Lori Mora

Official Writer
1162


“Pentingnya kita memperkuat nilai-nilai agama, budaya dan norma-norma agama, harus terus kita perkuat karena tanpa sadar kita sudah ikut budaya Barat, bahaya sekali!” demikian kutipan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam sambutannya di acara penutupan pengkajian Ramadhan 1439 H di Kampus Uhamka, Selasa (29/5) kemarin.

Pesan ini disampaikan Jokowi berdasarkan situasi yang terjadi saat di masyarakat. Dia menilai bahwa pengaruh budaya Barat sudah semakin meluas di Indonesia. Apalagi dengan kehadiran digital media, yang merupakan hasil karya negara Barat, akan semakin menggerus nilai-nilai budaya Indonesia.

Jokowi menyampaikan nilai-nilai kehidupan asli Indonesia harus terus dijaga dan dipraktikkkan, termasuk dalam hal penggunaan sosial media. “Karena individu-individu sekarang bisa sampaikan apa-apa di media sosial. Bahanya kalau terbawa ke hal tak baik. Gampang curiga, berprasangka buruk - su’uttafahum, harusnya husnuttafahum - berprasangka baik. Kalau berprasangka buruk ini yang berbahaya. Ini yang terjadi, karena enggak ada filter,” terangnya.

Baca Juga :

Sosial Media Jadi Markas Sebarkan Ideologi Radikal. Mari Bertindak Lewat Imago Conference!

Begini Cara Kerja Sosial Media Rusak Otak Kita, Kamu Pasti Gak Nyangka!

Dampak negatif penggunaan sosial media ini, katanya, sudah menglobal. Tak hanya menimpa masyarakat Indonesia saja. Karena setiap kepala negara yang dijumpainya juga mengeluhkan hal serupa. “Setiap kepala negara yang bertemu dengan saya juga mengeluh yang sama. Inilah menurut saya pentingnya kita memiliki adab dalam bermedia sosial,” katanya.

Pesan terakhir Jokowi untuk diperhatikan adalah supaya masyarakat tak kehilangan nilai-nilai hidup seperti budi pekertidan sopan santun hanya gara-gara tak mampu mengendalikan penggunaan digital media di era ini.

Ya, kita sependapat dengan Presiden Jokowi. Bahkan bukan hanya masyarakat secara umum, tapi sebagai gereja kita juga harus jadi pengguna sosial media yang cerdas. Jangan sampai digital media membuat kita berubah dan kehilangan identitas diri sebagai pribadi yang dilahirkan dan dibesarkan dalam budaya keragaman dan kehidupan beragama yang toleran.

Sumber : Kumparan.com/jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Banner Mitra Juni Week 1-2


7250

Banner Mitra Juni Week 1-2