Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
758


Berkaca dari Pilkada beberapa waktu yang lalu dimana isu sara masih melekat, harapan tahun politik 2018 ini adalah menjalaninya tanpa ada isu sara. Sedari awal, semua calon kontestan Pilkada sudah diimbau untuk tidak melakukan kampanye yang bersifat memecah belah masyarakat. 

Dibandingkan mengangkat isu sara untuk memperoleh dukungan, akan lebih bijak jika para calon kontestan pilkada ini lebih beradu program kerja atau pembangunan daerahnya masing-masing.  Sementara di Sumatera Utara sendiri, Direktur Eksekutif Indonesia Politican Review Ujang Komarudin, menilai pertarungan di Pilgub Sumut tahun ini akan menarik. 

Hal ini disebabkan karena kubu PDIP yang mengutus Djarot Saiful Hidayat, mantan wakil gubernur Jakarta sebagai cagub untuk melawan Letjen Edy Rahmayadi yang memboyong dukungan Gerindra, PAN dan PKS. Ujang mengatakan kalau bukan tidak mungkin isu sara masih digunakan. 

"Masih isu yg sama dengan pilkada DKI. Yaitu bahwa isu Djarot didukung oleh PDIP. Dimana PDIP dianggap mendukung penista agama. Lebih baik adu visi-misi dan program kerja. Jangan terjebak dengan isu SARA," ungkapnya. 

Daerah rawan konflik 

Selain Sumatera Utara, menurut Mendag Tjahjo Kumolo telah mencatat beberapa daerah yang diprediksi rawan konflik saat Pilkada serentak 2018 ini berlangsung. Provinsi yang memiliki kerawanan tinggi pertama adalah Papua. 

"Pemetaan area rawan pilkada memang Papua secara geografis. Kemarin kantor Kemendagri dirusak oleh orang tidak tahuan, masak Kemendagri tidak bisa membatalkan keputusan MK," ujar Tjahjo di Jakarta, Selasa 23 Januari lalu. 

Kalimantan Barat juga berada dalam wilayah yang rawan konflik. "Ini pemetaan saya kira Kalimantan Barat ini menarik 68 persen pemilih muslim, tapi kemarin jadi gubernur kebetulan agama Katolik dan wakil Kristen. Sekarang cukup keras, apalagi sudah ada kelompok masyarakat Dayak di Kalbar," katanya. 

Menurut Mendagri, berikut adalah Provinsi yang memiliki kerawanan tinggi; Papua, Mimika, Paniai, Jayawijaya, Puncak, Timor Tengah Selatan, Maluku, Konawe, NTT, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. 

Sementara berada dalam kerawanan sedang; Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Kalimatan Timur, Maluku Utara, NTT, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, NTB, Jawa Barat, Riau, Lampung, dan Bali.

Toleransi beragama dalam pandangan Kristen 

Kita hidup di tengah-tengah dunia pluralistik atau penuh dengan keberagaman. Bisa dipastikan kalau kita akan bertemu dengan saudara kita yang tidak seiman. Sebagai seorang warga negara yang baik, sudah menjadi kewajiban kalau kita harus menaati aturan-aturan yang telah dibuat oleh negara kita. Termasuk diantaranya adalah toleransi beragama. 

Hal ini tertulis dalam Rom 13:1-2, "Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya."


Sumber : berbagai sumber/jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Meilie 19 October 2018 - 15:39:12

Hutang

0 Answer

Barrydonald 19 October 2018 - 09:07:23

Tritunggal

0 Answer

Hanny Najoan 19 October 2018 - 08:31:06

Bisa dapat wanya terima kasih

0 Answer


Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Banner Mitra Week  3


7274

Konselor