doors USA mengatakan pada CBN News, "Orang Kristen dianggap sebagai musuh nomor satu bagi negara di Korea Utara." Dia mengatakan bahwa pemerintah memandang iman percaya Kekristenan sebagai batu sandungan bagi negaranya.

Graham juga menyampaikan harapannya bahwa pemerintah Korea Utara bisa mulai menanggapi orang percaya secara berbeda.

"Saya ingin pemerintah komunis mengetahui bahwa orang Kristen bukanlah musuh mereka," ungjkapnya. "Mereka punya potensi sebagai warga yang baik di negaranya sebab salah satu perintah Tuhan adalah untuk berdoa bagi mereka yang berkuasa di negaranya," lanjutnya.

Organisasi Open Doors memperkirakan kalau ada sekitar 50.000 orang Kristen yang harus dipenjara karena iman percayanya. Keadaan ini berhasil menempatkan Korea Utara sebagai tempat paling berbahaya nomor 1 bagi orang Kristen selama 17 tahun terakhir.

Sumber : cbn.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Selfira 14 October 2018 - 17:54:07

Pertemanan

0 Answer

Andayan Lintin 14 October 2018 - 13:23:37

Kenapa ada siang dan malam

1 Answer

ceven lodiko 14 October 2018 - 09:31:31

Gms

0 Answer


Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Banner Mitra Week 2


7270

Konselor