Inta

Official Writer
3203


Pada tahun 1700, ada seorang pria yang bekerja sebagai seorang pembuat sepatu di Inggris. Suatu hari, ia menempelkan sebuah peta dunia di dalam tokonya. Ia berkata bahwa hal itu ia lakukan agar menjadi sebuah pengingat untuk berdoa bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. 

Tidak hanya sampai disitu, keinginnanya bahkan tidak ingin sekedar berdoa bagi mereka, ia juga ingin menyampaikan kabar baik sebagai seorang missionaris. Ia menyampaikan kerinduannya tersebut dalam sabuah rapat gereja. 

Bukannya mendapat dukungan atas keinginannya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa, ia justru diolok-olok oleh orang yang ada di dalam rapat tersebut. “Dengar! Kalau Tuhan ingin mengubah orang-orang kafir itu, Ia akan melakukannya sendiri tanpa butuh bantuanmu atau bantuanku! Ejek mereka. 

Nama pria pembuat sepatu itu adalah William Carey, ia memilih untuk tidak mempedulikan olok-olokan itu. Tidak ada hasrat sama sekali untuk memendam kerinduannya untuk bisa menyebarkan kabar baik bagi seluruh penjuru dunia. 

Sama halnya ketika ia kemudian menjadikan dirinya seorang misionaris. Tidak ada satu orang pun yang mendukung keinginannya tersebut. Misi pertamanya adalah India. Semangat William yang berkobar membuat ia menjadi salah satu tokoh Kristen terbesar dalam sejarah kekristenan dunia. 

Pernahkah kita menjadi seperti orang-orang yang mengolok-olok William? Ketika kita memilih tertawa dan mengolok-olok karena impian atau ide orang lain? Kita merasa bahwa orang lain tersebut tidak mungkin bisa mencapai impiannya tersebut. Tanpa sadar, kita memandang mereka sebelah mata. Terlebih jika impian yang ia rencanakan itu terasa sangat tinggi dan sulit untuk dicapai. 

Alkitab dalam Lukas 6:37, “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidka akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.” Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain. 

Memandang rendah ide orang lain atau memadamkan impiannya sama seperti kita menghakimi orang lain. Kita menghakimi orang tersebut dengan memvonis mereka tidak akan sanggup mencapai semua keinginannya tersebut. 

Kita perlu berhati-hati dan belajar untuk menahan setiap perkataan yang keluar dari mulut kita. Setiap kata yang keluar dari mulut kita tidak boleh berisi meremehkan atau mengolok-olok orang lain. Memang sih, ide baru hamper selalu dianggap mustail pada awalnya. 

Namun, hal-hal besar terjadi dari ide yang kita anggap kecil tersebut. Sama seperti William Carey yang dikenang sebagai seorang penginjil yang hebat dan berpengaruh karena ia menerjemahkan Alkitab dalam berbagai bahasa. 

Orang yang kita anggap remeh, mungkin saja kita justru menganggap remeh diri kita sendiri adalah salah satu orang yang mampu mengubah dunia. Karenanya kita tidak boleh meremehkan orang lain. Selama ide tersebut positif, kita harus dukung dan memberi motivasi kepada mereka. Tidak lupa untuk membawanya kedalam doa dan mengimani hal tersebut agar ada campur tangan Tuhan dalam setiap kehendak kita. 


Sumber : jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7238

advertise with us