Dikira Sakit Jiwa, Pelaku Penyerangan Gereja St. Lidwina Rupanya Anggota Teroris Ini...

Dikira Sakit Jiwa, Pelaku Penyerangan Gereja St. Lidwina Rupanya Anggota Teroris Ini...

Lori Official Writer
1622

Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya mengungkapkan motif penyerangan di Gereja St. Lidwina Bedog, Sleman. Seperti disampaikan, Minggu (11/3), pelaku yang awalnya disebut-sebut mengalami gangguan jiwa itu rupanya adalah bagian dari kelompok teroris yang dikenal dengan sebutan takfiri, yang juga merupakan jaringan ISIS.

Kapolri menjelaskan, pelaku yang bernama Suliyono itu memang tak tergabung langsung dengan ISIS. Namun dia terafiliasi dengan kelompok teroris ISIS melalui takfiri atau kelompok yang mengkafirkan orang yang tak sepaham dengan mereka.

“Kelompok ini tidak saja mengkafirkan orang non-Muslim, namun orang Muslim yang tidak sejalan dikafirkan juga,” ucap Tito saat menghadiri Dialog Nasional ‘Indonesia Maju 8’ di Sportorium UMY, Minggu (11/3) kemarin.

Baca Juga : Kepada Pelaku Penyerangan Gereja Santa Lidwina, Ini Doa Uskup Agung Semarang Kepada Tuhan!

Menurut catatan, kelompok tafkiri ini juga pernah melakukan penyerangan di Cirebon, pada tahun 2011 silam. Pelaku saat itu menyerang orang-orang yang sedang sholat Jumat di sebuah masjid. Peristiwa ini persis sama dengan kejadian yang terjadi di Gereja St. Lidwina Bedog yang lalu.

“Nah, ini kejadian di Cirebon sama seperti kejadian di Yogya (penyerangan gereja). Ini kelompok ISIS,” terangnya.

Dia menjelaskan, kelompok ini masih akan terus berulah selama kondisi Timur Tengah masih belum kondusif. Posisi Indonesia sebagai negara Islam pun ikut menanggung dampaknya.

“Selama Irak tenang, Suriah tenang, Afrika tenang, maka Indonesia juga akan tenang,” ujarnya.

Baca Juga : Penyerangan Gereja Katolik St Lidwina Sleman Rupanya Torehkan Cerita Haru Ini Loh…

Sepak terjang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu semakin jelas setelah menemukan rekam jejak dimana dirinya sudah tiga kali mengajukan pembuatan paspor untuk berangkat ke Suriah. Namun, permohonan itu ditolak oleh pihak imigrasi karena dokumennya tidak lengkap.

Sumber : Viva.co.id/Jawaban.com

Ikuti Kami