Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
667


Berkaca dari Pilkada beberapa waktu yang lalu dimana isu sara masih melekat, harapan tahun politik 2018 ini adalah menjalaninya tanpa ada isu sara. Sedari awal, semua calon kontestan Pilkada sudah diimbau untuk tidak melakukan kampanye yang bersifat memecah belah masyarakat. 

Dibandingkan mengangkat isu sara untuk memperoleh dukungan, akan lebih bijak jika para calon kontestan pilkada ini lebih beradu program kerja atau pembangunan daerahnya masing-masing.  Sementara di Sumatera Utara sendiri, Direktur Eksekutif Indonesia Politican Review Ujang Komarudin, menilai pertarungan di Pilgub Sumut tahun ini akan menarik. 

Hal ini disebabkan karena kubu PDIP yang mengutus Djarot Saiful Hidayat, mantan wakil gubernur Jakarta sebagai cagub untuk melawan Letjen Edy Rahmayadi yang memboyong dukungan Gerindra, PAN dan PKS. Ujang mengatakan kalau bukan tidak mungkin isu sara masih digunakan. 

"Masih isu yg sama dengan pilkada DKI. Yaitu bahwa isu Djarot didukung oleh PDIP. Dimana PDIP dianggap mendukung penista agama. Lebih baik adu visi-misi dan program kerja. Jangan terjebak dengan isu SARA," ungkapnya. 

Daerah rawan konflik 

Selain Sumatera Utara, menurut Mendag Tjahjo Kumolo telah mencatat beberapa daerah yang diprediksi rawan konflik saat Pilkada serentak 2018 ini berlangsung. Provinsi yang memiliki kerawanan tinggi pertama adalah Papua. 

"Pemetaan area rawan pilkada memang Papua secara geografis. Kemarin kantor Kemendagri dirusak oleh orang tidak tahuan, masak Kemendagri tidak bisa membatalkan keputusan MK," ujar Tjahjo di Jakarta, Selasa 23 Januari lalu. 

Kalimantan Barat juga berada dalam wilayah yang rawan konflik. "Ini pemetaan saya kira Kalimantan Barat ini menarik 68 persen pemilih muslim, tapi kemarin jadi gubernur kebetulan agama Katolik dan wakil Kristen. Sekarang cukup keras, apalagi sudah ada kelompok masyarakat Dayak di Kalbar," katanya. 

Menurut Mendagri, berikut adalah Provinsi yang memiliki kerawanan tinggi; Papua, Mimika, Paniai, Jayawijaya, Puncak, Timor Tengah Selatan, Maluku, Konawe, NTT, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. 

Sementara berada dalam kerawanan sedang; Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Kalimatan Timur, Maluku Utara, NTT, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, NTB, Jawa Barat, Riau, Lampung, dan Bali.

Toleransi beragama dalam pandangan Kristen 

Kita hidup di tengah-tengah dunia pluralistik atau penuh dengan keberagaman. Bisa dipastikan kalau kita akan bertemu dengan saudara kita yang tidak seiman. Sebagai seorang warga negara yang baik, sudah menjadi kewajiban kalau kita harus menaati aturan-aturan yang telah dibuat oleh negara kita. Termasuk diantaranya adalah toleransi beragama. 

Hal ini tertulis dalam Rom 13:1-2, "Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya."


Sumber : berbagai sumber/jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Owen 19 August 2018 - 12:31:02

Nats Alkitab yang bercerita tentang rapat

1 Answer

Devon ryanto 19 August 2018 - 12:22:57

Cara menang dari dosa pornografi?

1 Answer

Erwin Julio 16 August 2018 - 09:19:44

Putus cinta

1 Answer


Ridoe Perdana 14 August 2018 - 11:19:06
Saya mohon dukungan doa dalam masa pacaran agar di... more..

Fenfen 13 August 2018 - 18:10:19
Syalom sahabat2 semua, saat ini saya sedang ada pe... more..

Putri NT 1 August 2018 - 11:15:57
Damai sejahtera sahabat-sahabat semua. Saat ini sa... more..

Junedi fajri 18 July 2018 - 00:35:51
Saya minta didoakan agar bisa terlepas dari pengar... more..

Banner Mitra Week  3


7191

Gempa Lombok