Lori

Official Writer
1073


Sepanjang 24 jam dalam sehari, ratusan juta orang mendokumentasikan dan membagikan aktivitas, pengalaman dan pemikiran mereka di sosial media. Karena media ini memungkinkan semua orang terhubung dengan mudah. Meskipun membangun koneksi ini menghabiskan banyak biaya, tapi sepertinya hal itu tak jadi masalah.

Dalam sebuah hasil penelitian yang diterbitkan di Journal of Experimental Social Psychology, para peneliti menemukan bahwa para pengguna sosial media yang mendokumentasikan pengalamannya di sosial media hanya akanmeninggalkan kenangan buruk bagi diri mereka sendiri.

Baca Juga :

Mengenal Kondisi Medis ‘Mati Batang Otak’ yang Bisa Merenggut Nyawa

Mau Tau Cara Aman Dampingi Anak Anda di Sosial Media? (2)

Dalam serangkaian tiga penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti pimpinan Diana Tamir dari Universitas Princeton telah melakukan eksplorasi soal bagaimana mereka yang mengambil gambar dan video untuk diposting di media sosial rupanya memengaruhi kebahagiaan, keterlibatan dan memori penggunanya. Para peneliti meminta peserta untuk melakukan dua kegiatan yang berbeda. Kegiatan pertama adalah menonton percakapan di TED tanpa membagikan gambar dan videonya ke dalam sosial media. Dan kegiatan selanjutnya melakukan perjalanan tur ke sebuah gereja yang ada di Stanford University. Dalam kegiatan ini para peserta diminta untuk merekam pengalaman tersebut dengan beberapa cara seperti mengambil gambar, membuat catatan dan merekam setiap acara yang berlangsung. Setelah itu mereka diajukan pertanyaan terkait perasaan mereka selama menjalani tur tersebut. Mereka juga ditanyai apakah mereka menikmati pengalaman itu dan apakah mereka tetap fokus atau malah pikirannya mengembara. Setelah itu mereka menjalani tes memori.

Tamir dan para peneliti menemukan bahwa pengalaman di sosial media sama sekali tak mempengaruhi pengalaman yang mereka rasakan. Tapi mereka yang mencatat atau berbagi pengalaman tersebut di sosial media ditemukan mengalami penurunan memori sebesar 10%.

Para peneliti menyimpulkan bahwa kemungkinan penyebab dari kemerosotan kemampuan otak tidak murni disebabkan oleh penggunaan sosial media. Karena mereka yang mengambil gambar atau membagikan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan tanpa mempublikasikannya menunjukkan efek yang sama. Tapi mereka yang tidak membagikan pengalamannya ke sosial media ditemukan lebih banyak menyimpan atau mengingat informasi dibanding dengan mereka yang membagikannya.

Penelitian ini pun menemukan hasil terbaru dari cara kerja otak dalam mengolah informasi di penyimpanan internal dan eksternal. Sebelum adanya internet, informasi didistribusikan secara intuisif dari pikiran seseorang ke penyimpanan eksternal dalam bentuk pemikiran dan buku. Membagi informasi dengan cara ini dianggap memaksimalkan pengetahuan sehingga orang-orang bisa mencerna dan memahaminya.

Tapi seiring dengan kehadiran internet, hampir semua fakta dapat diakses dalam hitungan detik. Kemudahan ini menghasilkan apa yang oleh para peneliti disebut dengan ‘efek Google’ dimana otak kita semakin sedikit menyimpan informasi secara internal. Ketersediaan informasi eksternal ini menyebabkan kita mengabaikan informasi itu sendiri. Misalny, saat seseorang mencari definisi dari sebuah kata mereka akan pergi ke situs pencarian google. Setelah menemukan artinya, pengguna hanya akan membacanya sejenak lalu keluar dari situs tersebut. Pengguna sama sekali tak berusaha untuk menyimpan informasi tersebut secara mendalam di memori internalnya.

Dengan munculnya smartphone dan sosial media, kita pun semakin banyak menunpuk memori eksternal dan membuat kemampuan mengingat kita semakin menurun. Karena itulah peneliti menyarankan supaya kita jangan menggunakan sosial media secara berlebihan karena hanya akan menyebabkan otak bekerja multitasking sehingga memori internal makin melemah.

Sumber : Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7237

advertise with us