Kampus Harvard Beri Hukuman Pada Grup Kristen Ini Karena Telah Mengikuti Ajaran Alkitab

Kampus Harvard Beri Hukuman Pada Grup Kristen Ini Karena Telah Mengikuti Ajaran Alkitab

Inta Official Writer
3409

Kelompok komunitas mahasiswa kristen yang ada di Universitas Harvard tidak memiliki masa depan yang pasti setelah otoritas kampus menjatuhkan hukuman masa percobaan administrasi kepada mereka selama satu tahun. Disebut sebagai harvard College Faith and Action (HCFA), komunitas mahasiswa Kristen ini memberikan pelajaran pendalaman Alkitab, ibadah dan kegiatan kekristenan lainnya bersama lebih dari 200 mahasiswa pada setiap minggunya.

Komunitas ini merupakan salah satu organisasi yang diakui oleh pihak kampus dan diberikan izin untuk perekrutan mahasiswa lainnya dalam sebuah pameran kegiatan mahasiswa, dikutip dari The Crimson, surat kabar mahasiswa Harvard. Sekarang, mereka sedang menunggu pertimbangan dari pihak kampus apakah kegiatan mereka bisa diteruskan.

Menurut surat kabar tersebut, masalah bermula dari pihak HCFA yang meminta seorang asisten untuk memimpin sebuah kelas pendalaman Alkitab, yang merupakan seorang mahasiswa, untuk mengundurkan diri karena mempermasalahkan pendapat secara teologi mengenai pembahasan seksualitas.

Baca juga: Demi Alasan Ini, Pemerintah Rwanda Tutup 700 Gereja Lebih!

"Pandangan teologis kami adalah setiap orang kristen memiliki sebuah batasan tertentu ketika menjalin sebuah hubungan. Salah satu diantaranya adalah tidak melakukan sex pranikah dan lain sebagainya,"  terang Molly Richmond dan Scott Ely selaku mahasiswa yang mewakili HCFA kepada The Crimson.

The Crimson melaporkan bahwa asisten yang mengajar pendalaman Alkitab tersebut tengah menjalani hubungan sesama jenis yakni sebagai pasangan lesbian.

Seorang juru bicara dari pihak universitas menjelaskan kepada surat kabar bahwa HFCA telah melanggar kebijakan organisasi mahasiswa yang berisi bahwa setiap organisasi memiliki kebijakan untuk tidak mendiskriminasi pihak mana pun.

Ely dan Richmond mengatakan pada surat kabar bahwa mereka menolak gagasan bahwa mereka telah melakukan diskriminasi berdasarkan orientasi seksual. HCFA memiliki karakter tersendiri dan berlaku untuk setiap anggota, terutama pemimpin-pemimpin yang terlibat, terlepas dari apa pun orientasi seksualnya.

Sumber : cbn.com
Halaman :
1

Ikuti Kami