Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
229


Setelah jatuh ke dalam dosa, manusia cenderung punya kebiasaan menutupi kesalahannya. Coba saja kita lihat ketika Adam mencoba untuk menutupi kesalahannya ketika memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Bukannya mengakui kesalahannya, Adam justru menyalahkan Hawa, bahkan terkesan menyalahkan Tuhan karena telah menciptakan Hawa.

Salah satu yang dilakukan kita untuk menutup kesalahan adalah dengan menyalahkan orang lain. Dalam keseharian, kita pasti pernah menjadi sosok yang kerap disalahkan agar kesalahan yang dilakukan orang lain tersebut dapat tertutupi. Percaya deh, sikap kita dapat menentukan bagaimana sikap orang tersebut setelahnya, lho. Agar kita tidak terus menerus berada pada posisi ini, yuk lakukan 3 hal dibawah ini

1. Tidak berusaha untuk menyalahkannya kembali

Sebagai pribadi yang diberikan emosi, sudah pasti kita akan langsung membela diri kita sendiri atas tindakan yang tidak adil. Ketika berhadapan dengan posisi ini, mungkin rasanya kita ingin meluapkan segala kekesalan kita terhadapnya atas perlakuannya. Dibandingkan mencoba untuk menyerangnya, ada baiknya kita mulai mendinginkan kepala dan berkata, "Aku tidak setuju," atau langsung pergi meninggalkan percakapan.

2. Tidak mencoba untuk menjadi bagian dari 'acting'nya

Mereka yang mulai menyalahkan orang lain akan mencoba mendapatkan bantuan dari sekelilingnya. Jika kita ikut terlibat, maka sama saja kita telah mengikuti permainannya. Jika masalah yang dihadapi cukup serius, cobalah untuk menahan diri dengan tidak ikut menyalahkan siapa pun.

Katakan kepadanya kalau sikapnya tersebut membuat kita tidak nyaman. Daripada mengatakan "Loh, ini kan salahmu," kita bisa memilih kalimat, "Kok kayaknya yang terjadi nggak begitu ya," atau "Aku tidak sepakat denganmu."

Baca juga: Jangan Salah Kaprah! 4 Cara Minta Maaf Ini Tidak Dibenarkan, Lho

3.  Mendoakan orang tersebut

Mungkin mereka melakukan hal ini bukan hanya karena ingin menutupi kesalahannya, tetapi juga karena tidak menyukai kita. Kalau kita sudah terus menerus bersabar dan mengalah tetapi orang tersebut tidak juga menunjukkan penyesalan atau ada keinginan untuk berhenti, ini adalah waktunya untuk mundur dari kehidupannya dan membawa namanya ke dalam doa. Percaya deh, doa kita dapat meluluhkan hati mereka yang keras.

Apakah kita sudah berlaku benar dan adil terhadap orang tersebut? Ini adalah pertanyaan yang mungkin akan timbul di pikiran kita. Kita harus menyadari kalau kasih itu memang beresiko. Kita tidak pernah tahu apa isi hati seseorang. Ketika ada orang lain yang berlaku tidak adil terhadap kita, tidak seharusnya kita membalas perlakuannya.

Memang tidak nyaman rasanya berbuat kasih kepada orang yang berbuat buruk kepada kita. Tetapi, kalau kita pikir-pikir lagi, bukankah kita juga sudah banyak menyakiti hati Tuhan, tetapi Ia tetap mengasihi kita?

Kita juga perlu ingat untuk tidak terus menerus memikirkan orang tersebut. Karena kita juga punya hak untuk bahagia. Dari sini, kita seharusnya bisa belajar untuk bijak dalam memilih pertemanan. Karena teman yang baik adalah mereka yang mendorong kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

 

Sumber : jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

inra rindi 24 May 2018 - 14:30:22

Kepercayaan

0 Answer

Helenabrookenangel 24 May 2018 - 05:46:17

Masalah di link komentar FB?by:M:IT$05*[email protected],,

1 Answer

Helenabrookenangel 24 May 2018 - 05:44:21

Masalah di Messenger

0 Answer


Deonita Putri Jurdjo 16 May 2018 - 14:34:33
Shalom, saya Deonita. saya mohon doa untuk kelanca... more..

christina wijaya 7 May 2018 - 08:10:28
mohon doanya agar pernikahan saya dan suami dipuli... more..

Inge 26 April 2018 - 23:32:57
Mohon doa untuk suami saya, Yusuf, dengan luka bat... more..

Shirley herlin 26 April 2018 - 23:03:07
Mohon bantuan doa pembebasan dari Roh jahat, mohon... more..

Banner Mitra Week  3


7429

Imago