daniel.tanamal

Official Writer
967


Beberapa waktu yang lalu, dunia kesehatan Indonesia dihebohkan dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di Asmat, Papua. Meskipun status KLB tersebut telah resmi dicabut, namun ini tidak membuat sejumlah lembaga untuk datang ke Provinsi Papua, tepatnya di Kabupaten Asmat. Salah satunya oleh Sekolah Tinggi Theologia IKAT melalui pelayanan Pengabdian Masyarakatnya.

Ditemui di bilangan Jakarta Selatan, di sela-sela acara pengucapan syukur atas kembalinya Tim LPPM STT IKAT dari Asmat beberapa waktu lalu, DR. Donna Sampaleng M.PD menyampaikan bahwa, Tim STT IKAT (yang hingga kini tercatat sebagai satu-satunya sekolah tinggi theologia yang berangkat ke Asmat), telah menyelesaikan sebuah kegiatan pelayanan di Asmat, Papua terkait dengan status KLB di Asmat beberapa waktu lalu.

“Bukan untuk Show Off, tapi untuk berbagi informasi siapa tahu ada yang berbeban dengan pelayanan ini, karena kita pergi bukan untuk sekedar bawa bantuan, pakaian dan makanan, tapi lebih kepada berpikir bagaiamana kelak kita buat sesuatu yang berdampak lebih panjang,” jelas Ibu Donna yang juga adalah Ketua II STT IKAT.

Tim STT IKAT yang beranggotakan kurang lebih 10 orang ini melakukan tiga kegiatan yang dilakukan di sana, Pengobatan, Penyuluhan Kesehatan dan Penyuluhan Income Generating (untuk membangun ekonomi masyarakat setempat). Kegiatan itu dilaksanakan sejak 22 Februari sampai 1 Maret 2018. Turut serta juga dua dokter ahli yaitu dokter spesialis kandungan, dr. Yanto dan dr. Zacharia, spesialis anak, Ketua Tim dan juga Ketua III STT IKAT, DR. Simon Baitanu M.TH, DR. Donna Sampaleng M.PD serta tiga dari unsur gereja, tiga dari unsur mahasiswa dan Bapak Marcell Lumintang sebagai dokumenter dari STT IKAT.

Dengan akses perjalanan yang cukup berat, Tim sampai di Asmat dengan mengkordinasikan semua bantuan ke Gereja setempat, yaitu Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI). Terhadap isu gizi buruk karena kelaparan, masyarakat setemput mengaku menentang pendapat tersebut. “Bahwa mereka tidak gizi buruk karena kelaparan. Mereka itu kekurangan akses serta pengetahuan tentang gizi yang baik.” terang Donna.

Hal itulah yang membuat Tim LPPM STT IKAT memberikan tiga kegiatan yang bertujuan, tidak hanya untuk memberikan pengobatan kepada masyarakat Asmat, tetapi juga penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan termasuk pengetahuan untuk peningkatan ekonomi masyarakat Asmat.

Setelah kunjungan yang pertama ini, diharapkan nantinya Tim LPPM STT IKAT  kembali melakukan kunjungan lanjutan ke Asmat. Terkait dengan rencana tersebut, Ibu Donna mengharapkan adanya dukungan baik doa maupun dana dari pihak-pihak yang ingin membantu tim LPPM STT IKAT ini. 



Sumber : Berbagai Sumber


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Banner Mitra Juni Week 1-2


7253

Banner Mitra Juni Week 1-2