Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
823


Sebagian orang tua mungkin tanpa sadar suka membandingkan anaknya dengan anak lain. Waktu harapan orangtua berbanding terbalik dari realita kondisi anaknya, orangtua pasti bakal mulai bertanya-tanya, “Kog anakku begini ya? Anaknya kog rajin gitu ya nggak kayak anakku pemalas banget!”

Ada banyak aspek yang suka dibanding-bandingkan orangtua dari anaknya. Ini adalah empat hal yang paling sering dibandingkan tapi justru paling dibenci anak.

1. Pencapaian akademik

Salah satu yang paling sering dibanding-bandingkan orangtua soal anaknya adalah pencapaian akademiknya. Orangtua akan mulai membandingkan nilai akademik anaknya dengan nilai akademik anak lain, apalagi kalau nilainya lagi buruk.

Biasanya anak akan mendengar omelan ibunya, “Lihat, Anita saja dapat nilai matematika 90.” Atau “Anak tetangga aja bisa menang kompetisi ini..”

Baca Juga : Jangan Membandingkan!

2. Kondisi fisik

Kondisi fisik juga bisa jadi hal yang dibanding-bandingkan orangtua. Seperti yang aku alami, orangtuaku suka membandingkan kondisi fisikku yang kurus kecil dengan anak lain yang kelihatan gemuk-gemuk. Padahal semakin orangtua menyampaikan hal semacam itu, anak pastinya bakal semakin kesal.

3. Karakter anak

Soal karakter orangtua juga suka membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain. Anak yang kurang pergaulan dianggap nggak normal dan dipaksa supaya meniru anak lain yang punya banyak teman. Atau saat anak-anak suka berantem atau berisik di rumah, orangtua akan mulai marah dan membandingkan anak-anaknya dengan anak tetangga yang jauh lebih tertib.

4. Kesuksesan

Semua orang tua memang berharap anak-anaknya mencapai kesuksesan dalam hal karir. Karena tuntutan itu pula orangtua mulai membanding-bandingkan kesuksesan anaknya dengan kesuksesan anak teman-temannya. Padahal, tanpa disadari hal ini bisa sangat menyakiti hati anak.

Tahukah kamu kalau kebiasaan membandingkan ini ternyata bisa berdampak buruk loh. Beberapa diantaranya bisa menyebabkan:

  • Anak stress karena merasa terbeban oleh tuntutan orangtua.
  • Anak jadi minder atau kehilangan rasa percaya dirinya. Perasaan ini sangat merusak pertumbuhan pribadi dan juga akademisnya.
  • Anak memilih menarik diri dari lingkungan sosial yang membuatnya merasa kurang diterima.
  • Anak akan terluka dengan ucapan dan sikap orangtuanya dan kondisi ini bisa tersimpan dalam memori dan hatinya untuk jangka waktu yang sangat lama.

Jangan sampai anak merasa bahwa dia memang nggak berguna dan jadi anak yang gagal hanya karena kamu tanpa sadar membanding-bandingkan dia dengan anak lain yang jauh lebih baik dari dia. Bagaimanapun kondisi anak, orangtua harusnya selalu memperkatakan hal-hal yang positif dan membangunnya. Karena dengan itu anak akan merasa dicintai dan berharga.

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Fred D Hunter Nainggolan 18 July 2018 - 09:43:25

Mengapa perbuatan yang salah itu tidak selalu bena.. more..

2 Answer

Wuritimur Febby 15 July 2018 - 19:49:36

Bekerja mengikuti mut

0 Answer

Nocalia Anggun Utami 14 July 2018 - 16:33:26

Bagaimana bebas dari hutang

1 Answer


Junedi fajri 18 July 2018 - 00:35:51
Saya minta didoakan agar bisa terlepas dari pengar... more..

Christa Tita 6 July 2018 - 00:22:37
Mohon dukungan doanya, saya sedang bergumul dalam ... more..

Dina Mariani 30 June 2018 - 10:27:48
Syalom... Saya mohon dukungan doa dari saudara/i y... more..

MyAryaputra 12 June 2018 - 16:39:42
Mohon dukungan doa untuk pendanaan pembelian tanah... more..

Banner Mitra Week  3


7187

advertise with us