Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
3092


Pernikahan adalah sebuah perjalanan suka duka melewati setiap tantangan yang datang. Kerap kali suami istri akan bergulat dalam beberapa hal dan nggak sedikit diantaranya berujung pada pertengkaran dan konflik berkepanjangan. Inilah peperangan yang harus siap dihadapi suami istri.

Dalam Galatia 5: 17, dituliskan bahwa sebagai manusia kita cenderung menghadapi konflik antara keinginan daging dan roh kita. Nggak heran kalau kita cenderung melakukan apa yang kita kehendaki saja dan bukan yang Tuhan kehendaki. Inilah kondisi yang sering terjadi dalam berumah tangga!

Sebagai suami dan juga ayah, laki-laki punya peran besar dalam keluarga. Mereka adalah pemimpin. Sementara istri adalah penolong. Tapi begitu peran tersebut dicampuradukkan, kepemimpin dalam keluarga akan rusak dan suami istri pasti akan selalu ngotot dengan keinginan masing-masing.

Saat suami melakukan satu kesalahan dalam pernikahannya, entah itu karena perselingkuhan atau terlalu lemah terhadap istrinya, maka dia akan diperhadapkan dengan satu pilihan yang dianggap bisa menyelesaikan semua masalah yaitu mengemasi barang-barangnya dan kabur dari rumah, tempat dimana dia sudah menghabiskan waktu bersama istri dan anak-anaknya. Suami memilih meninggalkan semua yang dia sudah miliki sebelumnya.

Tapi benarkah tindakan ini? Maksudnya, apakah suami perlu melakukannya? Apakah masalah pasti selesai dengan cara ini?

Ada banyak alasan kenapa kabur meninggalkan keluarga bukan pilihan yang elegan.

1. Masalah atau konflik bukan alasan meninggalkan tanggung jawab sebagai kepala keluarga

Walaupun masalahnya adalah karena pertengkaran yang hebat dengan istri, seorang suami tak seharusnya kabur. Bukankah pernikahan itu adalah sebuah komitmen? Bukankah kamu menikahi pasanganmu karena mengasihinya?

Walaupun dorongan untuk meninggalkan pasanganmu cukup besar. Tapi pilihlah untuk memulihkan kondisi tersebut dengan cinta. Jangan mau lari dari masalah!

2. Bukan kabur tapi ambillah waktu untuk menenangkan diri

Laki-laki pada dasarnya adalah pribadi yang sulit mengungkapkan perasaan atau pikiran mereka. Kalau memang butuh waktu untuk menjernihkan pikiran, pergilah sejenak dari rumah. Mulailah merenung, memahami dan mendeteksi titik masalah yang ada sebelum kamu kembali ke rumah dan memperbaiki masalah yang ada.

3. Mencintai adalah sebuah keputusan

Mencintai adalah sebuah keputusan. Pernikahan tak akan bertahan kalau dibangun atas dasar nafsu. Sebaliknya, pernikahan yang dibangun dengan dasar cinta harusnya jauh lebih kuat. Sebesar apapun badai yang datang, baik suami dan istri pasti akan kembali lebih memilih membuka pintu maafnya.

4. Meninggalkan keluarga sama artinya meninggalkan semua mimpi-mimpimu

Meninggalkan keluargamu berarti meninggalkan mimpi, keinginan dan harapan yang sudah kalian bangun bersama. Bagaimanapun anak-anak butuh sosok ayah di sepanjang masa-masa pertumbuhan mereka. Teladan orangtua sangat penting membentuk karakter mereka. Pikirkanlah bagaimana dampak buruk yang akan anak alami ketika ayah mereka ternyata meninggalkan mereka tanpa alasan yang pasti.

5. Tanyakan Tuhan lebih dulu

Di tengah masalah, setiap orang pasti akan cenderung mencari Tuhan. Bukan hanya seorang istri, tapi suami pun pasti pernah mengalami momen ketika dia benar-benar membutuhkan pimpinan Tuhan dalam hidupnya. Hal inilah yang dibutuhkan seorang suami sebelum memilih lari dari masalah. Tanyakanlah Tuhan lebih dulu, apa yang seharusnya kamu lakukan untuk menyelesaikan konflik rumah tanggamu.

6. Suami yang kuat adalah suami yang memilih bertahan

Meskipun masalah tampaknya berada di jalan buntu, tapi seorang suami harusnya gigih untuk mencari solusinya. Suatu hubungan harus dipupuk dan dibangun, bukan ditinggalkan. Carilah solusi yang terbaik dan berjuanglah untuk menyelamatkan pernikahanmu.

Pikirkanlah hal-hal di atas sebelum kamu memutuskan untuk kabur dari tanggung jawabmu sebagai kepala keluarga. Jangan sampai kamu kehilangan semua hal yang sudah kamu miliki sebelumnya hanya karena mengikuti keinginan daging semata.

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Nurayanti Simatupang 12 November 2018 - 19:28:13

Hasil dari tahapan kompilasi dalam menjalankan pro.. more..

0 Answer

Cristiandoko Cgenx 10 November 2018 - 06:19:44

Apakah saya bisa berkonsultasi,saya mohon bantuann.. more..

0 Answer

Marina Putri 9 November 2018 - 16:46:08

Ayat inti dari mandat budaya termbil dalam?

0 Answer


Febby Regina Rista 3 November 2018 - 08:32:28
Saya mohon dukungan doa dari tementemen, saya saat... more..

Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Banner Mitra Week 2


7221

advertise with us