Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
2889


Kepolisian akhirnya menangkap otak dari pelaku pengrusakan kapel Gereja Katolik Stasi Santo Zakharia, Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Senin, 19 Maret 2018.

Yang mengherankan dari pengungkapan kasus ini bahwa otak pengrusakan ini didalangi oleh pelaku rupanya berstatus kepala desa (Kades) bernisial AS dan kepala sekolah SMA (Kasek) dengan inisial AF. Keduanya ditangkap setelah lima rekannya yang lain sudah lebih dulu dibekuk polisi setelah sempat melarikan diri ke luar kota, seperti ke Bangka Belitung dan Pangkal Pinang.


Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnaen Adinegara mengatakan ketujuh orang itu sudah ditahan di Mapolda Sumsel dan Mapolres Ogan Ilir. “Sudah tujuh pelaku yang kita tangkap. Untuk oknum kades dan oknum kepala sekolah itu kita tangkap baru tadi pagi (Senin, 19/3),” ucap Zulkarnaen.

Baca Juga : 

Antisipasi Penyebaran Isu SARA, Polda Sumsel Silaturahmi Dengan Tokoh-tokoh Agama
Soal Pengrusakan Gereja, Kepolisian Akui Baru Pertama Kali Kejadian di Sumsel

Terbongkarnya kedok kejahatan dua otak pengrusakan ini bersumber dari pernyataan salah satu pelaku yang mengaku disuruh oleh keduanya merusak kapel. Kemudian dia pun mengajak pelaku lain untuk mengeksekusi suruhan tersebut.

“Oknum Kades dan Kasek itu mengeluarkan uang masing-masing Rp 1 Juta, jadi Rp 2 juta totalnya. Diserahkan ke tersangka A, katanya untuk makan-makan,” terangnya.

Sementara untuk motif pengrusakan dilakukan karena tidak terima dengan keberadaan rumah ibadah itu merupakan bangunan terbaik di daerah Ogan Ilir.

“Masalah pribadi saja, mereka tidak senang rumah ibadah itu dibangun lagi (direhabilitasi),” lanjut Zulkarnaen.

Seperti diketahui Gereja Stasi Santo Zakharia itu dirusak pada Kamis, 8 Maret 2018 lalu, tepat di tengah malam. Pengrusakan itu menyebabkan kerusakan besar pada bangunan gereja, seperti tembok yang bolong, pintu rusak, kursi dan barang-barang di dalam ruangan kacau balau.


Semoga dengan kejadian ini, pemerintah, masyarakat dan stake holder yang lain menyadari pentingnya untuk menjaga dan mengusahakan keamanan dan kenyamanan kehidupan umat beragama. Jangan sampai pihak yang harusnya bertugas untuk menjaga, melindungi dan jadi teladan di tengah masyarakat justru jadi pelaku kejahatan yang merugikan pihak tertentu.

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Muhammad fachri Nasution 23 September 2019 - 03:07:04

I spoken word

0 Answer

Alfian Febriyan Official 22 September 2019 - 23:51:09

perbedaan sco unix dan sun unix

0 Answer

vina mukuan 22 September 2019 - 09:05:42

Saya hobby menulis lirik lagu rohani, tapi saya ti.. more..

0 Answer


nafty louise 21 September 2019 - 21:18:28
Selamat malam, nama saya nafty saat ini saya mohon... more..

Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

The Kicker Ellex 26 August 2019 - 18:40:31
Salam sejahtera para sahabat... Perkenalkan, nama ... more..

Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

Banner Mitra September week 3


7276

Banner Mitra September week 3