Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

believers24

Official Writer
676


Salah seorang selebritas tanah air di Indonesia Yosi Mokalu ternyata punya pandangan menarik tentang nasionalisme. Menurut personil Project Pop ini, nasionalisme adalah ketika seseorang menyadari bahwa identitas pertamanya di bumi ini adalah kewarganegaraan pada saat ia dilahirkan.

"Buat saya nasionalisme itu seperti ini, kita itu tidak dilahirkan dengan agama, tapi kita dilahrkan dengan negara. Agama bisa kita pilih, negara Tuhan pilih. Jadi isme nasional itu sudah melekat sama kita dari sejak kita lahir. Jadi identitas nomor satu saya, sebelum saya mengenal siapapun, saya adalah orang Indonesia,” ujar Yosi di hadapan ratusan peserta workshop Nationalism, Art & Media IMAGO Creative Conference 2018 di Menara Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018).

Baca Juga: IMAGO 2018 - Guntur Romli: Lawan Konten-konten Radikalisme dengan Konten-konten Positif!

Menurut Yosi, bila seseorang tidak memakai identitas ini dalam berdialog maka ia memastikan bahwa komunikasi tidak akan berjalan dengan semestinya.

“Saya pernah posting beberapa kali diserang di social media, posting apapun, misalnya saya pernah dengan ekspresi yang mengerenyutkan kening, saya bilang ekspresi saya ketika mendengar kata pribumi dalam pidato, wah diserang langsung. Fokusnya sama kata pribumi dan ekspresi saya kayaknya tidak setuju, cuma begini menjawabnya juga, nah ini mungkin juga satu tips aja, kalau kita mendapat serangan seperti itu, kita tidak bisa menjawab melihat semua orang itu adalah musuh. Saya berusaha menjawab netral aja,” imbuh alumnus SMA 34 Jakarta ini.


Walaupun sudah melakukan itu, sambung Yosi, tetap saja persoalan di media sosial ketika itu tidak selesai sampai sekarang. Diakuinya telah terjadi penurunan secara jumlah postingan berupa ujaran kebencian maupun hoaks, tetapi fakta itu juga menunjukkan bahwa masih ada orang yang menyebarkan hal-hal yang sifatnya negatif di media sosial.

“Musuh kita bukan hanya radikal ternyata, musuh kita juga adalah orang-orang yang belum peduli sama nasionalisme, (yang) hanya peduli dengan dirinya sendiri,” ungkap Yosi.

Dalam pandangan Yosi, para pendahulu bangsa sesungguhnya telah berhasil menanamkan pondasi dengan melihat keberagaman di negeri ini yakni lewat menaruhkan kata-kata Bhinneka Tunggal Ika di bawah lambang bangsa Indonesia, Garuda Pancasila. Semboyan ini dibuat bukan sekedar mengingatkan akan adanya perbedaan, tetapi bagaimana menyikapinya secara benar.  

Jika mengetahui ada orang-orang yang masih mempermasalahkan perbedaan di Indonesia, Yosi memberikan saran agar umat Kristen menanggapinya dengan cara tetaplah berfokus mengasihi.  

“Kita gak bisa mengubah orang, itu tugas Tuhan, tapi kita bisa mengubah diri kita sendiri,” pungkas Yosi. 

Sumber : Jawaban.Com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Meilie 19 October 2018 - 15:39:12

Hutang

0 Answer

Barrydonald 19 October 2018 - 09:07:23

Tritunggal

0 Answer

Hanny Najoan 19 October 2018 - 08:31:06

Bisa dapat wanya terima kasih

0 Answer


Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Banner Mitra Week 2


7273

Konselor