Bubuhkan Lambang Merpati Pada Kupon, Pesta Rakyat Untukmu Indonesia Dituduh Kristenisasi
Sumber: http://cdn2.tstatic.net/wartakota/foto/b

Nasional / 30 April 2018

Kalangan Sendiri

Bubuhkan Lambang Merpati Pada Kupon, Pesta Rakyat Untukmu Indonesia Dituduh Kristenisasi

Inta Official Writer
3423

Pada Sabtu, 28 April 2018 lalu, ribuan orang ikut meramaikan pesta rakyat 'Untukmu Indonesia' yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas). Ada banyak pro dan kontra yang berlangsung dalam kegiatan ini. Keriuhan juga sempat terjadi ketika peserta mulai berdesak-desakan untuk pembagian sembako dan makanan.

Sebagian masyarakat bertanya-tanya mengenai lambang burung merpati yang ada dalam kupon yang dibagikan. Hal ini kemudian membuat salah satu lembaga muslim mengimbau umatnya untuk tidak menghadiri pesta rakyat ini karena diduga tersimpan misi khusus kristenisasi.

Sebagai Ketua Penyelenggara, Dave langsung membantah pernyataan tersebut. Menurutnya, burung merpati bukanlah simbol Kekristenan.

"Terus terang saya juga bingung kenapa gambar burung merpati dibilang ada unsur kristenisasi, padahal saya mau kasih tahu kalau di Kristen itu tidak ada lambang merpati," jelas Dave.

Dave menegaskan kalau acara ini tidak ada unsur agama mana pun, semua murni dari rakyat dan untuk rakyat, sesuai dengan tema acara.

"Boleh tanya kepada semua ahli Alkitab, enggak ada di Kristen lambang merpati. Tidak ada simbol-simbol di Kristen yang bergambar burung merpati, kecuali kalau kita taruh lambang salib," lanjutnya.

Baca juga: Babak Baru Bagi GMIM Sulut, Pendeta Ini Siap Untuk Menyentuh Jemaat Hingga Pelosok

Dave mengatakan kalau pihaknya tidak mengotak-kotakkan agama mana pun. Bahkan dari pihak panitia pun berasal dari berbagai agama, tidak hanya Kristen. Lagi pula, pada akhir acara mereka juga mengadakan doa lintas agama.

"Panitia juga dari berbagai macam agama, jadi tidak ada kristenisasi selama datangnya pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB. Doa juga lintas agama, jadi agama apa pun bisa berdoa untuk NKRI," ucapnya.

Meskipun pada akhir acara terdapat sebuah doa untuk umat Kristen dan perayaan Paskah, tetapi acara ini hanya ditujukan untuk mereka yang merayakan. Dave menjelaskan kalau ini bukanlah salah satu sikap Kristenisasi karena tidak ada acara kebaktian. Ia juga menekankan kalau acara ini tidak ada pendanaan dari gereja, karena murni berasal dari donatur rakyat.

Sumber : tribunnews
Halaman :
1

Ikuti Kami