Inta

Official Writer
2817


Penginjil Franklin Graham memiliki sejarah menarik yang berkaitan dengan Korea Utara. Ibunya, Ruth Graham pernah mencicipi kursi pendidikan di Pyongyang pada tahun 1930 silam. Sementara ayahnya, Billy Graham mengunjungi negara komunis ini pada tahun 1992 dan tahun 1994.

Franklin Graham juga pernah berkunjung ke Korea Utara ketika menjalani sebuah kampanye untuk membantu orang-orang di Korea Utara.

Berdasarkan nilai sejarah yang kuat tersebut, ia menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Trump soal Korea Utara yang perlu diperhatikan.

"Konflik ini perlu diselesaikan," ungkap Graham pada wawancara bersama CBN News pada Selasa kemarin. "Saya berusia 65 tahun jadi pada dasarnya saya telah ikut berperang bersama Korea Utara sepanjang hidup saya.”

Ketika ditanyai soal pertemuan Presiden Korea Utara dan Amerika di Singapura, Graham mengaku sangat optimis.

"Saya rasa Korea Utara selalu ingin bicara dengan Amerika sejak dulu dan ini adalah kesempatan pertama bagi kedua belah pihak bisa bertemu secara langsung seperti ini," terang penginjil ini.

Graham percaya kalau Korea Utara terlalu bermegah diri dan hal ini sangat berkaitan dengan sistem pemerintahan Trump.

"Korea Utara hanya ingin menunjukkan rasa hormat dan pemerintah menganggapnya seperti bukan apa-apa," jelasnya.

Graham juga percaya bahwa pertemuan ini bisa menjadi sebuah awal bagi kebebasan orang-orang Kristen yang teraniaya di Korea Utara.

David Curry, sebagai seorang yang mendukung kebebasan untuk beragama sekaligus pemimpin bagi Organisasi Open Doors USA mengatakan pada CBN News, "Orang Kristen dianggap sebagai musuh nomor satu bagi negara di Korea Utara." Dia mengatakan bahwa pemerintah memandang iman percaya Kekristenan sebagai batu sandungan bagi negaranya.

Graham juga menyampaikan harapannya bahwa pemerintah Korea Utara bisa mulai menanggapi orang percaya secara berbeda.

"Saya ingin pemerintah komunis mengetahui bahwa orang Kristen bukanlah musuh mereka," ungjkapnya. "Mereka punya potensi sebagai warga yang baik di negaranya sebab salah satu perintah Tuhan adalah untuk berdoa bagi mereka yang berkuasa di negaranya," lanjutnya.

Organisasi Open Doors memperkirakan kalau ada sekitar 50.000 orang Kristen yang harus dipenjara karena iman percayanya. Keadaan ini berhasil menempatkan Korea Utara sebagai tempat paling berbahaya nomor 1 bagi orang Kristen selama 17 tahun terakhir.

Sumber : cbn.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

1 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Banner Mitra Juni Week 1-2


7255

Banner Mitra Juni Week 1-2