Demi Klub Sepak Bola Ini, Para Pendeta di Papua Rela Geser Jadwal Khotbah

Demi Klub Sepak Bola Ini, Para Pendeta di Papua Rela Geser Jadwal Khotbah

Budhi Marpaung Official Writer
1811

Dari sejak lama, Papua merupakan salah satu wilayah yang menjadi lumbung penghasil pemain tim nasional sepak bola di Indonesia. Jauh sebelum Boaz Sollosa, Ricardo Salampessy, dan Imanuel Wanggai, nama-nama seperti Rully Nere dan Ronny Wabia sudah lebih dahulu membela merah putih di ajang kompetisi internasional.

Tidak heran sepak bola menjadi primadona di tanah Cendrawasih. Ketua Umum klub Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano bahkan mengatakan Persipura adalah agama kedua bagi orang Papua.

“Pendeta bisa menggeser jadwal khotbahnya bila Persipura bermain di hari Minggu. Instansi pemerintah bisa menunda rapat bila Persipura bermain, semua hal ini bisa terjadi karena Persipura," ujar Benhur seperti dilansir Bolasport com di lamannya, Kamis (8/3/2018).

(Selebrasi yang biasa dilakukan Pemain Persipura bila gol tercipta / Sumber: ANTARA/Indrayadi TH dalam Okezone.com)

Benhur menilai Persipura sangatlah istimewa bagi orang-orang di Papua. Di mata orang-orang di Papua, tim Mutiara Hitam adalah representasi dari harga diri serta harkat dan martabat mereka.

Sejak berdiri tahun 1963, Persipura Jayapura telah mengukir sejumlah prestasi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Di pentas kompetisi lokal, pernah menjuarai Liga Indonesia sebanyak empat kali yakni pada 2005, 2009, 2011, dan 2013. Sementara di ajang internasional, menembus semifinal Piala AFC (antar klub se-Asia) pada 2014.

Baca Juga: Bukan Hanya Billy Graham, Pendeta di Indonesia Ini Juga Belum Lama Meninggal Dunia. Siapa Dia?

Dalam berbagai kesempatan pertandingan, para pemain Persipura selalu berdoa bersama di tengah lapangan. Bila mencetak gol, anggota tim yang sebagian besar beragama Kristen tidak pernah malu untuk memperlihatkan iman mereka kepada Tuhan secara terbuka.

Sumber : Bolasport.com / Wikipedia / Jawaban.Com

Ikuti Kami