Terkait Serangan Bom Gereja Surabaya, PGI Ingatkan Tokoh Agama dan Elit Politik Soal Ini..

Terkait Serangan Bom Gereja Surabaya, PGI Ingatkan Tokoh Agama dan Elit Politik Soal Ini..

Lori Official Writer
1445

Melalui Sekretaris Umumnya Pdt. Gomar Gultom, PGI menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada semua keluarga korban bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya Minggu, 13 Mei 2018.  Pdt. Gomar berharap setiap keluarga korban diberikan kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi masa-masa sulit ini.  

Dia menilai tindakan kekerasan dan aksi teror yang dilakukan sekelompok orang adalah cara keliru untuk menyelesaikan masalah. Karena kekerasan hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan yang berujung pada kehancuran yang lebih besar.

Aksi terorisme juga bukanlah tindakan seseorang yang beragama. Karena agama manapun tidak mengajarkan umatnya untuk melakukan tindakan kekerasan atau bahkan pembunuhan dengan cara apapun. Sebaliknya, setiap agama mengajarkan kemanusiaan, dama dan cinta kasih.

“Kesesatan berpikirlah yang membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme,” ucap Gomar dalam konferensi pers di Gedung Graha Oikoumene PGI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Minggu (13/5).

Karena itu, peristiwa kekerasan yang terjadi di Mako Brimob maupun aksi serangan bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya sepanjang pekan ini harus disikapi oleh para pemimpin agama dan masyarakat dengan serius.

“Saya menghimbau kepada para pemimpin agama dan masyarakat untuk tidak memberi angin dan simpati kepada pelaku kekerasan dan terorisme, apapun motifnya. Saya juga menghimbau masyarakat menghentikan penyebaran foto dan video, karena ini jusru tujuan teroris, yakni menebar rasa takut di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut Pdt. Gomar juga mengingatkan supaya peristiwa yang terjadi saat ini tidak dimanfaatkan oleh kalangan tertentu untuk kepentingan politik maupun pribadi. Karena persoalan ini menyangkut kepentingan bangsa ke depan.

“PGI menghimbau seluruh elit politik & masyarakat untuk menghentikan komentar yang justru memperkeruh keadaan. Jangan menggunakan peristiwa kekerasan & tindak terorisme untuk menangguk kepentingan politik dan sesat karena harga yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan bangsa,” terangnya.

Dia berpesan supaya masyarakat tak perlu takut dengan ancaman terorisme ini. Sebaliknya, masyarakat bersama-sama harus mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada pemerintah dan pihak yang berwenang.

 Melalui Sekretaris Umumnya Pdt. Gomar Gultom, PGI menyampaikan bela sungka yang mendalam kepada semua keluarga korban bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya Minggu, 13 Mei 2018.   Pdt. Gomar berharap setiap keluarga korban diberikan kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi masa-masa sulit ini.  

Dia menilai tindakan kekerasan dan aksi teror yang dilakukan sekelompok orang adalah cara keliru untuk menyelesaikan masalah. Karena kekerasan hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan yang berujung pada kehancuran yang lebih besar.

Dia menilai bahwa aksi terorisme bukanlah tindakan seseorang yang beragama. Karena agama manapun tidak mengajarkan umatnya untuk melakukan tindakan kekerasan atau bahkan pembunuhan dengan cara apapun. Sebaliknya, setiap agama mengajarkan kemanusiaan, dama dan cinta kasih.

“Kesesatan berpikirlah yang membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme,” ucap Gomar dalam konferensi pers di Gedung Graha Oikoumene PGI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Minggu (13/5).

Karena itu, peristiwa kekerasan yang terjadi di Mako Brimob maupun aksi serangan bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya sepanjang pekan ini harus disikapi oleh para pemimpin agama dan masyarakat dengan serius.

“Saya menghimbau kepada para pemimpin agama dan masyarakat untuk tidak memberi angin dan simpati kepada pelaku kekerasan dan terorisme, apapun motifnya. Saya juga menghimbau masyarakat menghentikan penyebaran foto dan video, karena ini jusru tujuan teroris, yakni menebar rasa takut di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut Pdt. Gomar juga mengingatkan supaya peristiwa yang terjadi saat ini tidak dimanfaatkan oleh kalangan tertentu untuk kepentingan politik maupun pribadi. Karena persoalan ini menyangkut kepentingan bangsa ke depan.

“PGI menghimbau seluruh elit politik & masyarakat untuk menghentikan komentar yang justru memperkeruh keadaan. Jangan menggunakan peristiwa kekerasan & tindak terorisme untuk menangguk kepentingan politik dan sesat karena harga yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan bangsa,” terangnya.

Dia berpesan supaya masyarakat tak perlu takut dengan ancaman terorisme ini. Sebaliknya, masyarakat bersama-sama harus mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada pemerintah dan pihak yang berwenang.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami