Puji Astuti

Official Writer
1196


Pada Senin sore lalu (19/2/2018), sekitar pukul 16.30 WIB, Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubyatmoko bersama rombongoan terlihat mengunjungi kediaman Buya Syafii Maarif. Selain untuk silaturahmi, Uskup Robertus khusus datang untuk mengucapkan terima kasih kepada Buya Syafii. 

"Kami sowan untuk menghaturkan terima kasih kepada yang kita muliakan dan kita hormati Buya Syafii Maarif. Buya mempunyai peran yang sangat besar sekali dalam menghadapi peristiwa yang barusan terjadi," demikian pernyataan Uskup Robertus yang dikutip Kompas.com saat berada di kediaman Buya Syafii di Jalan Halmahera blok D 76 Nogotirto 2 , Trihargo, Gamping, Sleman.

Menurut Uskup Agung Semarang tersebut, respon cepat Buya Syafii pasca kejadian penyerangan langsung mengunjungi Gereja Lidwina telah mengubah keadaan secara drastis, dari tegang karena dapat memicu konflik agama berbalik menjadi momentum untuk menunjukkan kepedulian dan juga mempererat persaudaraan serta solidaritas antar umat beragama. 

Baca juga : Penyerangan Gereja Katolik St Lidwina Sleman Rupanya Torehkan Cerita Haru Ini Loh…


Buya Syafii di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Minggu (11/2/2018) pasca penyerangan terjadi (Sumber gambar : Detik.com)

"Kehadiran Buya yang spontan, cepat, dan tanggap (sesaat pasca penyerangan Gereja Lidwina) sangat menenangkan semuanya. Masyarakat terkondisikan untuk tidak emosional. Sebaliknya, masyarakat menjadi tenang dan sungguh-sungguh menopang satu sama lain. Bahkan akhirnya muncul solidaritas dan persaudaraan yang semakin kuat," demikian tambah Uskup Robertus yang menganggap Buya Syafii sebagai guru bagi dirinya pribadi dan juga masyarakat. 

Walau bersyukur atas kedatangan Uskup Agung Semarang, Buya Syafii menyatakan bahwa dirinya hanyalah komponen kecil di Indonesia ini untuk menegakkan nalar dan akal sehat. 

Baca juga : Kepada Pelaku Penyerangan Gereja Santa Lidwina, Ini Doa Uskup Agung Semarang Kepada Tuhan!


Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman pasca serangan (Sumber gambar : Detik.com)

"Ya tentunya saya bersyukur, rumah ini kedatangan Uskup Agung. Saya ini, hanya skrup kecil saja di Republik ini yang ingin menegakkan nalar, menegakkan akal sehat. Itu memang tidak mudah dan harus siap untuk dihujat, karena tidak semua orang bisa setuju," demikian ungkap Buya Syafii. 

Indonesia adalah sebuah bangsa dengan berbagai kebhinekaan, tidak sedikit oknum yang mencoba memakai perbedaan yang ada untuk memecah belah dan menimbulkan keonaran. Untuk itu, seluruh masyarakat hendaknya waspada dan menanggapi berbagai isu yang terjadi dengan kepala dingin dan hati yang penuh kasih. Mari tunjukkan Indonesia yang kuat bersatu dalam berbagai perbedaan, sehingga negeri ini semakin kuat dan maju. 

Sumber : Kompas.com | Detik.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Kateryna 10 August 2020 - 18:36:52

Kalo pdt. Danny Krishna Soepangat (GBI TENDEAN Jak.. more..

0 Answer

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7236

Kanan Agustus